AKHIR SEORANG CHINESE COYOTE

A reality beyond civilization (Bagian Terakhir)

Bono Anggono / Indonesia Media

Cheng Cui Ping lahir tahun 1949 disebuah desa pertanian propinsi Fu Cien (Hok Kian). Konon ayah Ping juga merupakan seorang kepala ular yang berpengaruh saat itu. Ping menikah dengan seorang nelayan bernama Cheng Yick Tak yang memberikan empat anak dan pada tahun 1981 Ping meninggalkan seluruh keluarganya menuju Amerika Serikat. Tidak jelas bagaimana caranya mendarat dinegeri ini, setibanya di New York, Kakak Ping membuka sebuah toko kecil di Hester Street dan menjadi tempat berkumpulnya orang-orang asal Fuzhou. Saat itu China Town Manhattan masih didominasi orang-orang asal Kwang Tung (Canton). Ping memulai bisnis internasionalnya dengan menawarkan jasa pengiriman uang ke China, jaringannya sangat kuat dikampung halamannya, dengan biaya yang lebih rendah dan pelayanan lebih cepat dari Bank of China, membuatnya mendapat kepercayaan besar dari para pekerja restaurant dan buruh lainnya disekitar China Town. Kemudian Kakak Ping mulai merintis usaha
mendatangkan immigran gelap dengan bantuan para sanak saudaranya di Hong Kong. Seorang kakak Cheng Cui Ping akan menemui seorang client di Hong Kong, memberikan dokumen perjalanan palsu dan membawanya shopping agar nampak sebagai seorang turis. Kakak lainnya menjemput kedatangan client ini di Guatemala dan menerbangkannya ke California, dijemput oleh Kakak Ping yang kemudian membawanya ke New York. Tahun 1984 Weng Yu Hui ingin berangkat ke Amerika, sanak familinya di New York menghubungi Kakak Ping yang kemudian mengatur rute perjalannya ke Mexico. Hui bersama beberapa orang lainnya bersembunyi dikolong sebuah truk melewati perbatasan Mexico-Amerika dan tiba di Los Angeles dimana Kakak Ping sudah menanti dan langsung menerbangkan mereka ke New York.

Permintaan akan jasa Kakak Ping meningkat dan karena tidak bisa ditangani seorang diri maka, Ping mulai meng-sub order pada kepala ular free-lance yang belum cukup memiliki pengalaman. Pada bulan Januari 1989 seorang kepala ular Canada memberangkatkan empat orang immigran gelap menuju Amerika menggunakan rakit melintasi air terjun Niagara. Rakit tenggelam menewaskan seluruh penumpangnya. Kakak Ping akan melakukan apa saja guna menjalankan dan melindungi bisnisnya yang makin membesar. Dia membeli sebuah gedung berlantai lima di 47 East Broadway seharga tiga juta dollar dan menjadikannya sebagai pusat operasional, Ping juga bergabung dengan kelompok preman Fu Ching yang dikepalai seorang pemuda bernama Ah Kay.

Pada tahun 1981 Ah Kay menyelundupkan diri masuk ke Los Angeles melalui Ecuador, dari sana dia terbang ke New York dan bergabung dengan kelompok Fu Ching. Pada tahun 1984 ketua preman memerintahkan Ah Kay membunuh salah seorang rekan mereka yang membandel, ini adalah satu dari lima kasus pembunuhan yang dituduhkan pada Ah Kay saat persidangan. Pada tahun 1985, Ah Kay untuk pertama kalinya berurusan dengan Kakak Ping, dia bersama beberapa rekan preman lainnya merampok rumah Kakak Ping. Dalam aksinya Ah Kay menggondol uang 20 ribu dollar yang disembunyikan dalam lemari es. Pada bulan Maret 1986, Ah Kay dijatuhi hukuman penjara dua setengah tahun dalam kasus lainnya dan dipulangkan ke China tetapi kemudian kembali lagi ke Amerika melalui jalur Hong Kong, Thailand, Belize, Mexico, Guatemala dan San Diego. Sangat mencengangkan, Ah Kay yang didakwa telah melakukan lima pembunuhan di Amerika Serikat dan dideportasi ke China dikabulkan permohonan suakanya oleh
INS pada tahun 1991. Saat itu Ah Kay telah menjadi Kepala Ular dan pimpinan preman Fu Ching. Tertangkapnya ratusan pelancong asal Mainland China yang menggunakan dokumen palsu di JFK Airport, mengakibatkan Ah Kay mengalihkan operasinya melalui laut yang mana lebih menguntungkan karena tanpa tiket pesawat dan pembuatan dokumen perjalanan palsu.

