Kemping ke Alaska # 10

Posted on January 17 2010 by Bang Jeha

Variasi makanan malam kami cukup oke punya, dari mulai nasi kuning dengan cem-macem lauknya yang sudah saya potret, ke ayam goreng dan sop, sampai ke sayur asem plus empal di malam kemarin. Namun, sayur asam tersebut termahal menurut kedua koki kami. Sebab airnya

Pompa air dari jaman nenek moyang kita

beli air botolan 500 ml 1$ lantaran air di campground di Yukon Territory ini mengenaskan alias air sumur yang tinggi kadar besinya maupun kandungan calciumnya. Dari bau dan warnanya ketika sudah dimasak, meskipun bukan sarjana kimia, kita sudah bisa menduganya. Satu pelajaran tambahan, kalau kemping ke tempat jin buang anak dan mertua begini :-) , kita perlu membawa filter air yang bisa menyaring sampai 0.3 micron seperti biasa dibawa Bang Jeha untuk kemping interior. Kemping ke Alaska ini, semua perbekalan perlu dibawa sepertinya. Sudah gitu, usaha untuk memompanya membutuhkan kepiawaian anak Indo dari jaman kuda masih gigit besi atau kampungan banget caranya :-) . Ya pakai pompa jaman nenek moyang.

Kami sudah mencapai lintang utara 64 derajat sejak masuk Dawson City, tempat paling utara yang

Sampai juga kami ke Top of the World Highway

pernah kami kunjungi. Sengaja kami melenceng dari Whitehorse tidak langsung ke Fairbanks tapi lewat Dawson agar bisa sampai di jalan raya bernama Top of the World Highway. Jalanan ini “mengerikan” dimana seperti pernah saya ceritakan, mobil yang kesana diwanti-wanti untuk sedia cadangan. Di campground sering kami lihat mobil dengan 4 ban cadangan di atas atapnya. Jelas mereka berjaga-jaga sebab kaga bakalan ada bengkel disitu kalau sampai ban amblas. Kami hanya melengkapi perbekalan kami dengan alat tambal ban doang dan syukurlah tak sampai perlu dipakai. Kalau kelokan 44 di SumBar menjelang desa Embun Pagi di tepi Danau Maninjau, maut jalanannya, Top of the World Highway 4 kali mautnya :-) . Bukan saja jurang di kiri kanan menganga selama puluhan km, jalanannya kerikil dan tanah serta di beberapa bagian rusak berat. Namun pemandangannya luar biasa indah, Danau Maninjau bagus, ia 4 kali lipat. It was worth our time and drive, effort and struggle, pakai istilah si bule.

Pemandangan dari jalan raya

Top of the World Highway selesai di perbatasan dengan Amrik menjelang desa atau kota kecil bernama Chicken. Sahaya yang nyupir sudah siap dengan skenario akan gimana ngomongnya sebab di dalam mobil kami masih ada pisang, mangga, sayuran disamping dendeng dan cem-macem makanan lain. Namun, tidak seperti ketika kami kemping masuk Seattle dari Victoria dimana soal makanan apa saja yang dibawa ditanyakan, si oom imigrasi merangkap bea cukai cuma kasih dua pertanyaan, “where is home?” dan “do you want your passport stamped?” yang kami mangguti. Ternyata stempelnya unik, cuma satu gambar moose cowok dengan tulisan di bawahnya, Poker Creek, Alaska. Kaga jelas kenapa tempat di perbatasan itu demikian namanya. Barangkali dulunya tempat judi para penambang emas sebab tak jauh ada sungai Fortymiles River tempat pendulangan emas di akhir abad ke 19.

Ketika kami belakangan bertemu dengan beberapa turis dari Jerman sehabis dari perbatasan itu, salah seorang memperlihatkan paspornya yang tahun lalu distempel gambar beruang dari situ juga. Rupanya kantor imigrasi Amrik di tempat itu bagai restoran McDonald, entah hadiahnya

Contoh parahnya jalanan disitu

apaan kalau sudah punya 5 gambar :-) .   Karena tingginya lintang, maka suhu sudah semakin dingin, 5C ketika tidur semalam. Bagusnya nyamuk atau serangga lainnya sudah hampir tiada batang hidungnya :-) . Padahal orang ngeri banget dengan serangga di Alaska. Ketika kami mendarat di Little Doctor Lake, kami dikerubungi digigiti nyamuk hutan yang masih beringas. Si Morgan sang pilot tenang-tenang wae ngisiin bensin kapal capungnya. Katanya, “This is nothing, you come in the spring, they are brutal.” Jelas ke Nahanni di musim semi adalah untuk orang gila dan kami meski sinting sedikit, belum perlu jadi pasien RSJ Grogol :-) . Bawaan screen house perlengkapan kemping kami adalah salah satu yang sudah menambah kenyamanan hari-hari kemping. Peralatan kedua yang esensil adalah car charger dimana kami nge-charge lagi baterei-baterei kamera, senter, video dan laptop.

Sampailah kami ke Alaska setelah nyupir sekitar 5000an km

Masuk Alaska maka sambungan Internet kami tidak leluasa lagi lantaran 3G punya kumpeni Benny hanya berlangganan unlimited capacity di Kanada. Di Alaska atauAmrik, biayanya 3$ per megabyte, tak us us yah :-) . Oleh karena itu, mulai hari ini sampai keluar lagi dari Alaska, bila nasib Anda baik, kami bisa mengirimkan posting dari tempat yang ada hubungan Internet nirkabel gratisan.Hal itu sudah terjadi begitu masuk kota bernama Tok. Mampir di visitor centredan All Alaska Gift Shop yang mengiklankan free wifi guede-guede di depantoko. Pinteran wong Amrik rek. Ibuk-ibuk belanja disitu selama setengah jam,biayanya cukup untuk download movie, ihik ihik :-) . Becande prens, oke lachyauw kami turis Kanada mendukung perekonomian tetangga kami yang lagi ancur,iya engga :-) . Sampai berjumpa di seri berikutnya dan semoga banyak fasilitasnirkabel gratisan di negara bagian ini…. (bersambung) …

This post was submitted by Bang Jeha.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply