Kemping ke Alaska # 13

Posted on March 1 2010 by Bang Jeha

Menunggu camper bus

“Forget about it, don’t ever think!,” kata si Frank Sutton bule supir bis khusus Camper Bus kami dari gerbang Denali Park masuk sejauh 136 km ke dalam. Itu adalah jawabannya atas pertanyaan saya, mulai dimana kita sudah bisa melihat puncak Mt. McKinley, gunung tertinggi di Amerika Utara. Ia bukan becanda prens. Sebelum kami numpak bis 6 jam tersebut, kami sudah menonton film tentang Denali maupun kemudian banyak membaca. Dalam setahun, hanya ada sekitar 60 hari cerah dimana kita bisa melihatnya atau tidak tertutup awan tebal. Seorang park ranger bersaksi, dalam 100 hari, ia cuma bisa melihat 1 kali. Benny yang juga banyak baca, mengemukakan bahwa dalam bulan Juli baru sekali terlihat, bulan ini baru dua kali. Satu supir bis lainnya yang kami tumpaki belakangan berkata bahwa tahun lalu ia kerja 11 minggu berturutan, 4 hari seminggu, ia cuma bisa melihat 1 kali juga.

Frank tidak becanda. Jadi, ketika mulai malam hari tanggal 26 Agustus tak lama setelah kami

Di salah satu tempat perhentian berlatar belakang Alaska Range

sampai di Wonder Lake Campground, puncak Mt McKinley sedikit demi sedikit mulai membuka, kami tak percaya akan keberuntungan kami. Keesokan harinya, ajaib astagafirulah banget-banget, puji Tuhan dan semua dewa-dewi yang ente-ente percayai, seluruh gunung-gemunung di Pegunungan Alaska, Alaska Range tersebut terbuka dari mulai arah tenggara sampai barat dayanya dimana Mt McKinley, si bahenol nan cantik nampang hebring banget, kalau cuma NOKIA putus dah :-) .

Kalau ke anak Toronto sering saya katakan janganlah pada mati dulu mek, sampai ente berkesempatan ngedayung masuk ke Killarney Lake, kepada anak-anak Amrik kubersabda janganlah kalian kojor dulu sebelum ke Denali Park dan melihat pegunungan Alaska, terutama Mt McKinley yang dalam bahasa Indian suku Athabasca disebut Denali, berarti yang paling tinggi. “Tapi Bang Jeha, apa ente suruh kita kemping 100 hari buat bisa ngeliat entu gunung?,” Tanya pemirsa yang semart. Bener juga. Di jaman dahulu kala, saking jarangnya orang bisa melihat puncak itu, park ranger akan membangunkan para turis bila puncak terbuka, tak perduli waktunya di pagi hari buta sebab awan tebal setiap saat bisa menutupinya kembali. Suatu keajaiban telah terjadi berkat doa restu Anda semua dan masih banyak lagi keajaiban lainnya yang akan hamba dongengkan. Oya saking relanya hamba tewas setelah berkesempatan melihat Mt McKinley, kepada Benny dan Janti yang masih muda dan anak mereka masih sekolah, kuhibahkan bear spray bawaan kami yang cuma sebotol ketika kami mau tidur masuk tenda di malam hari. Seriusan, daerah atau cagar alam ini benar-benar bear country.

Kesusahan hidup terbayar lunas melihat pemandangan begini ini

Ketika kami masuk ke dalam, dua kali kami bertemu dengan dua beruang jenis grizzly. Yang pertama emak dan anak di kejauhan, yang kedua bangsa 100 200 meter dari pinggir jalan, dua grizzly sibuk menghabek berries di sekitar situ. Sedemikian seriusnya sehingga kami tidak boleh masak-memasak di campsite tapi harus di suatu food shelter dimana semua makanan setiap waktu harus disimpan disitu. Begitu juga semua perabot masak harus disimpan di food shelter dalam satu ruangan khusus anti beruang. Sampaipun odol sabun dan cem-macem wangian tak boleh dibawa ke dalam tenda atau ke campsite. Cuci piring dan perabotan masak juga ada tempatnya khusus, kaga bisa sembarangan. Gedenya beruang jenis grizzly memang engga main-main, kaya gorilla prens. Musuh

Beruang grizzly jimat ampuh untuk tidak nyimpan makanan di tenda

yang paling kita benci di dunia ini juga kita amit-amitin dah ketemu grizzly :-) . Apalagi mertua yang kita sayangi. Pitiknya aja udah segede beruang hitam di Ontario.

Anda yang suka ikut kemping trip Jeha Outfitter ke interior tentu tahu bahwa saya selalu menginstruksikan para peserta untuk tidak menyimpan makanan di dalam tenda alias semua mesti dikerek ke atas pohon. Bila saya kemping dengan bule yang disiplin, yang lebih tahu aturan dibandingin Melayu, odol sabun dan minyak wangi, semua harus dimasukkan ke dalam tas untuk dikerek. Satu benda yang bau dan kecium untuk disamperin beruang, semua peserta kemping jadi berperkara. Kalau tidak kena musibah, kojor sebelum saatnya, alamat kita kudu ngegotong nandu korban yang tak mau nurut aturan. Nah, habis melihat beruang grizzly sepanjang jalan, pakai kekeran lagi sehingga jelas banget, kedua anak

Portaging ke campsite a la TKI

Benny langsung menyerahkan semua “harta pusaka” mereka, cem-macem snacks, coklat permen, sebelum tidur. Kalau saja perilaku anak-anak yang ikut trip JHO sebaik demikian, niscaya Santa Claus akan selalu mengingat mereka.

Ketika ‘camper bus’ route yang lain tiba di perhentian bis dan para penumpang turun, semuanya membawa ransel atau backpack, segede alaihim. Tak ada satupun yang membawa tas tangan, sport bag, apalagi dos dibungkus tarp, jinjingan plastik, deeste. Saya udah curiga bahwa akan jauh jalannya dari tempat kami nanti diturunkan di Wonder Lake, sampai ke campsite. Bener azha. Akibatnya ke 6 sintingers jadi portaging a la ibuk-ibuk TKI yang baru pulang dari Arab Saudi. Kalau TKI pada hepi bisa pulkam bawa oleh-oleh, kami juga tak mau kalah hepinya, bisa sampai di Denali Park, Wonder Lake campground. Sampai kisah berikutnya, bai bai lam lekom….(bersambung) …

This post was submitted by Bang Jeha.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply