This post was submitted by CNN/ IM.
-

Categories
Daily Radio & TV


Recent comments
- den bei said PGI bukan hanya retorika...
- pelus said tp klo artis yg suka umba...
- pelus said jadi kangen ma ketegasan...
- edwin said Mantap bro.dalam beban tu...
- darma said ass pak mohon maaf sebelu...
- edwin said Dinegara yg kita cintai i...
- rudeboy said sampah negara gak mau kom...
- rudeboy said bukan hanya kalteng saja...
- Islam Agama yang Sempurna | Camera said [...] nih websitenya: htt...
- poceng said GAK ADA TU PALING BAIK RA...
- jonas manu said Betul sekali TOLAK KOMPRO...
- Lia said kalau ngomong pake otak d...
- hermina sujono hadi said ketika “WEIBLICH DE...
- hermina sujono hadi said sulit bagi Majelis Hakim...
- jon said FPI dan GPK adalah kepoli...
- rude boy said habis itu buat masalah ap...
- Innalillah... said http://www.google.com
- @Gono_10 said ..Ngak Perduli..Ngak Pern...
- jonas manu said m u n a p e k
- jonas manu said Wartawan seharusnya kerja...
Links



















Tidak semua buku sejarah dapat100% pristine membuktikan kebenaran karena banyak pengaruh2 penilaian berdasarkan kecenderungan ideology partai politik ( Iran tidak percaya Holocaust), prestasi kebanggaan negara (Buku sejarah anak2 di Jepang mencairkan pembunuhan massa di Shanghai), pengaruh uang (Arab saudi menutup kebenaran penganiayaan TKA malahan menutup pintu bagi semua pekerja dari Indonesia), subjectif facta2 dengan ber-macam2 udang dibalik batu. Lihatlah secara macro bila tidak ada terjadi sesuatu peristiwa biarpun kecil maka tidak akan ada yang mengingat peristiwaitu pernah terjadi. Jerih payah dan idea untuk menulis pendapat dan pengalaman lebih baik daripada membungkam dan hanya disalurkan menjadi resentment dan menghakimi. .
Kenyataannya memang kita kurang terbuka seperti di Barat karena budaya yang lemah lembut dan tidak mau menyinggung perasaan atau berkelahi. Persoalannya tidak ada manusia yang dapat membaca hati orang lain maka sebaiknya menulis pikiran dan jangan kuatir bila didebat. Asal jangan ada satu pihak yang dipaksa tutup mulut dan tidak diberi kesempatan bertanya bukan menghakimi. Bila melempar batu kecil di danau pasti ada gelombangnya walaupun kecil. Putra putri bumi Indonesia yang ber-bagai2 etnik hendaknya mencatat kejadian2 secara tertulis agar ada bahan2 yang dapat dipelajari di kemudian hari.
Semua penjajah suka memakai taktik " Divide et Impera" dan memakai tameng etnik penengah perantara agar mereka dapat mengeduk untung dan mencuci tangannya bila ada ketidak puasan. Di Afrika penjajah memakai orang India, di Indonesia memakai orang Tionghoa. Dari zaman purbakala etnik2 yang dipergunakan penjajah sebenarnya telah berasimilasi baik dibidang kebudayaan maupun melalui perkawinan dan saling berkerja sama. Jangan kita termakan oleh semua ideologi yang memecah belah. Karena kita semua ciptaan dan umat Allah; hanya manusialah yang mem-bagi2 negara2 dengan batas2 secara hukum Barat. Extreme nasionalisme telah mengakibatkan perang dunia. Semua manusia mendambakan damai jiwa raga. Kita semua warga negara dunia, kita dapat ber komunikasi dimana saja dalam sekejap mata dengan teknology kini. Hilangkanlah rasa envy yang tidak sehat yang menyebabkan perpecahan