KEPOLISIAN Diraja Malaysia ternyata tak hanya menangkap tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah, tetapi juga merampas seluruh harta TKI. Setidakya hal itulah yang dialami Hendry (29), TKI asal Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Ketika ditemui Antara di penampungan TKI bermasalah di Tanjungpinang, Selasa (7/9), Hendry mengaku baru diusir Pemerintah Malaysia. Tak hanya itu, seluruh uang miliknya juga dirampas polisi Malaysia yang menangkapnya.
“Saya juga dicambuk satu kali karena kabur dari majikan tanpa membawa dokumen sebagai pekerja asing di Malaysia,” ujar Hendry.
Hendry selama ini bekerja di perkebunan karet di Malaysia, selama satu tahun dua bulan. Untuk bisa bekerja di sana, dia mengantongi semua dokumen lengkap.
Namun, belakangan ini, Hendry merasa tak betah sehingga memutuskan mencari pekerjaan lain. Ini membuat paspor dan dokumen lain ditahan sama majikan.
Hendry pun tertangkap polisi Malaysia. “Ratusan ringgit uang milik kami dikuras saat ditangkap polisi Malaysia. Karena itu kami tidak memiliki uang selama berada di tahanan sampai dipulangkan ke Tanah Air,” kata Hendry.
Sementara Hafid (27), TKI asal Jawa Timur, mengatakan, selain uang, polisi Malaysia juga merampas seluruh barang yang dibawa TKI saat ditangkap. “Sekitar tiga bulan lalu, teman saya yang berada dalam satu ruangan juga disiksa dengan hukuman cambuk hingga meninggal dunia,” kata Hafid
This post was submitted by Liputan6.com/ULF/wk.
























Memang spt itu prilaku police negri jiran,beda tipis …x dgn sedulurnya di negri "antah brantah'.krnnya jgn mau jd budak dsana.Semua tki/kw {2jutaorang} plg ksini,negara ksh makan 3 bln, lht hasilnya ambruk tuh ekonomi malaysia,biar kita punya posisi tawar yg baik,jg cuma djadikan budah aja…..