Pada suatu musim panas pada jaman dahulu kala, ketujuh dewan api suci dari bangsa Native American Indians Lakota (Sioux) berkumpul dan berkemah bersama. Matahari bersinar sangat terik dan bangsa mereka sedang
menghadapi kelaparan Dua orang pemuda pergi berburu.
Didalam perjalanan mereka kedua pria itu bertemu dengan seorang wanita muda yang cantik berpakaian putih. Dia seakan melayang saat ia berjalan. Seorang dari kedua pemuda itu memiliki keinginan yang buruk terhadap wanita itu dan ia mencoba menyentuhnya. Tetapi ketika ia melakukan hal itu, pemuda tersebut ditelan oleh awan besar dan hangus menjadi setumpuk tulang.
Wanita itu berkata kepada pemuda yang lainnya “Kembalilah kepada kelompok Anda, dan katakan kepada mereka bahwa saya datang.” Wanita yang suci ini membawa sebuah bungkusan. Ia membuka bungkusannya dan memberi orang-orang pipa suci dan mengajar mereka bagaimana menggunakannya untuk berdoa. “Dengan pipa suci ini, Anda akan berjalan seperti doa Anda yang hidup,” katanya.
Wanita itu mengatakan kepada bangsa Lakota tentang nilai kerbau, nilai
wanita dan nilai dari pada anak-anak. “Kau adalah dari Ibu Bumi,” katanya kepada perempuan. “Apa yang Anda lakukan adalah sama besar jasanya dengan apa yang dilakukan oleh para pejuang” Sebelum ia pergi, ia mengatakan kepada mereka bahwa pada suatu hari nanti dia akan kembali. Saat ia berjalan pergi, ia berguling empat kali. Lalu ia berubah menjadi seekor anak kerbau betina putih. Oleh karena itu ia dinamakan Kerbau Betina Putih atau Anak Kerbau Betina Putih.
Setelah kejadian yang penting pada hari itu bangsa Lakota menyayangi pipa mereka, dan ternak kerbau mereka memberikan hasil yang berlimpah (seperti apa yang diceritakan oleh John Lame Deer di tahun 1967). Banyak yang percaya kelahiran anak kerbau merupakan symbol keajaiban di Amerika Serikat pada 20 Agustus 1994 yang sekaligus melambangkan kebersamaan bagi umat manusia kedalam kesatuan hati, pikiran dan jiwa.
Kerbau atau Tatanka – Tatanka atau kerbau dijunjung tinggi oleh bangsa Lakota dari Native American Indian. Kerbau dihormati sebagai simbol Ilahi karena daging kerbau merupakah makanan utama dalam berbagai “pesta” untuk rakyat. Kerbau dengan relah menyerahkan dagingnya sendiri dan ia hidup untuk memberi makan kepada mereka. Semua yang ada pada kerbau disediakannya untuk setiap kebutuhan mereka antara lain untuk melindungi mereka dengan kulitnya untuk membuat rumah mereka (tipis adalah bentuk rumah Native American Indians), untuk menutupi tubuh mereka sebagai pakaian dan untuk melindungi kaki mereka sebagai sepatu..
Tatanka juga menyediakan dirinya untuk dibuat sebagai peralatan sehari-hari seperti jarum dan benang, mangkuk dan banyak peralatan lainnya. Dengan demikan kerbau merupakan keluarga yang setia bagi bangsa ini yang memungkinkan mereka menjalani kehidupan mereka .
Karena kerbau adalah hewan yang sangat penting bagi bangsa Native American Indians, simbol kerbau atau tengkorak kerbau selalu ada dalam semua kegiatan ritual mereka untuk selalu mengingatkan mereka atas jasa-jasa hewan ini yang telah sepenuhnya memberikan dirinya sendiri bagi kepentingan orang lain.
Kerbau merupakan simbol pengorbanan diri. Ia memberi sampai tidak ada
lagi yang tersisa padanya. Sifat ini ditiru oleh bangsa Native American Indians dalam kehidupan mereka. Murah hati dan memberikan apa yang dimilikinya kepada orang lain yang membutuhkan, atau memberi sesuatu untuk menghormati mereka adalah salah satu sifat yang paling dipuji..
(sumber dari tulisan Jim Yellowhawk, bangsa Minniconjou / Iroquois/Ron Zeilinger dan berbagai sumber lainnya di internet)
This post was submitted by Eddy Djaja.























