Sering kemping di Ontario kami sudah pernah melihat beaver. Yang paling sering melihat beaver dam atau bendungan hasil karyanya maupun beaver lodge, rumah mereka. Baru di hari ini, Kamis 27 Agustus, ketika kami hiking di sekitar Wonder Lake, kami bertemu beaver yang sedang memotongi dahan dan ranting pohon guna merenovasi rumah mereka. Barangkali kedua pasutri pa en ma beaver mau menambahkan satu kamar tidur sebab konon ada mat kodak yang sempat ngeliat pitiknya. Bisa juga mereka mau meng-upgrade dapur mereka sebab sekarang perlu masak buat lebih banyak mulut
. Ini mah jelas eror yah dongengan Bang Jeha tapi sungguh suatu kejadian yang langka bisa melihat beaver sibuk bekerja di siang hari bolong. Tak lain tak bukan karena tempatnya memang cagar alam terluas seAmrik, Denali Park, 6 juta acre sahaja.
Sebetulnya kami hiking di pagi hari Kamis itu adalah untuk pergi ngelamun
di tepi kolam yang disebut Reflection Pool sebab bisa memperlihatkan si Denali di pantulan airnya. Cuaca cerah luar biasa namun memang dingin. Ada
bagusnya sebab kaga kebayang hiking pakai dikerubungi nyamuk Alaska yang
di suhu single digit saja masih bisa eksyen mau coba-coba menyedot darah beta. Nah, disuguhi pemandangan langit tak berawan di Pegunungan Alaska, Mt
McKinley menjulang megah, kami menemui banyak sekali margasatwa. Dari mulai moose yang asyik melahap lalap pohon pinggir jalan sampai ke keluarga beaver tersebut. Dari mulai gray jay, burung yang beterbangan leloncatan di pucuk pohon cempaka, eh cemara sampai ke trumpeter swan, jenis bangau guede nan indah. Sedemikian banyaknya jenis satwa yang bisa dilihat di Denali Park, sampai kami bertemu beberapa turis asing, wong Jepun dan Belanda yang demen sekali kesitu. Si Jepun, Naruo Ono namanya adalah mat kodak amatiran dan ketika saya tanya, sudah 4 kali ke Denali. Pekerjaannya katanya cuma simple, desk job dan ia yang mengatakan, untuk dapat modal pergi ke Denali. Jelas ia jomblo dan itu sebabnya tak ada yang melarang si abang mau kemane juga
. Seriusan, jomblo-jomblo yang ke Denali tersebut keren abis rek. Kameranya sudah engga bisa dilawan oleh Canon P&S dan lensanya mek, segede bazooka alias udah pada pakai teropong 500 mm ke atas. Bener-bener kaga PD dah ke Denali pakai Canon point and shoot A570, beginilah kalau memilih punya isteri, wekekek
.
Cape deh jalan mulu, sehabis dari Reflection Pool seusai makan siang, kami
nyemplak bis ke tempat terujung di Denali Park bernama Kantishna. Dahulunya, 100-an tahun lalu sebelum cagar dibentuk, disitu daerah tambang emas. Ketiga orang Amrik pertama yang berhasil mendaki Mt McKinley adalah para penambang emas di tahun 1913 dengan perlengkapan jaman purba dan bermodal nekads. Soalnya puncak gunung itu tidak kalah ganasnya dengan Mt Everest sebab sudah berada tak jauh dari Kutub Utara. Dari perspektif geologi, Mt McKinley dasarnya ada di ketinggian 2000 feet dibandingkan dengan Mt Everest setinggi 29000 feet yang dasar gunungnya 19000 feet. Artinya dengan sampai ke McKinley, si pendaki sudah melakukan vertical climb 18000 feet dibandingkan dengan cuma 10000 feet tuk pendaki Himalaya.
“Bang Jeha, berapa duit sih kemping di cagar Amrik yang hebats tersebut,”
tanya prenku anak Emberikan. Di Wonder Lake campground, US$ 16 per campsite per malam dengan maksimum 4 orang doang. Jadi kami memakai 2 campsite dimana ongkos bookingnya US$ 5 per campsite. Terus ada ongkos bis yang membawa kami dari tempat parkiran di dekat pintu masuk, persisnya di Riley Creek campground ke Wonder Lake, US$ 31.45 per orang. Ongkos bis ini unik. Selama kami bepergian di dalam cagar Denali dan tidak keluar, kami bisa nyemplak bis di mana saja dalam cagar tersebut, gratisan. Mau turun naik 10 kali per hari juga oke dan ente-ente Melayu yang ga mau rugi, bisa terus duduk di bis dari mulai jam 5 pagi s/d 7 malam, ihik ihik
. Kaga ngeledek prens sebab semua supir bis merangkap jadi guide alias dari waktu ke waktu, kalau ada tontonan satwa yang bisa dilihat oleh siapa saja dan berteriak stop, ia akan stop dan mempersilahkan mat kodak turunin jendela kaca bis tuk jeprat-jepret. Itu sebabnya kami sudah melihat trumpeter swan, golden eagle, ptarmigan, moose, caribou, wolf, beaver sedang renovasi rumah
selain beruang grizzly.
Salah satu sebabnya bawaan kami ke Denali berjumlah 8 potong tas gede-gede adalah tak lain tak bukan, makanan bawaan kedua chef kami. Sedemikian wangi harumnya bau masakan mereka sehingga bule-bule di food shelter pada ngerubung mau melihat ini dua anak Asia pada masak apaan
. Kaga tahunya pasta, kidding. Masakan kami tetap bervariasi bergizi, 4 sehat 5 sempurna alias pakai ada susunya
. Dapat kami laporkan bahwa persediaan atau planning bahan bakar kami mencukupi sampai akhir kemping 3 hari di Denali, berhubung bukan saja WCnya flush toilet, juga airnya bisa diminum atau di-treat. Gitu dong Tante Sarah, ente boleh kalah di pemilu tapi jangan bikin malu nama Denali National Park. Satu kekecualian, kertas tissue buat bokernya yang tertipis dari seluruh campground yang selama ini kami singgahi. Dimaklumi dah guna kesejahteraan lingkungan sebab kata si noni petugas di kantor cagar, Denali Park adalah situs World Biosphere yang berarti ramah bagi planet kita…. (bersambung) …
This post was submitted by Bang Jeha.




























mantab,,,,