Kakak Ping mendengar keberhasilan Ah Kay dalam mengirimkan ratusan pendatang gelap melalui kapal laut memutuskan mengirim seseorang untuk menjumpai Ah Kay di apartemennya di Hester Street untuk mengajaknya bekerja sama. Ah Kay meminta maaf karena pernah merampok Kakak Ping sebelumnya yang dijawab Kakak Ping "itu adalah masa lalu dan kita membicarakan masalah bisnis sekarang". Sebuah kapal akan segera mendarat dan Kakak Ping menawarkan Ah Kay 750 ribu dollar untuk mengatur membongkar muatan kapal tersebut. Beberapa minggu kemudian anak buah Ah Kay membongkar muatan kapal diselat Massachusetts dan ratusan penumpangnya diangkut melalui truk U-Haul kesebuah gudang di Brooklyn. Keberhasilan Ah Kay membuat Kakak Ping senang dan memutuskan untuk menjalin kerja sama lagi.

February 1993 kapal Golden Venture yang tidak laik untuk menyebrangi samudera Atlantik memulai perjalanannya dari perairan Thailand menuju Kenya. Pada saat bersamaan terjadi pertikaian yang menewaskan beberapa orang dalam kelompok preman Fu Ching pimpinan Ah Kay dalam perebutan rejeki Golden Venture yang memuat hampir 300 immigran gelap. Khawatir ditangkap pihak berwajib, Ah Kay memutuskan untuk melarikan diri ke China dan menyerahkan tanggung jawab penjemputan Golden Venture pada dua orang adiknya yang kemudian tertangkap aparat sebelum sempat menjalankan tugas. Hal ini membuat para penumpang Golden Venture panik karena tidak ada kapal kecil yang menghampiri untuk membongkar muatan. Mereka memutuskan terjun kedalam laut dan berenang kedaratan.

Juni 1993 para awak kapal Golden Venture yang di nahkodai Amir Tobing mulai diadili dengan tuduhan persekongkolan penyelundupan manusia. Petugas juga mengarahkan penyidikan pada kelompok preman Fu Ching dan menangkap seluruh anggotanya. Ah Kay tertangkap di Hong Kong dan diekstradisi ke Amerika Serikat. FBI mengorek berbagai informasi atas keterlibatan Kakak Ping pada kasus Golden Venture dan kemudian menggrebek markasnya di 47 East Broadway dimana petugas menyita alat laminating, beberapa passports, SIM dan Working Permits atas nama orang lain.Saat itu Kakak Ping telah melarikan diri dan tertangkap dibandara Hong Kong April 2000.

Dengan diringkusnya seluruh otak penyelundup Golden Venture, para penumpang bagai anak ayam kehilangan induk. Hampir 200 orang dari pendatang gelap ini dideportasi, lainnya meringkuk dipenjara di Pennsylvania menunggu proses suaka. Setelah ditahan selama 42 bulan, mereka dibebaskan dan diluar penjara telah menanti para kepala ular kagetan yang menagih sisa bayaran perjalanan dari Thailand menuju Amerika Serikat.

Insiden Golden Venture tidak mengurangi minat penduduk Fuzhou untuk meninggalkan kampung halaman mereka mencari kehidupan yang lebih baik di Amerika. Mereka memahami resiko yang akan dihadapi seperti perlakuan kejam oleh para Kepala Ular, rentenir yang mencekik bahkan keselamatan nyawa. Laporan yang dikeluarkan Government Accountability Office menyebutkan antara tahun 1997 dan 1999, immigran gelap yang tertangkap dalam usahanya memasuki Amerika Serikat meningkat 80%. Para kepala ular kini menjalin kerja sama dengan coyote di Mexico menyelundupkan pendatang gelap menembus pagar perbatasan Mexico dan Amerika dengan mematok biaya perjalanan dari Fuzhou menjadi 70 ribu dollar.

Cheng Chui Ping sedang mengupayakan banding akan putusan pengadilan, sementara itu rumah makan di 47 East Broadway masih beroperasi dan dikelola oleh suami dan putrinya. Business as usual. (Disarikan dari berbagai sumber).

 

       

 


FastCounter by bCentral