Jepang Minta RI Perbaiki Iklim Investasi

Bali Post/Indonesia Media


iNDONESIA mEDIALiga Parlementer Jepang-Indonesia dipimpin ketuanya, Taku Yamasaki, diterima Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden, Jumat (25/7) kemarin. Dalam kesempatan itu, Taku Yamasaki meminta Indonesia memperbaiki iklim investasi dan usaha. Menurut Yamasaki, posisi Jepang sebagai investor di Indonesia pada tahun lalu berada di urutan kesembilan. 'Kami sampaikan keinginan kami untuk meningkatkan posisi Jepang dalam investasi ke Indonesia,' kata Yamasaki.

Presiden Yudhoyono mengakui hubungan investasi agak menurun. Karena itu, Presiden berharap Jepang lebih banyak lagi berinvestasi di Indonesia. Selain itu, Presiden Yudhoyono menegaskan hubungan antara Indonesia dan Jepang sangatlah erat. Bukan hanya tingkat partai politik, tingkat pemerintah legislasi, juga antara warga masyarakatnya.

Indonesia MediaDi tempat yang sama, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga menerima delegasi OECD. Kata SBY, pemerintan menyambut baik tawaran Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) untuk memasukkan Indonesia dalam kategori Enhance Engagement bersama empat negara lainnya yaitu Cina, India, Brazil dan Afrika Selatan. Dengan bergabungnya Indonesia dalam organisasi dunia tersebut, dapat membantu pemerintah RI dalam mengevaluasi kebijakan pemerintah.

Presiden mengatakan, OECD memiliki data, statistik dan angka lengkap menyangkut perkembangan dunia, terutama perekonomian dunia. Selain itu, OECD juga melakukan banyak kajian kebijakan di berbagai negara, baik negara maju maupun negara berkembang, beserta keberhasilan dan kekurangannya.

Delegasi OECD yang diterima Presiden Yudhoyono adalah Sekretaris Jenderal OECD Angel Gurria, Direktur OECD Centre Eric Burgeat, dan Senior Economist Indonesian Desk Luiz de Mello. Angel Gurria yang berkewarganegaraan Mexico dan menjabat sebagai Sekjen OECD sejak bulan Juni 2008, menyerahkan laporan OECD tentang Indonesia kepada Presiden Yudhoyono.