MISSION TRIP TO UGANDA – Bagian ke-3 (Tamat)
Butce /Indonesia Media
Jam 4 tepat ,parade band dengan musik-musik rohani dimulai dari gereja tempat seminar menuju lapangan. Meriah juga..orang-orang menari dan menyanyi, dilead oleh marching band ,sementara itu penduduk pada keluar rumah untuk menonton. Orang Africa seperti orang Irian pintar menyanyi dan sangat expressive. Tidak jarang mereka membuat suara kayak orang Indian..U..uu….u……Walaupun tidak seluruh lapangan terisi..tapi yang datang lumayan juga, sekitar 1000 orang. Group paduan suara dari bermacam-macam gereja tampil ke depan lengkap dengan gaya masing-masing. Menariknya lagu-lagu mereka banyak mengexpresikan kehidupan sehari hari, seperti mengikuti Yesus kayak makan tebu semakin ke pangkal semakin manis. Atau persaudaraan Kristen seperti adonan roti diulet-ulet jadi satu.Dan yang paling popular terutama di kalangan anak-anak, yaitu “Webale Yesus … Yesus penyembuhku, Esilimu Nokukiza… ..Omusuija Nokukiza.. Dia sembuhkan malaria dan AIDS ku…Rupanya bagi anak-anak ini., AIDS sangat common kayak flu aja.
Menurut kebiasaan setempat , anak-anak biasanya tidak dianggap penting dan selalu disepelekan. ( Seperti kisah di alkitab ketika murid-murid Yesus mengusir anak-anak kecil yang dianggap mengganggu, namun ditegur oleh Tuhan Yesus). Mereka sangat surprise bahwa dalam event gede ini kita memberikan perhatian khusus untuk anak-anak kecil, karena KKR di dahulukan dengan acara anak-anak dipimpin oleh Frida , lengkap dengan panggung bonekanya. And she did a very good job Banyak yang terpaku dengan heran melihat boneka bisa bergerak dan berbicara.
Begitupula ketika Charlina memimpin worship, suasana yang tadinya meriah,lucu , fun dan penuh pujian..berubah menjadi syahdu , intim dan beautiful. It just God and me, ndak ada orang lain..Sangat personal dan intimate.
Setelah khotbah dan mendoakan orang yang ingin membuka hatinya untuk menerima anugrah keselamatan , Ko Den juga mendoakan orang-orang yang sakit dari panggung.
Tidak ada Guntur ,sinar dari langit ataupun bunga-bunga dari para malaikat, semuanya biasa-biasa saja . Nothing unusual, orang-orang juga baunya sama. Tapi something unusual dari iman orang-orang yang didoakan itu , ketika mereka menaruh iman sepenuhnya pada Tuhan bukan pada manusia, menggerakkan hati Tuhan dan seperti biasa mujizatpun terjadi...Ada anak kecil yang bisu tuli bisa bicara.Bahkan ada yang menclaim AIDS ditubuhnya sudah sembuh karena tiba-tiba tanda-tanda bercak hitam itu hilang…Dan banyak lagi..Sayangnya saya tidak sempat menginterview mereka lebih dalam,karena sibuk ngurusin lampu.
Tujuan dari mission trip ini sebenarnya untuk melengkapi dan mengajar gereja-gereja yang menyatakan diri untuk bergabung dengan IFGF. “ I respect and love you so much, that I won’t give you any money...Otherwise I am your master and you are my servant. But we are the same, you are my brother and we will equip and support you with information..” Kata ko Den pada para pastor itu. Sudah saatnya mental mereka berubah, dari mental pengemis yang mengandalkan foreign aids, bantuan mission, dll menjadi mental survival yang mampu untuk berdikari.
Dan yang menaruh harapannya pada Tuhan.
Adapun tugas saya untuk mengajarkan the law of wealth,jadi ada hukum alam yang berlaku untuk semua orang. Dan kalau orang itu melakukannya bisa berhasil. Seperti integritas kita, kerja keras, hukum mulai dari kecil , vision dll. Basically mereka dibangkitkan untuk mampu berdikari dan rajin bekerja..dan bukan hanya menerima saja. Saya juga memperkenalkan Indonesia karena mereka bergabung dalam gereja yang notabene adalah gereja Indonesia . Terutama tentang Irian Jaya dan customnya.
