Setiap kali mendengar para ilmuwan Indonesia lebih memilih berkarier di luar negeri, hati ini jadi miris. Betapa tidak, dari sekitar 800 ilmuwan Indonesia di luar negeri, sekitar 400 orang di antaranya bekerja di institusi
penelitian bergengsi, bahkan banyak yang menduduki posisi penting. Untuk itu, semestinya pemerintah Indonesia mawas diri dan mengatahui alasan para aset bangsa itu “lari” ke luar.
Wakil Ketua Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4) Dr Arif Satria mengingatkan bahwa para ilmuwan tersebut adalah aset bangsa yang seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan negara. Mereka bisa dimanfaatkan untuk membuka akses bagi ilmuwan di Indonesia untuk belajar atau melakukan riset di institusi tersebut, serta membagikan informasi bagi Tanah Air menyangkut kemajuan penelitian di suatu negara.
Saya pribadi sepakat dengan pendapat Arif bahwa para ilmuwan yang bekerja di luar negeri bukan pengkhianat bangsa. Mereka memilih berkarya di luar negeri karena pertimbangan karier yang lebih bagus dan lebih dihargai. Jadi, secara finansial mereka lebih terjamin. Coba bandingkan dengan pendapatan di Indonesia. Akan tetapi syukurlah, pada Juli 2009 telah dibentuk I4 untuk merangkul ilmuwan Indonesia yang berada di seluruh penjuru dunia. Mudah-mudahan lewat lembaga itu jasa mereka dapat digunakan bagi Tanah Air.(sinarharapan)
This post was submitted by Yasmine Jessica – Jakarta Selatan.






















