Pelaku yang Menandatangani Perjanjian Linggarjati

Indonesia Media

“Hei, kamu yang berdiri di belakang,” ucap dosen sejarah. “Coba sebutkan para pelaku yang menandatangani Perjanjian Linggarjati!”

 

“Maaf, saya nggak tahu, Pak.”

 

“Apa? Nggak tahu? Baiklah, kalau begitu sebutkan saja tahun berapa perjanjian itu ditandatangani?

 

“Maaf, saya nggak tahu juga, Pak.”

 

“Nggak tahu sama sekali? Bahan itu kan sudah saya tugaskan untuk dibaca minggu lalu. Lantas untuk apa kamu datang ke sini?”

 

“Mau memeriksa kabel lampu ini, Pak. Saya petugas PLN.”

 

Tipe Cowok dari Cara Minum Kopi

 

1. Cowok Pendiam

Melihat secangkir kopi mengepul panas-panas dia hanya diam saja dan hanya memandang jauh ke dalam cangkir itu… sampai kopinya dingin masih didiemin saja…

 

2. Cowok Penyabar

Di depan sudah terhidang kopi panas… dia tunggu dengan sabar sampe kopi itu dingin, terus dia minum pelan-pelan, sesekali disruput dalam-dalam… bisa berjam-jam menikmati secangkir kopi itu…

 

3. Cowok Pencemburu

Gak bisa diem dia liat temennya srupat-sruput kopi aceh sementara dia hanya dapet kopi instan…

 

4. Cowok Penyayang

Sebelum minum kopi dia pegangin cangkir itu… diusap pelan-pelan bibirnya (bibir cangkir maksudnya, siapa tahu ada bakteri nempel), setelah itu dia berkata… oh my coffee, i miss u, i like u, i need u… slurpssss…

 

5. Cowok Gak Penyabar

Begitu liat di meja ada secangkir kopi dia embat saja tanpa permisi… (bahkan dia rela minum kopi panas-panas… biar gak keburu ketahuan heheheh)

 

6. Cowok Pemalu

Gak berani nyruput kopi di muka umum… apalagi di depan calom mertua… biasanya dia bawa secangkir kopi itu ke toilet atau kalo nggak mukanya ditutupin koran pas dia minum…

 

Teknik Berjalan di Atas Air

 

Tiga orang filsuf bermaksud untuk bersemedi di tepi sebuah danau.

 

"Waduh, aku lupa membawa alas duduk," kata filsuf pertama.

Ia lalu pamit, melangkahkan kakinya di atas air danau, dan menyeberanginya menuju ke tempat tinggal mereka di seberang danau.

 

Ketika ia kembali. Filsuf ke dua berkata, "Aku lupa menjemur bajuku. Aku pergi dulu ya." Ia berjalan di atas air danau dan menyeberanginya dengan mudah.

 

Filsuf ke tiga berpikir bahwa kedua rekannya itu pasti ingin unjuk kebolehan di hadapannya.

"Ah, aku juga bisa. Lihat saja," katanya. Ia lalu melangkahkan kakinya ke atas air danau dan langsung tenggelam. Filsuf ke tiga ini berenang ke tepi, dan kemudian mencoba lagi untuk berjalan diatas air dan kembali gagal.

 

Ia terus mencoba sampai akhirnya filsuf ke dua berkata kepada filsuf Pertama, "Sebaiknya kita beritahukan saja letak batu-batunya."

 

Katakan dengan Dua Kata Saja

 

Seorang cowok muda tampan yang berpakaian aneh berjalan menuju bar. Ia melihat seorang cewek yang heran memandanginya. Ke-geer-an, si cowok menghampirinya dan berkata,

 

"Aku akan melakukan apa pun untukmu, Cantik. Katakan apa maumu dalam dua kata, dan aku akan menurutinya, kamu cuma perlu bayar lima ribu rupiah."

 

Setelah diam sejenak, si cewek membuka dompetnya dan memberi cowok itu, lalu berbisik, "Bersihkan rumahku”.

 

Peringkat Korupsi di Dunia

 

Suatu malam, presiden Indonesia yang sedang getol memberantas korupsi di segala bidang bermimpi, dalam mimpinya dia ditemui oleh kakek tua berbaju putih yang berkata, “Hai anakku, bagaimana dengan korupsi di negaramu?”. Dengan sangat cekatan sang presiden ini menjelaskan dengan sangat diplomatis layaknya di konferensi pers, “kakek, pemberantasan korupsi di Indonesia pada masa pemerintahan saya telah mencapai angka yang relevan dan signifikan” jawabnya dengan penuh bangga. “Ooo begitu ya…, mari ikut saya” balas si kakek tua.

 

Akhirnya si kakek tua ini mengajak berkeliling Presiden Indonesia ini ke sebuah tempat. Ternyata di sana ada banyak sekali indikator tingkat korupsi di seluruh dunia dalam bentuk jam pasir yang mewakili tiap negara, dan si kakek tua itu menjelaskan satu per satu

 

“Lihatlah ini juga, ini indikator milik Amerika Serikat, jam pasirnya bergerak lambat, artinya ada korupsi tetapi rakyatnya masih makmur,” tambah kakek tua..

“Ooh ya ya..,” Presiden Indonesia mengangguk

 

“Lihatlah ini adalah indikator negara Brunei Darussalam, jam pasirnya bergerak sangat lambat, ini menunjukkan hampir tidak ada korupsi sama sekali sehingga rakyatnya makmur sekali,” kata kakek tua

 

“Ooh begitu..,” Presiden Indonesia kembali menjawab

 

Mereka berkeliling melihat jam korupsi di seluruh dunia, sampai akhirnya Presiden Indonesia itu bingung dan bertanya, “Koq sampai sekarang saya tidak melihat jam milik Indonesia? Berarti di Indonesia tidak ada korupsi sama sekali? Betul kan kakek tua apa yang saya bilang. Hebat juga, pemimpin negara di Indonesia memang saleh!”

 

Kakek tua inipun dengan kesal menjawab, “Dasar orang Indonesia, jam buat indikator aja diembat…”

 

Karena saking shocknya, Presiden Indonesia pun sampai terbangun, “Oh… untung cuma mimpi…”

 

 

       

 


FastCounter by bCentral