Lion Air Beli 178 Boeing
gatra.com
/Indonesia Media
Maskapai penerbangan Lion Air menandatangani kontrak pembelian pesawat Boeing 737-900ER ( Extended Range) sebanyak 56 unit, pada acara Singapore Airshow 2008, Selasa (19/2).
Kontrak tersebut ditandatangani presiden direktur dan pendiri Lion Air, Rusdi Kirana dan wakil direktur penjualan Boeing, Dinesh Kenkar.
Dengan kontrak terbaru ini, berarti Lion Air telah resmi memesan 178 unit, menjadikannya operator 737-900ER terbesar di dunia.
Boeing meluncurkan tipe 737-900ER pada Juli 2005. Lion Air langsung memesan 60 unit, lalu 40 unit saat acara Paris Airshow 2007, dan 22 unit lagi saat Langkawi Internasional Airshow akhir 2007 lalu.
Saat ini baru 9 unit yang dikirim Boeing dan sudah dioperasikan Lion Air untuk rute Jakarta-Singapura. Rusdi mengatakan bahwa delivery 178 unit pesawat tersebut akan selesai pada tahun 2016. "Sepanjang tahun 2008 ini, Boeing akan men-delivery 6 unit lagi," jelasnya.
Sisa delivery kata Rusdi akan digenjot mulai tahun 2010. Tahun 2010 adalah tahun diberlakukannya Asian Open Sky yang membolehkan 10 negara Asean melakukan penerbangan langsung antar-ibu kota negara. "Mulai tahun 2010, delivery-nya akan 2-3 unit per bulan," tambahnya.
Dinesh Kenkar yang ditemui usai penandatanganan, menyebut bahwa Lion Air sebagai most valued customer. Saat ini Boeing telah menjual 2000 unit lebih 737-900ER dan Lion Air adalah pembeli terbanyak. "Kami berharap terus meningkatkan hubungan baik dengan pelanggan paling berharga ini," katanya.
Menurut Kenkar, Indonesia adalah pasar yang besar. Tapi masih banyak maskapai yang menggunakan Boeing tipe lama 737-200. Karena itu ia memperkirakan demand untuk tipe 737-900ER akan terus datang dari Indonesia.
"737-900ER bisa terbang 13 jam sehari dan lebih irit bahan bakar. Hal itu tidak bisa dilakukan oleh 737-200. Biaya operasional 737-200 akan semakin memberatkan maskapai seiring naiknya harga minyak dunia," jelasnya.
Namun Kenkar menolak berkomentar ketika disinggung soal larangan terbang Uni Eropa. Seperti diberitakan sebelumnya, sejak pertengahan 2007, UE melarang maskapai Indonesia memasuki Eropa dengan alasan kualitas keselamatan yang rendah.
Menteri Perhubungan Jusman Syafii Jamal, yang ditemui di sela-sela acara, mengatakan bahwa pembelian Boeing 737-900ER sebenarnya akan membuat standar kelaikan pesawat maskapai Indonesia sebanding dengan Eropa. "Selain itu kalau kita beli Boeing, kita dapat bonus training perbaikan SDM dari Boeing. Saya kira itulah strateginya Lion Air," katanya.
Jusman juga menambahkan kalau ia telah melobi pimpinan Uni Eropa dan presiden ICAO (International Civil Aviation Organization) yang juga menghadiri acara Singapore Airshow tersebut.
Namun kata Jusman, ia tidak bisa memastikan respon mereka, karena keputusan mencabut larangan terbang itu harus merupakan keputusan bersama anggota UE. "Tapi intinya kita bilang sama mereka, daripada Uni Eropa menghukum Indonesia, lebih bagus kalau kita mengadakan kerja sama saja," ucapnya. [Bas]
Keterangan foto: Rusdi Kirana (Lion Air) dan Dinesh Kenkar (Boeing) menunjukkan kontrak pembelian disaksikan Menteri Perhubungan RI Jusman Syafi'i Jamal.
|