[BEKASI] Sekitar 150 jemaat HKBP Filadelfia, Kampung Jejalen Jaya, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Minggu (17/1) menggelar ibadah dan kebaktian Minggu di jalan raya lantaran tempat ibadah mereka digembok dan disegel Bupati Bekasi.Dengan menggunakan payung dan duduk beralas koran serta kardus, jemaat tetap bersemangat datang ke “Rumah Tuhan”. Ibadah yang berlangsung hikmad tersebut mendapat pengamanan cukup ketat dari Polres Metro Kabupaten Bekasi dan anggota Kodim.
“Kami sengaja tidak memasang tenda. Ibadah dilakukan secara terbuka seperti ibadah di alam terbuka. Kami hanya minta jemaat untuk membawa payung dan alas seadanya. Saya sangat terharu, jemaat tetap bersemangat. Saya sama sekali tidak menyinggung soal masalah penutupan itu dalam khotbah. Kami hanya berdoa syafaat agar mendapat pertolongan Tuhan,” ujar Pdt Palti Panjaitan, pemimpin jemaat Filadelfia kepada SP di Bekasi, Minggu (17/1).
Sementara itu, Panitia Pembangunan Gereja, Tigor Tampubolon menjelaskan bahwa pihaknya telah mendapat surat tembusan Komnas Ham kepada Bupati Bekasi yang mempertanyakan dasar penutupan dan pelarangan umat HKBP Filadelfia beribadah.”Kami sudah menerima tembusan surat yang dikirim Komnas Ham kepada Bupati Bekasi dan Kapolres Metro Bekasi, hari Kamis lalu. Saya tidak tahu apakah Bupati Bekasi sudah menjawab surat tersebut. Kami berharap Komnas HAM dapat membantu mediasi masalah ini,” ujar Tigor.
Adapun, Bupati dan Wakil Bupati Bekasi yang coba dihubungi untuk mendapat jawaban atas surat Komnas HAM kepada mereka tentang kasus HKBP Filadelfia tidak dapat dihubungi.
Gus Dur Pahlawan – Sementara itu, sekitar 5.000 umat Kristiani Kota dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat merayakan Natal dan Tahun Baru 2010 bersama-sama di halaman Gelanggang Olahraga Kota Bekasi. Dalam kesempatan itu, umat Kristiani Bekasi juga menyerukan gelar Pahlawan Nasional untuk presiden ke-4 RI, almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).Ketua Penyelenggara Acara Natal dan Tahun Baru 2010 Bersama, Rekson Sitorus, Sabtu malam mengatakan, perayaan Natal rutin dilakukan oleh umat Kristiani di Kota dan Kabupaten Bekasi walaupun agak terlambat.
Dengan adanya pertemuan ini, kata Rekson, diharapkan hubungan kekerabatan dan kekeluargaan di antara umat Kristiani yang tinggal di Kota dan Kabupaten Bekasi selalu terjaga dan dapat menciptakan suasana harmonis dengan umat beragama lainnya.Dalam kesempatan itu Rekson mengatakan, pihaknya juga memberikan dukungan kepada pemerintah agar memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Gus Dur yang telah memperjuangkan pluralisme di Indonesia. [E-5]
This post was submitted by Indonesia Media.



















Tuhan itu baik, Dia mendengar doa-doa orang yg percaya kepadaNya. Tidak ada yang sampai kepada NYA tanpa melalui YESUS KRISTUS.
buat bupati bekasi dan pemerintah kota bogor tolong dijawab atas dasar apa anda menyegel bangunan gereja? atau anda melarang umat nasrani untuk beribadah? jangan ada bahasa diplomatis,jawab secara gamblang..atau mari kita bersama-sama keseluruh pelosok bekasi, jawa barat atau seluruh indonesia untuk mencari semua bangunan ibadah (gereja,mesjid,mushola dimana2 termasuk di sekolah,pura,wihara) kalau alasan tidak mengantongi surat ijin langsung ditutup dengan tiada perkecualian.