Yang menarik banyak lagu-lagu dari irian yang mempunyai persamaan dengan tribe di Uganda Utara yaitu suku Ancholi. Waktu saya menyuruh mereka menebak gambar-gambar orang Irian,banyak yang mengira itu adalah suku dari sudan , Ghana , atau Congo ..Dan mereka terkagum-kagum waktu saya memberitahu bahwa itu adalah Irian jaya tempat saya berasal. Walaupun ada yang protes kok mata elo sipit dan kulit kamu putih…He..he..saya bilang karena kecelakaan….
Safarinya seru juga.Walaupun bayarannya mahal $250 perorang.Kita menginap di cabin dalam hutan. Keren juga walaupun dalam hutan ada kolam renang Cuma hati-hati aja, karena setiap malam rombongan wild buffalo pada datang dan minum disitu. Supaya bisa melihat binatang kita harus bangun subuh dan berangkat menuju ke pinggiran sungai Nil. Anehnya matahari disini selalu berwarna merah, air kalinya keruh dan tidak ada orang yang berenang karena banyak buaya dan kuda nil. Dari pinggiran sungai itu kita menyebrang dengan menggunakan ferry. Rupanya lebih banyak binatang di daerah seberang.
Setiap mobil dikawal oleh seorang guide, yaitu park ranger yang bersenjatakan senapan .Tujuan bukan untuk membunuh tapi hanya untuk memperingatkan binatang itu untuk tidak terlalu dekat. Tapi mereka berhak untuk membunuh singa yang menyerang apalgi yang memakan daging manusia. Sebab dikhawatirkan singa itu ngajarin temannya daging manusia itu sedap loh kayak dendeng. Kita juga menjumpai sekelompok gajah yang lagi mau makan buah pohon yang bentuknya kayak terong. Disebut sausage fruit. Kalau kebanyakan gajah itu bisa mabuk dan menyerang manusia. Pernah ada seorang turis India yang terbiasa dengan gajah mencoba mendekati gajah itu sambil menjentikkan tangannya seperti yg dilakukannya di India . Oleh sang gajah turis itu ditangkap dan dijadikan mainan sampai tewas.
Kita juga ketemu buffalo jantan yang terpisah dengan rombongannya. Biasanya binatang ini sangat berbahaya karena lagi stress. Dalam setiap kelompok buffalo hanya boleh ada 1 male dominan. Tidak jarang buffalo jantan ini membunuh anaknya sendiri kalau male, sebab seringkali setelah dewasa sang anak akan mengusir ayahnya dari kawanan mereka. Untuk itu sang ibu yang punya anak laki biasanya menyingkir sebentar sampai anaknya cukup dewasa baru ikut bergabung dengan kawanan mereka. Jerapah dewasa bisa dibedakan dari warna kulitnya. Semakin tua kulitnya berubah semakin gelap. Kita pada turun ambil foto walaupun sedikit was-was karena banyak singa yang mengintai dibalik semak-semak. Kita makan siang dengan makanan ala kadarnya dari cabin. Tiba-tiba dikejutkan dengan serombongan babi hutan yang mendatangi kita ikut minta bagian. Beberapa diantaranya memperlihatkan gigi taringnya yang besar. Untung elo tidak di Irian , otherwise gigi taring elo dicabut dan dijadikan perhiasan hidung.
Jam 2 siang tepat kita naik ferry menyusuri sungai Nil, mirip dengan jungle cruise Disneyland . Di sela-sela enceng gondok yang berbunga ungu tersembul kepala si kuda Nil. Walaupun gendut di darat mereka bisa berlari dengan kecepatan tinggi juga. Warna kulitnya yang kemerah-merahan tanpa bulu mengingatkan saya akan tikus-tikus yang baru lahir ,agak jijik juga. Mereka berkubang dipinggiran sungai secara berkelompok. Juga banyak terlihat kawanan buaya yang berjemur dipinggiran sungai menanti mangsanya yaitu sekawanan buffalo yang kehausan.
Diharapkan tahun ini kita bisa melakukan lebih banyak lagi program-program praktis untuk Africa, untuk itu IFGF LA di bulan Maret ini merencanakan untuk mengadakan pagelaran music concert yang disebut “Front Line Generation” Dengan bintang tamu Mike dan Novie Chrisdion. Tempatnya juga keren yaitu Ebel theater dan ticketnyapun tidak mahal cuma $10, menonton sekaligus beramal, datang ya…
|