Tanya jawab dengan Bhante Uttamo 1

Posted on December 14 2010 by Cherry Hidayat /IM

Namo Buddhaya, Bhante,
1. Saya melihat di agama lain bahwasanya kalo kita percaya dengan agama mereka, maka
mereka akan disembuhkan. Saya melihat banyak kesaksian bahwa kalo umat mereka sakit
apapun, asal ikut kebaktian dan dijamah tuhan mereka, mereka bisa sembuh. Ada yang
gak bisa berjalan setelah ikut bisa sembuh.

Yang mao saya tanyakan kepada Bhante : apakah benar ada kejadian seperti itu dan
kenapa hal tersebut bisa terjadi ?

2. Dalam Agama Buddha terdapat 3 aliran yaitu Theravada, Mahayana dan Tantrayana.

Yang mao saya tanyakan ke Bhante : mengapa dalam ajaran Mahayana kebanyakan
ajarannya mengarah ke ajaran Bodhisatva dan sutra-sutra yang dibacakan itu kebanyakan
sutra Bodhisatva ?

Apakah dalam Ajaran Sang Buddha pernah cerita mengenai sutra-sutra
tersebut ? Contohnya : Mahakaruna Dharani, Amithaba Sutra, Bhaisjyaguru
Sutra ?

Terima kasih atas jawaban Bhante.

Jawaban:

1. Memang sering terdengar dalam masyarakat adanya kegiatan penyembuhan seperti
yang disampaikan dalam pertanyaan. Namun, kalau dari ribuan orang yang hadir ada
beberapa orang saja yang sembuh, berarti lebih banyak mereka yang tidak sembuh
daripada mereka yang bisa disembuhkan.

Padahal, mereka yang tidak sembuh, mungkin juga memiliki keyakinan yang sama atau
bahkan lebih yakin dengan mereka yang telah tersembuhkan.

Dalam pengertian Buddhis, mereka yang tersembuhkan dalam upacara itu adalah karena
kamma baik yang mereka miliki telah mendukung untuk kesembuhannya. Upacara yang
dilakukan hanya sarana untuk mempercepat kamm baik yang mereka miliki matang.

Apabila mereka belum memiliki kamma baik yang mendukung, maka meskipun mereka
berkali-kali mengikuti upacara seperti itu, mereka tetap tidak mendapatkan kesembuhan
seperti yang diinginkan.

Demikian pula kalau kesembuhan dapat dicapai dengan suatu upacara ritual belaka, maka
tentu tidak ada lagi orang yang bersedia menjadi dokter
atau membuka rumah sakit. Semua orang akan mengikuti dan belajar melakukan upacara

ritual agar dapat menyembuhkan orang sakit. Namun, ternyata masih banyak orang yang
menjadi dokter serta membuka rumah sakit. Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua
orang memiliki kamma baik yang mendukung agar ia bisa segera sembuh dengan
mengikuti upacara ritual tertentu.

Jadi, memang ada upacara ritual yang mengkondisikan kamma baik berbuah dalam
bentuk kesembuhan. Namun, janganlah terheran-heran dengan hal itu karena kesembuhan
bukan hanya disebabkan oleh suatu upacara tertentu.

Kesembuhan lebih memerlukan kamma baik yang mendukung daripada suatu upacara
ritual.

2. Dalam masyarakat Buddhis berkembang Agama Buddha dengan dua tradisi besar yaitu
tradisi India yang dikenal dengan istilah Theravada, dan tradisi Tiongkok yang dikenal
dengan istilah Mahayana. Tantrayana atau Vajrayana atau Agama Buddha dengan tradisi
Tibet lebih sering digolongkan sebagai bagian dari Agama Buddha tradisi Tiongkok.

Perbedaan Agama Buddha tradisi India dengan tradisi Tiongkok secara sederhana dapat
dilihat dari saat Pangeran Siddhattha mencapai kebuddhaan.

Saat Pangeran Siddhattha mencapai Penerangan Sempurna di Bodhgaya menjadi Buddha
Gotama dapat dianggap sebagai titik nol untuk mempelajari kedua tradisi besar dalam
Agama Buddha.

Theravada lebih banyak memberikan keterangan dan penjelasan yang berhubungan
dengan berbagai kejadian setelah Pangeran Siddhattha mencapai kebuddhaan. Karena itu,
berbagai kotbah Sang Buddha banyak dikutip dalam penjelasan secara Theravada.

Mahayana lebih banyak memberikan keterangan dan penjelasan yang berhubungan
dengan berbagai kejadian sebelum Pangeran Siddhattha mencapai kebuddhaan. Karena
itu, berbagai penjelasan Dhamma dalam Mahayana banyak membabarkan tentang
bodhisatta atau calon Buddha.

Adanya perbedaan itu pula yang menyebabkan beberapa bagian kitab suci yang
dipergunakan di kedua aliran tidaklah sama. Dharani dan sutra yang ditanyakan di atas
tidak terdapat dalam Kitab Suci Tipitaka yang dipergunakan Agama Buddha tradisi India
atau Theravada.

Meskipun ada sedikit perbedaan di antara kedua aliran besar ini, hendaknya para umat
Buddha tidak mempertajam perbedaan tersebut. Umat Buddha hendaknya lebih banyak
membicarakan berbagai persamaan yang ada di kedua tradisi.

Dalam bahasa sederhana, berbagai hal yang sama dalam kedua tradisi hendaknya tidak
dibeda-bedakan.

Sebaliknya, hal yang berbeda dalam kedua tradisi hendaknya tidak dipersamakan.

Setiap umat Buddha dapat memilih dan menjalani Agama Buddha dengan tradisi yang
sesuai kecocokan masing-masing tanpa harus saling menjelekkan tradisi lain.

Semoga jawaban ini bermanfaat.

Salam metta,
B. Uttamo

This post was submitted by Cherry Hidayat /IM.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

One Response to “Tanya jawab dengan Bhante Uttamo 1”

  1. anisa rahman says:

    NAMO Buddayya ,Bhante
    1.saya menganut agama bhudda.yg blm begitu lama ,biasa dlm rangka menyambut imlek biasanya ada semacam ritua(smbyng) untk mengantar para dewa dan jatuh pada penanggalan cina tanggal 23bln 12, nah bagai mana tata cara ritual tersebut di laksanakan.
    terimakasih atas jawaban bhante

Leave a Reply