Native American Indians – Four Lakota Values – Empat Nilai Dalam Kepribadian Bangsa Lakota
Walaupun nenek moyang bangsa Native American Indians adalah suku bangsa yang hidup sangat primitive sekali namun mereka telah memiliki nilai-nilai kepribadian yang tinggi – terutama empat nilai kepribadian yang mereka sangat hormati. Adapun keempat nilai tersebut adalah sebagai berikut:
Pertama: Generosity – Kedermawanan – Wacantognaka
Kemurahan hati adalah salah satu nilai kehidupan yang dimiliki oleh setiap bangsa Lakota. Mereka belajar untuk memberikannya kepada anggota keluarga mereka dan kerabat, serta orang-orang miskin didalam komunitas mereka. Seorang Lakota dipandang bukan hanya karena kemampuannya untuk menyediakan makanan, pakaian dan tempat tinggal tetapi juga kemampuan untuk memberi dengan murah hati dan tidak menghitung biaya.
Bagi mereka lebih baik memberi yang banyak daripada memiliki yang banyak. Disebut pelit adalah suatu penghinaan yang terburuk. Ketika diadakan sebuah acara penting, tamu-tamu yang datang menghormati satu sama lain dengan memberikan hadiah-hadiah. Selama acara tersebut, para pemberi membagikan apa yang dimilikinya kepada orang lain – kadang-kadang seluruh miliknya..
Kedua: Courage – Keberanian – Woohitika
Melindungi dan menjaga orang lain berarti seseorang harus memiliki keberanian. Ini berarti harus
menghadapi hal-hal yang berat dan sulit untuk kepentingan orang lain. Oleh karena itu, seseorang diajarkan mengikuti teladan dari cerita-cerita bagaimana memiliki keberanian yang besar. Lakota belajar menghadapi bahaya tanpa melarikan diri dan bagaimana menghadapi kematian dengan bermartabat. Di masa lalu, merebut kekuasaan adalah cara untuk membuktikan bahwa Anda mempunyai keberanian.
Pada masa sekarang ini seseorang harus memiliki keberanian untuk menolak keinginan yang buruk yang terdapat dalam dirinya sendiri. Dibutuhkan keberanian untuk melakukan perubahan dan bukannya melarikan diri dari suatu masalah. Setiap orang yang melakukan sesuatu yang berbahaya untuk membantu orang lain layak dihormati dan dihargai.
Ketiga: Respect – Hormat – Wowacintanka
Agar orang dapat hidup bersama dalam damai, mereka harus menghormati satu sama lain. Seseorang yang lebih tua dihormati karena kearifannya, dan kaum muda dihormati karena mereka adalah orang-orang masa depan. Sikap ini juga berarti menghormati semua manusia lainnya di dunia.
Semua yang ada di dunia ini adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Semua orang merupakan anggota kerabat dalam suatu masyarakat. Orang suci memberitahukan kita “semuanya adalah satu.” Penghormatan ini dinyatakan dalam doa sehari-hari dan dinyatakan dengan cara kita bertindak. Hasilnya adalah sebuah kedamaian dalam keluarga, di antara bangsa-bangsa dan diantara orang-orang lainnya..
Keempat: Wisdom – Kearifan – Woksape
Pengetahuan dan kearifan orang-orang lebih tua sangat penting bagi kesejahteraan rakyat. Mereka
tahu bagaimana memberi “nasihat yang baik” untuk orang lain karena mereka telah melihat banyak hal-hal yang terjadi dan mengalami banyak perubahan-perubahan didalam kehidupan mereka.. Kebijaksanaan semacam ini membantu menciptakan kerukunan dan memahami berbagai kejadian di dunia dan disekitar mereka. Kebijaksanaan ini juga akan membantu kita melihat bahwa manusia lebih berharga daripada benda atau uang. Cara yang sebenarnya untuk menilai seseorang adalah melihat dalam dirinya sendiri.
Kebijaksanaan untuk menilai seseorang tidak akan ada artinya tanpa kuasa Allah. Rendah hati dan penuh perhatian terhadap orang lain adalah kekuatan paling bijaksana dari semuanya. . Kebijaksanaan adalah seperti matahari yang terbit pada waktu fajar – kemudian kita melihat segala sesuatu sebagaimana adanya. Inilah sebabnya mengapa orang-orang dahulu kala menghadap fajar ( ke timur) setiap hari untuk berdoa dan meminta Tuhan untuk membuat mereka agar berwatak bijaksana. (Disadur dari apa yang diceritakan oleh Ron Zeilinger mengenai kehidupan bangsa Lakota/IM)
This post was submitted by Eddy Djaja - Indonesia Media.


























