|
|
Renungan untuk Mother's day
P. Tunggono/Indonesia Media
Suatu kali, seorang anak muda berkata kepada saya, “Pak, kepada saya ditawarkan baptisan Roh Kudus oleh pendeta dari gereja teman saya, katanya, agar saya bisa berbahasa Roh.”
“Lalu?” sahut saya tenang.
“Saya ragu, sebab itu saya bertanya kepada bapak,” katanya sambil menantikan jawaban.
Dengan tersenyum saya memberikan nasihat kepadanya sesuai dengan catatan Alkitab. Injil Markus 1:8 bu nyinya demikian, “Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia [Yesus Kristus] akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.”Ayat ini diucapkan oleh Yohanes Pembaptis. Dia tahu jelas posisi dan status dirinya. Dia hanyalah hamba Allah yang diutus Allah untuk membuka jalan bagi datangnya Yesus Kristus, Sang Juruselamat yang dijanjikan Allah. Dia menegaskan bahwa satu-satunya pribadi yang berhak membaptis dengan Roh Kudus adalah Yesus Kristus. Bukan oleh manusia biasa – entah pendeta, atau penginjil, atau nabi, atau rasul, atau siapa saja yang ‘berani-berani’ menawarkan baptisan Roh Kudus!
Pelayanan Yohanes Pembaptis adalah untuk mempersiapkan pelayanan Tuhan Yesus, yang menyerukan pertobatan disertai dengan iman kepada Injil -- yaitu kabar keselamatan dari Allah melalui pribadi dan karya Yesus Kristus (lihat: Markus 1:15). Bagi mereka yang menerima Injil (Kabar Baik) itu, akan dibaptis dengan Roh Kudus masuk ke dalam warga Kerajaan Sorga. Dan, yang melakukan baptisan Roh Kudus ini adalah Yesus Kristus sendiri. Dan, sebagai simbol dari baptisan Roh Kudus adalah baptisan air; di kemudian hari Tuhan Yesus memerintahkan agar baptisan air ini dilakukan dalam nama Allah TriTunggal yaitu: Bapa, Anak, dan Roh Kudus (lihat: Matius 28:19). Jadi, rumusannya berbeda dengan baptisan air yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis.
Kembali ke baptisan Roh Kudus, kapan hal itu terjadi? Bila seseorang rela bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruslamat pribadinya. Maka, pada saat itu Tuhan Yesus dengan Roh Kudus akan membaptiskan orang tersebut masuk ke dalam “tubuh Kristus” (gereja yang tak kelihatan, yang universal). Dengan kata lain, dia resmi menjadi anggota Kerajaan Sorga. Hal inilah yang ditegaskan oleh rasul Paulus dalam Surat I Korintus 12:13, “Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi,maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh, dan kita semua diberi minum dari satu Roh.” Nah, sebagai simbol dari baptisan Roh Kudus itu adalah baptisan air yang dilakukan demi Nama Allah TriTunggal -- entah dengan model selam, atau percik, atau siram, tidak ada masalah. Yang mensahkan sebuah baptisan air, bukanlah caranya, atau jumlah atau jenis airnya, atau lokasinya, atau pendeta yang membaptiskan, atau denominasinya. Tetapi, penggunaan Nama Allah Tritunggal inilah yang menjadikan upacara baptisan air itu kudus dan sah. Sebab itu, cukup dilakukan satu kali untuk selamanya. Karena Nama Allah TriTunggal tidak boleh sembarangan dipermainkan (lihat: Keluaran 20:7).
Sekali lagi, baptisan air adalah tanda seseorang masuk ke dalam gereja lokal (gereja yang kelihatan). Sedangkan baptisan Roh Kudus adalah sahnya seseorang masuk ke dalam gereja universal (gereja yang tidak kelihatan), keluarga Allah secara universal. Namanya dicatat dalam Buku Kehidupan di surga. Baptisan Roh Kudus ini adalah anugrah Allah, dan hanya bisa dan layak dilakukan oleh Allah sendiri melalui karya Tuhan Yesus dan Roh Kudus. Jadi, siapapun yang berani menawarkan untuk membaptis Anda dengan Roh Kudus, dia sudah meng”allah”kan dirinya, dan “mengambil alih” pekerjaan Tuhan Yesus dan Roh Kudus. Yohanes Pembaptis, seorang nabi yang besar saja menyatakan tidak layak melakukan baptisan Roh Kudus. Saya yakin sampai pada detik ini, tidak ada seorang manusia (“hamba Tuhan”) pun yang lebih besar dan lebih hebat dari Yohanes Pembaptis.
Sesungguhnya, jikalau Anda benar-benar beriman kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan, yang sudah mati bagi dosa-dosa Anda, dan bangkit kembali menjamin hidup yang kekal bagi Anda, maka Anda secara otomatis dan langsung akan dibaptiskan oleh Tuhan Yesus dan Roh Kudus. Anda tidak membutuhkan upacara atau kebaktian khusus untuk baptisan Roh Kudus. Yang diperlukan hanyalah baptisan air yang memasukkan Anda ke dalam gereja lokal. Titik. Selain itu, baptisan Roh Kudus tidak harus disertai tanda‑tanda lahiriah yang spektakuler. Satu‑satunya tanda yang mutlak adalah buah-buah pertobatan. Hidup berkemenangan setiap hari, setiap aspek, setiap keadaan, dan setiap tempat. Soal “bahasa Roh” adalah salah satu karunia Roh Kudus yang diberikan oleh Roh Kudus sesuai dengan kehendak Roh Kudus – bukan oleh kehendak manusia (bdk: I Korintus 12:11). Jelas sekali, tidak ada hubungannya dengan baptisan Roh.
Sebab itu, waspadalah! Janganlah Anda tergiur dengan tawaran-tawaran yang kelihatannya “hebat” atau “wah” padahal melanggar kebenaran Firman Tuhan. Penjelasan ini telah menjadi pencerahan bagi si anak muda yang berhahti-hati dan terbuka untuk belajar Firman Tuhan, sehingga ia tidak terjebak dalam “ajaran yang menyesatkan”, yang melawan kebenaran Firman Tuhan. Kiranya hal ini juga menjadi berkat bagi Anda.
| |