Ulama Kecam Kontes Waria di Aceh

Posted on February 28 2010 by Indonesia Media

Banda Aceh  – Kalangan ulama di Provinsi Aceh mengecam keras pelaksanaan kontes waria yang diselenggarakan di aula LPP RRI Banda Aceh, Sabtu (13/2) malam. “Kami mengecam keras pelaksanaan kontes waria dan tindakan itu telah menodai pelaksanaan syariat Islam di Aceh,” kata Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk Faisal Ali di Banda Aceh, Minggu. Ia menyatakan, tidak pada tempatnya dilakukan kontes waria karena perbuatan tersebut jelas-jelas bertentangan dengan Syariat Islam yang telah berlaku “kaffah” (menyeluruh) di provinsi berjuluk “Serambi Mekah” itu.

“Kontes itu, apapun alasannya jelas bertentangan dengan Syariat Islam dan kita berharap para pihak untuk mempertanggungjawabkan terhadap kegiatan yang bertentangan dengan adat dan budaya serta agama Islam tersebut,” katanya. Di dalam Islam, Faisal Ali yang juga Ketua Dewan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Aceh menyatakan tidak ada yang namanya “waria” tapi yang ada adalah “khuntsa” dan haram perbuatan jika laki-laki menyerupai wanita dan sebaliknya.

“Artinya, waria itu buatan manusia yakni laki-laki menyerupai perempuan. Sementara `khuntsa` yang ada dan diakui dalam Islam karena itu adalah ciptaan Allah SWT. Kalau waria itu adalah perbuatan yang melanggar kodrat Tuhan,” katanya. Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Darmuda juga mengecam dilakukannya kontes waria di Banda Aceh.

“Kita juga mengecam dan tidak mentoleransi digelarnya kontes waria apapun alasannya jelas bertentangan dengan mayoritas penduduk Aceh yang Islami,” katanya. Ia juga menyatakan heran kenapa bisa digelarnya kontes waria dan itu tidak pernah terjadi sepanjang sejarah Aceh. “Kami akan mempertanyakan kepada panitia, termasuk penyedia tempat digelarnya kontes waria di Banda Aceh itu,” kata anggota DPRA dari fraksi Partai Aceh itu.

Puluhan waria di Provinsi Aceh ikut serta dalam pemilihan Duta Sosial dan Budaya Aceh 2010 yang juga sebagai ajang silaturrahmi waria di Aceh. “Kegiatan ini sebagai ajang silaturrahmi kaum waria dan memilih Duta Sosial dan Budaya Aceh,” kata ketua panitia, Jimmy . Dalam kontes yang digelar di aula RRI pada Sabtu (13/2) malam itu terpilih sebagai Duta Aceh yaitu Angga alias Zifana Lestisia (19) asal kota Lhokseumawe. (YH-Indo)

This post was submitted by Indonesia Media.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

One Response to “Ulama Kecam Kontes Waria di Aceh”

  1. suka artis says:

    duuh… gimana nih infotainment jadi hal yang haram, sebenarnya sih gak banyak yang tau kalo infotainment juga menjadi hiburan, terutama buat kita, dan juga bisa tau kebobrokan artis yang kita duga, gak negatif aja, contoh si garry iskak, kalo bukan infotainment, bisa bisa kita gak kontrol korban2 berikutnya, tapi kadang emang infotainment kasar juga narasinya. yah,,, gimana dong

Leave a Reply