Sepintas tentang Barongsai – Bagian ke-3
G.H. / Indonesia Media
Barongsai warna hitam merepresentasikan Zhang Fei yang paling junior. Berwajah hitam dengan bulu serta janggut berwarna hitam dan pendek, hidung berwarna hijau, mata berwarna merah, kupingnya berkerut. Badannya berwarna hitam campur putih atau hitam campur hijau, dan memiliki satu mata uang logam/lencana dikerahnya. Barongsai ini melambangkan emosi tinggi, agresif, garang, berani dan gemar berkelahi, biasanya digunakan oleh perkumpulan-perkumpulan yang masih muda atau baru berdiri.
Selain pembagian tiga tipe kategori umum barongsai ini ada lagi tambahan lain di kemudiannya, yaitu tipe barongsai berwarna hijau yang merepresentasikan Zhao Yun (Chow Yuen), yang sering disebut sebagai saudara yang ke-empat, dan dijuluki Singa Heroik (Han Shi), karena terjun ke medan pertempuran dengan gagah berani untuk
menyelamatkan anaknya Liu Bei.
Barongsai berwarna kuning kemerahan dan berbulu putih merepresentasikan Huang Zhong. Dan terakhir barongsai putih, yang merepresentasikan Ma Chao yang maju ke medan pertempuran melawan pasukan Cao Cao untuk membalas dendam atas kematian ayah dan saudaranya dengan mengikatkan kain putih di lengannya, sebagai simbol
berduka cita . Barongsai ini secara tradisionil biasanya digunakan untuk upacara pemakaman orang penting, dan lalu dibakar sesudah upacara berakhir.
Tokoh-tokoh cerita sejarah, Guan Yu (Kwan Kong), Zhang Fei, Zhao Yun, Huang Zhong dan Ma Chao, dikenal dalam legenda cerita Sam Kok sebagai "lima macan jenderal "dari kerajaan Shu dan kelima tipe Barongsai yang direpresentasikan oleh lima orang ini melambangkan masing-masing salah satu unsur dari lima elemen warna pokok kehidupan yang dikenal dalam filsafat hidup orang Tionghoa yaitu,
Merah (api), Hitam (air), Hijau (kayu), Kuning (tanah) dan Putih (besi).
Pada perkembangan barongsai kontemporer saat kini, selain barongsai dengan warna-warna tradisionil yang telah disebutkan diatas, muncul tipe barongsai generasi baru dengan inovasi warna baru juga, seperti warna emas, perak, biru dll. Dan tipe barongsai
ini sama sekali tidak merepresentasikan figur seorang pahlawan atau tokoh sejarah siapapun dan bebas untuk diinterpretasi. Trend ini dipilih hanya atas dasar pertimbangan estetika saja.
Permainan Barongsai
Permainan barongsai umumnya dapat diperagakan dalam dua gaya yaitu gaya bebas (free style) yang mengimprovisasi sendiri gerakannya, dan satunya lagi adalah gaya yang mengikuti koreografi yang sudah ditentukan sebelumnya, hal ini tergantung dari pilihan dan situasi yang membutuhkannya.
Gaya bebas biasanya digunakan ketika barongsai dalam perjalanan parade meliwati kompleks perumahan atau pertokoan, atau mengunjungi rumah dan toko (Pai) dalam perayaan Imlek. Gaya yang di koreografi dengan urutan gerakan tertentu, umumnya di mainkan pada acara pertunjukan panggung, pertandingan atau acara khusus lainnya.
Permainan Barongsai diiringi selalu dengan tiga alat instrumen yang mendampinginya yaitu tambur (da shi gu), gong (luo) dan gembreng atau cimbal (bo). Disini ada dua metode penggunaan instrumen tersebut, yang satu instrumen musik mengikuti pergerakan Barongsai dan yang lainnya terjadi sebaliknya, yaitu barongsai yang mengikuti irama dan tempo musik. Kedua-duanya dapat digunakan bergantian
tergantung pilihan, kesepakatan antara pemain dan situasi.
Umumnya pemain tambur (pemain gong dan cimbal mengikuti pemain tambur) mengikuti irama dan tempo gerakan barongsai, jadi barongsai yang menentukan irama permainan disini dan tambur harus mengikuti dan menyesuaikan irama dan temponya barongsai serta harus siap setiap saat untuk mengantisipasi setiap perubahan gerakan barongsai yang mendadak.
Metode lain adalah sebaliknya yaitu pemain tambur yang merupakan salah satu pemain terpenting dalam permainan barongsai ini, menentukan irama, urutan, tempo, isi, tanda dan pola permainan. Dia harus dapat menguasai lapangan atau area permainan dan dapat
berimprovisasi, memberikan panduan, mengantisipasi terhadap situasi yang tidak terduga sebelumnya serta menjaga kekompakan dan keselarasan dari keseluruhan tim.
Pemain barongsai harus bereaksi, mengkordinasikan gerakannya dengan irama tambur, gong dan cimbal, siap antisipasi terhadap perubahan, sehingga permainannya terlihat sebagai kesatuan yang harmonis.
Pemain Barongsai adalah yang terpenting dalam setiap permainan barongsai, dia harus memiliki kemampuan mengekspresikan benda mati agar menjadi hidup, dinamis, dan penuh vitalitas, serta harus dapat mengekspresikan beberapa karakter suasana hati, mud, dan emosi seekor singa, seperti, gembira, marah, angkuh, kecewa, nakal, curiga, mengancam, mabuk, rakus dan ingin tahu.
(bersambung ke edisi berikutnya)
|