Nellie Lake Second Trip # 10
Indonesia Media
Puas bermain truf di hari Minggu sore 2 September tersebut, saya bersiap-siap
membantu Hartoni membuat pasta. Ia membawa lebih dari 2 kilogram tortelini
yang ex toko, artinya kemasannya bagus. Kalau saya atau Cecilia yang beli
pasta, kami cari yang murah dan belinya di toko bulk food aja. Engga apa apa,
rookies perlu kita dukung :-). Menurut teori atau di kemasan, katanya 70 gr
pasta per orang sudah akan cukup dan kami cuma ber-18, artinya 2 kiloan akan
cukup-kup-kup. Mulailah kami membagi 6 pak pasta a 350 gram menjadi 3 batch
sebab kami akan masak 3 kali mengingat sukar memasak semuanya sekaligus.
Lagipula ada 2 kelompok pemain truf yang akan gengsi kalau dipanggil disuruh
makan. Hartoni sudah mempersiapkan freeze-dried pepperoni yang dipotongnya
kecil-kecil sesuai petunjukku. Ia juga sudah membeli bumbunya, khusus merek
Knorr jenis sundried tomato satu rupa dan roasted garlic serupa lagi.
Air kami didihkan sesuai instruksi di kemasan pasta, ini bagusnya beli ex
toko sebab koki-koki asli lagi pada main kartu. Air mendidih, pasta batch
pertama kami masukkan. Setelah sekitar 5 menit, sepertiga jatah pepperoni
dimasukkan juga dan ditunggu 5 menit lagi sampai pastanya empuk. Al dente
kata Hartoni yang rupanya ngerti cara masak pasta a la italiano :-). Pasta
plus pepperoni lalu kami bawa ke fireplace dan airnya kami tiriskan disitu.
Air ditinggalkan sedikit saja secukupnya, untuk lalu kami masukkan saos di
atas. Dikasih minyak zaitun satu dua sendok dan diaduk-aduk, masih di atas
api. Ditunggu satu dua bentar dan kami pindahkan ke panci yang gedean supaya
panci kecilnya bisa dipakai untuk batch berikutnya. Karena pengalaman dengan
bulgogi pita a la SK :-), kuanjurkan Hartoni untuk hanya memberikan 2 scoop
doang dulu per orang (gede sih, saya sudah kenyang segitu). Batch pertama ini
diembat 6 remaja dan masih ada kesempatan untuk mereka nambah sering 1 scoop
lagi. Pasta sudah menipis hampir habis en toh wajah-wajah mereka masih
lapar :-). Kami tahu selain pastanya enak, mereka memang kelaparan. Satu dua
anak kebagian lagi satu dua scoop dan habis entek tandaslah sepanci pasta.
Sebagian yang keenakan banget langsung bilang ke ayah mereka, "Can we make
this at home?". Hartoni manggut dalam dan die belon tau aje, kaga mungkin
lach yauw bisa bikin pasta seenak di interior camping :-). Satu dua yang tahu
rahasianya bilang, "Anak elo mesti disuruh portage dulu turun naik tangga
rumah 1000 kali, baru pastanya akan seenak ini."
Batch pasta kedua diperuntukkan kami para bapak-bapak dan bujangan. Masih
ada sisa beberapa scoop dan diembat satu dua ABG yang masih belum kenyang.
Demikian pula di batch ketiga terakhir, ada yang bak vulture terus memantau
isi panci pasta dan si "gagak" dibagi juga oleh Hartoni yang tidak sampai
hati. Dua kilo lebih pasta, tidaklah cukup prens sadayana kalau kita bawa
7 remaja. Pasta with freeze dried pepperoni selain mudah memasaknya, enak
punya, selalu disenangi anak-anak kita. Juga jenis makanan itu bisa
dihidangkan di hari-hari terakhir, meskipun kita kemping di musim panas
karena tidak butuh pendinginan. Pengetahuan akan jenis masakan seperti ini,
enak, tahan lama, relatif ringan, penting sekali bila Anda akan canoe camping
berhari-hari masuk hutan. Interior camping yang ideal adalah sebenarnya
looping atau kita tidak melewati danau yang sama lagi, tetapi akan kembali ke
awal perjalanan. Hanya dibutuhkan peserta yang gendhengnya sudah muanteb
alias jarang Melayu yang pernah melakukannya kecuali hamba dan nyonya.
Karena keesokan harinya kami harus bangun pagi-pagi, rapat para pemegang
saham Nellie Lake trip memutuskan jam 5 untuk bisa start paddling jam 7,
kami tidak berlama-lama ngerumpi di muka api unggun. Jam 10 semua sudah
masuk ke dalam tenda dan tidak lama sudah terdengar suara dengkuran. Patut
dicatat bahwa ke 7 anak remaja kami masih tetap anak Indo alias nurutan
ke babe enyaknya sehingga memudahkan daku mengatur segalanya di trip ini.
Sampai kisah berikutnya.
... (bersambung) ...
|