Tak Mau Dengar Ada Diskriminasi Lagi
SBY di Perayaan Imlek Nasional
Indonesia Media
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta aparat pemerintah memberikan pelayanan yang sama dan adil bagi masyarakat Tionghoa. Ini pesan SBY dalam perayaan Imlek 2559 di Jakarta Convention Center (JCC) sore kemarin (17/2).
Menurut SBY, aparat yang bertugas langsung dalam memberikan pelayanan masyarakat tidak boleh lagi membedakan pribumi atau nonpribumi. ’’Saya tidak mau dengar lagi ada diskriminasi,’’ kata SBY dalam sambutannya.
SBY mengingatkan, pemerintah telah menerbitkan UU No 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Indonesia.
HARMONIS: Presiden SBY dan ibu negara berada di tengah warga Tionghoa dan penganut agama Konghucu pada perayaan Imlek nasional 2559 di Jakarta Convention Center (JCC) sore kemarin.
Undang-undang tersebut menempatkan etnis Tionghoa dalam persamaan dan kesetaraan dengan warga negara Indonesia lain, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. UU tersebut juga membuat etnis Tionghoa di Indonesia secara otomatis memperoleh status kewarganegaraan tanpa harus memiliki SBKRI ( surat bukti kewarganegaraan Republik Indonesia).
Dalam kesempatan itu SBY menginstruksikan kepada seluruh aparatur pemerintah untuk memberikan pelayanan yang sama kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat Tionghoa dan penganut agama Konghucu. ’’Berikan kemudahan kepada semua pelayanan. Misalnya, administrasi kependudukan, perkawinan, keimigrasian, perizinan, dan pelayanan yang lain,’’ kata SBY.
Masyarakat Tionghoa juga diimbau tidak membuat jarak dengan etnis lain di Indonesia. SBY berharap semua etnis di Indonesia bisa bersatu. ’’Bagi masyarakat Tionghoa yang memiliki tingkat perekonomian tinggi, tolonglah masyarakat lain yang masih miskin,’’ ujar SBY yang kemarin mengenakan kemeja merah, senada dengan suasana Imlek.
Peringatan tahun baru Tiongkok tersebut digelar Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin). Acara tersebut dihadiri sekitar lima ribu umat Konghucu. Perayaan Imlek secara nasional itu merupakan yang kesembilan.
Hadir dalam acara itu Ketua DPR Agung Laksono, Menko Polhukam Widodo A.S., Menag Maftuh Basyuni, Seskab Sudi Silalahi, dan Ketua MK Jimly Asshidiqie.
SBY merasa senang karena lagu ciptaannya berjudul Hening dinyanyikan dua kali pada acara tersebut. Yang pertama dinyanyikan Rani dalam versi Mandarin. SBY dan Ani Yudhoyono pun tersenyum-senyum selama lagu itu dinyanyikan.
Menurut SBY, lagu tersebut memang diciptakan saat dirinya berada di Tiongkok. Dia mengaku terinspirasi saat menyusuri Sungai Li Jian di Guilin tahun lalu. Sungai dengan pemandangan alam yang indah itulah yang mengilhami lagu Hening, yang di album SBY dinyanyikan Widi Mulia.
Lagu Hening melantun lagi di panggung dalam versi Indonesia . Kali ini dinyanyikan enam dokter sebuah rumah sakit di Karawang. SBY pun kembali tersenyum mendengar lagunya dinyanyikan secara apik oleh para dokter muda.
|