Armada Bertambah – Garuda Rekrut Ratusan Pilot

Posted on February 28 2010 by Harian Kompas Jakarta

PT Garuda Indonesia berencana merekrut 180 pilot baru setiap tahun mulai 2010 sampai 2014. Perekrutan pilot baru terkait dengan rencana maskapai pelat merah tersebut mendatangkan sejumlah pesawat baru. Rencananya, Garuda akan membuka 10 rute penerbangan baru tahun ini. Delapan di antara rute baru tersebut adalah Amsterdam yang sudah pasti diterbangkan 1 Juni 2010 via Dubai, Taipei yang rencananya terbang April, dan Brisbane pada Oktober. Sementara rute domestik baru adalah Ternate, Palu, Ambon, dan Bengkulu.

EVP Human Capital & Corporate Services Garuda Achirina menjelaskan, dalam rencana pengembangan bisnis sampai 2014, jumlah pesawat yang dioperasikan Garuda akan berjumlah 116 pesawat. Sementara saat ini jumlah pesawat Garuda 67 unit, yang dioperasikan oleh 670 set pilot dan kopilot. Asal tahu saja, dalam standar pengoperasian pesawat di dunia internasional dibutuhkan 3 set pilot dan kopilot untuk mengoperasikan satu pesawat.

“Tahun ini saja kami mendatangkan 23 pesawat baru. Jadi, untuk mengantisipasi terus bertambahnya armada sampai 2014, kami bekerja sama dengan tiga sekolah penerbangan, di mana kami bisa merekrut 180 pilot per tahun dari sekolah itu,” kata Achirina, Selasa (16/2/2010) Tiga sekolah penerbangan yang bekerja sama dengan Garuda untuk mencetak pilot baru adalah Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia di Curug, Banten, Bali Internasional Flight Academy (BIFA), dan Sekolah Penerbangan Nusa Flying Institute di Palembang.

“Kita lihat nanti berapa banyak sebenarnya kebutuhan pilot Garuda karena sangat tergantung 6dengan network baru yang akan kami buka. Saat ini kami bekerja sama dengan Bank Niaga dan Bank Syariah Mandiri untuk pengadaan pilot tersebut,” katanya. Sayang, Achirina enggan menyebutkan biaya yang dibutuhkan setiap tahunnya untuk merekrut pilot tersebut.

“Untuk mendukung penerbangan rute tersebut, Garuda akan mendatangkan 23 pesawat baru, 22 Boeing 737 New Generation dan 1 Airbus 330-200. Kemungkinan besar kami akan menyewa pesawat itu, bukan membeli. Dengan pertimbangan untuk peremajaan lebih mudah menyewa dibandingkan membeli,” kata juru bicara Garuda Indonesia, Pujobroto. (Gentur Putro Jati/Kontan)

This post was submitted by Harian Kompas Jakarta.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply