Suaka Margasatwa Muara Angke Benteng Terakhir Jakarta
Ramadhian Fadillah
/Indonesia Media
Lahan konservasi seluas 25,02 hektar di Suaka Margasatwa Muara Angke adalah benteng terakhir DKI Jakarta dalam melawan abrasi air laut dan naiknya gelombang pasang. Di Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA) ini masih tumbuh jenis tumbuhan bakau, pidada, apiapi dan nipah yang berfungsi sebagai green belt bagi kota Jakarta.
"Bakau juga bisa menetralisir racun dari limbah," ujar petugas Polisi Hutan, Resijati Warsito (50) kepada detikcom di SMMA, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Minggu, ( 24/2/2008).
Suaka Margasatwa yang terjepit gedung gedung perkantoran dan perumahan mewah ini sesungguhnya memiliki nilai sangat penting bagi kota Jakarta. "Kawasan ini menghasilkan oksigen bagi Jakarta," jelas Resijati.
SMMA juga merupakan habitat bagi puluhan satwa liar. Monyet ekor panjang, biawak, burung burung pantai dan ular sanca, adalah beberapa di antaranya.
SMMA juga kini menghadapi beberapa permasalahan. Sampah yang terbawa aliran kali Angke dan menyangkut di akar akar bakau dapat membahayakan kelangsungan hidup tumbuhan itu. "Jika akarnya tertutup sampah, bakau bisa mati," jelas Resijati.
|