Nellie Lake Second Trip # 9
Jusni Hilwa / Indonesia Media
Seperti sudah kukatakan, hari ke empat di interior trip kami adalah hari
istirahat, Minggu, hari rileks. Artinya kita cuma akan day-trip hiking 2 km
di trail yang relatif mudah selama kita tak membawa beban atau kanu
dengan tujuan Grace Lake. Dari pengalaman melihat bagaimana canoe Souris
River sewaan kami mampu menampung beban, kuputuskan kita hanya akan memakai
4 canoe saja kesana. Lima orang di yang 18.5 feet, 6 orang di canoe-ku yang
17 feet dan sisanya di kedua canoe Souris River yang 16 feet. Paddling
menuju awal portage ke Grace Lake, uneventful, danau tenang, matahari cerah.
Keempat canoe kami tinggal di pantai dan seperti biasanya, semua dayung kami
taruh di kolong kanu. PFD kuanjurkan dibawa untuk alas duduk dan tiduran,
terutama untuk yang suka siesta seperti Bang Jeha :-). Trail 2 km itu juga
not too bad, kembali karena kami lenggang-kangkung, paling bawa daypack
kecuali si SK yang punya giliran bawa makanan lunch. Kali ini ia yakin
chicken salad di pitanya akan cukup untuk semua sebab rakyat akan memantau
ketat bagaimana pembagiannya :-). Memang ia benar, sampai kami semua makan
cukup kenyang, masih tersisa sang chicken salad. Itulah bedanya bulgogi
makanan Asia dengan makanan bule salad-salad-an bagi perut Melayu :-).
Menjelang sampai di ujung portage, saya dihalo-haloin oleh Hartoni yang
sudah sampai di ujung katanya dan tidak menemukan alternatif untuk naik
ke atas bukit seperti kami cita-citakan. Alamak. Ternyata kami sampai di
suatu teluk dimana pemandangan tertutup dan tak bisa melihat Grace Lake
yang katanya indah sehingga dijadikan tempat favorit dari pelukis kenamaan
Kanada bernama A.Y. Jackson. Apa mau dikata, kanu semuanya kami tinggalkan
di awal portage trail. Mereka yang masih penasaran, Awi, Benny dan Hartoni
mencoba mencari jalan apakah ada yang menuju ke atas bukit. Hasilnya nihil
sehingga mereka memutuskan bergabung aja dengan kami yang sedang menyantap
chicken salad with pita. Apalagi Benny sudah dijeriti berkali-kali oleh
bininya yang sayang banget ke dia, "Ben ..., makan Ben, nanti ga kuat :-)."
Kidding pren, ga mungkin di kempingan kali ini kita berperilaku macem-macem
di dalam tenda. Jangankan suara ngorok yang berisik sehingga si SK tak tahan
dan memutuskan tidurnya di luar tenda di hammock Jeha Outfitter, suara
plastik bergesek saja dari tenda di sebelah kita kedengaran, apalagi gesekan
tubuh :-). Maklum tenda kami benar-benar saling bersebelahan karena
terbatasnya lahan. Isteriku kuajak masuk lebih ke dalam hutan pasang tendanya,
jauh dari keramaian. Ia ogah, nanti jauh kalau mau main truf katanya.
Begitulah ceritanya nasib pengantin tua rek.
Akibatnya hiking ke Grace Lake yah cuma sampai ke ujungnya dan tidak bisa
ngeliat si Grace yang cantik. Lain kali dah :-). Iya, Melayu pada kapok
habis trip meski saya tantangin, 10 taon lagi kita ke Nellie :-). Seriusan,
dengkulku juga sudah kopong alias di umur 70, jangankan kanu, bisa-bisa
daypack pun mesti dibawain bojoku wedhok Jawi kuat punya. Itulah sebabnya,
jangan sia-siakan masa mudamu dan saya sungguh tidak menyesal pensiun di usia
54, tidak menunggu pesangon dipecat IBM dengan imbalan sedikitnya gaji
setahun. Buat apa yah duit puluhan ribu $ bila hiking saja sudah tidak
bisa bawa daypack. Saya suka kasian kalau melihat kolega peserta cruise,
manula yang sudah jompo dan beberapa bukan saja di kursi roda, tapi pakai
tabung oksigen. Semoga ketika mereka masih muda, mereka pernah portaging ke
Nellie Lake dan bawa backpacknya sambil berlari seperti si SK Bulgogi :-).
Perjalanan pulang dari Grace Lake juga uneventful, biasa-biasa aja, trailnya
ecel, pemandangannya engga ada yang aneh atau istimewa. Entah kenapa, di
trip kali ini kami jarang melihat cem-macem satwa. Boro-boro beruang yang
sudah ketakutan sebab banyak sekali yang bawa bear spray termasuk saya yang
beli ekstra satu lagi :-). Moose atau kerbau airnya Kanada pun engga nongol.
Tapi memang moose jarang kelihatan di Killarney, kalau di interiornya
Algonquin hampir pasti ketemu moose, paling tidak gituannya beliauw :-).
Seperti saya katakan, burung penyanyinya juga engga ada, paling burung gagak
yang cuma bekaok-kaok saja bisanya, mirip anggota DPR RI, ihik ihik :-).
Sampai kisah selanjutnya.
... (bersambung) ...
|