
Setelah selama lebih dari 7 tahun ditahan oleh rezim Junta Militer Myanmar, Aung San Suu Kyi akhirnya dibebaskan hari ini, Sabtu (13/11/2010).
Pemimpin Partai Liga Nasional Demokratik itu ditahan setelah rezim militer menyerang para pendukungnya pada 30 Mei 2003 lalu.
Namun banyak orang yang meyakini bentrokan yang dijadikan alasan penangkapan itu telah direncanakan rezim militer. Akibat bentrokan itu, rezim militer juga telah menutup kantor Partai Liga Nasional Demokratik dan menahan para pemimpin dan pendukung partai tersebut di Yangon dan kota-kota lainnya.
Bukan sekali itu saja Suu Kyi ditahan. Sejak partainya memenangkan pemilihan umum pada 1990 lalu, rezim Junta Militer setempat telah menahan dan mengintimidasi Suu Kyi dan pendukungnya secara terus-menerus. Dia sungguh telah mengalami penderitaan, mulai dari penahanan rumah dan penjara hingga ratusan pendukungnya ditahan, yang sebagian besar tidak melalui proses pengadilan.
Daw Aung San Suu Kyi, nama lengkapnya, lahir pada tanggal 19 Juni 1945 di kota Rangoon, Myanmar. Ia adalah putri dari Jenderal Aung San dan Daw Khin Kyi. Ayahnya seorang pemimpin nasional Myanmar (Burma) yang dibunuh pada tanggal 17 Juli 1947. Kematian ayahnya telah menjadi simbol perjuangannya untuk perdamaian dan kemerdekaan bangsa Burma.
Aung San Suu Kyi dididik di kota Rangoon sampai ia berusia 15 tahun. Pada tahun 1960, ibunya ditunjuk oleh pemerintah Myanmar menjadi duta besar untuk India dan Nepal. Ia ikut menyertai ibunya ke Delhi dan kuliah di Fakultas Ilmu Politik Universitas Delhi.
Sejak 1964, Suu Kyi melanjutkan pendidikan di dua universitas di Inggris. Dia memperoleh kesarjanaan di bidang ekonomi, politik dan filsafat sekaligus.
Suu Kyi juga meraih Nobel Perdamaian pada 1991. Dengan pembebasannya hari ini, Seluruh dunia riuh menyambutnya. Pembebasannya dianggap akan membuka pintu untuk demokrasi.
This post was submitted by Viva/IM.

