Nellie Lake Second Trip # 7
Indonesia Media
Terakhir saya tulis akan adanya 2 cowok single
yang masih available dan ikut
di trip ini. Cewek yang cocok untuk mat kodak HD,
inisialnya, adalah yang
bisa menyelam, kukatakan. Soalnya begini. Di hari
pertama ketika kita sampai
di Horseshoe Island, satu kameranya kecebur. Baru
beberapa menit kemudian
ia engah alias kamera itu sudah penuh air.
Weladalah, di hari kedua, ketika
ia mau pergi mandi, canoeing ke daerah yang
jernih airnya di Murray Lake,
ia kecebur dan kamera satunya lagi, "mandi"
duluan. Kasian banget dah sebab
jauh-jauh ia datang dari Halifax, kota tempat
tinggalnya, hanya untuk ikut
canoeing ke Nellie Lake dan motret! Bukan itu
saja, ia menjadi sasaran
banyolan dari banyak peserta yang ja'il dan
ja'ul. Begitulah nasib bujangan.
Kameranya sebetulnya lebih dari dua tetapi cuma
segitu yang dibawanya ke
interior. Masih untung (meskipun ia bukan Jawa
tapi anak Puntien :-)) sebab
kamera Nikonnya yang ribuan dollar tidak
dibawanya ke interior. Kebetulan
belum lama ini saya beli kamera baru, Canon
point-and-shoot murahan, $ 250.
Sebelumnya saya sempat lama menganalisis apakah
mau beli kamera yang
waterproof dan harganya 500-an $. Karena
probability untuk kecebur maupun
kupakai di dalam air (ada feature itu) cukup
kecil berhubung sekarang saya
kerja penuh lagi, kuputuskan beli yang biasa aja.
Juga menurut analisis,
kamera waterproof tersebut hasil gambarnya tidak
sebagus kamera biasa yang
seharga dengannya, dpl kamera murahanku sama saja
mutunya. Eniwe, moral of
the story above, kalau tujuanmu ke interior
motret, bawalah jumlah kamera
sebanyak jumlah total harimu di trip, ihik ihik
:-), sori HD.
Isengin si HD, saya jadi lupa cerita yang paling
seru dan menegangkan untuk
semua peserta, karena kecuali saya dan Cecilia,
seumur hidup mereka belum
pernah portaging di trail dari Murray ke Nellie
Lake. Kecuraman 70 derajat
oke-oke saja asal otot kaki kita masih kuat untuk
manggul beban kanu dan
mendaki. Jangan ketika kita harus turun di
kecuraman sedemikian. Ujung
belakang kanu, seperti layaknya orang yang
portaging, akan menyentuh tanah.
Jadi kanu mesti kita miringkan ke depan hingga
menambah beban maupun
terutama, menghilangkan keseimbangan. Disitu
seninya portaging sambil memilih
batu mana yang akan kita injak, bagian tanah mana
yang akan kita pijak.
Terkadang trailnya serba sempit dan penuh pohon
alias tidak ada ruangan untuk
canoe manoevering. Kalau sudah begini kita hanya
bisa nyebut minta bantuanNya.
Mungkin ada yang shat-shit kaya Bang Roli kalau
lagi main truf :-), atau
menyumpahi Bang Jeha yang sudah mengajak mereka
ke trail seperti itu. Eniwe,
kesimpulanku adalah Melayu yang kuajak, tidak ada
satupun yang memalukan nama
bangsa mereka, baik yang paspornya sudah bukan
bergambar garuda maupun yang
masih WNI. They all passed with flying kolor,
maksudnya kaga sampai ada yang
terkencing-kencing atau berak di celana di
portage trail.
Si bapak rookie kita begitu mulai paddling,
kudengar langsung menyebut "Oh my
God, ooohhh", maklum norak :-). Jelas tak pernah
ia melihat air danau
sejernih di Nellie Lake maupun pemandangan alam
sekelilingnya. Kata Janti,
"Die belon liat OSA Lake," (danau indah lainnya
di Killarney Park). Memang.
Sampai pernah suatu ketika pasutri bule yang saja
ajak ke OSA, berkali-kali
mengucapkan terima kasih dan apresiasinya diajak
di-guide ke OSA Lake.
Itu suatu kepuasan hati yang tak bisa dibayar,
kita anak ex Indo bisa
memperkenalkan keindahan negeri si bule kepada
mereka. Makanya sekali lagi
kukatakan, makan telor Bang Herry banget :-),
kalau Anda pindah ke negeri ini
dan tak pernah mencoba camping canoeing di
danau-danaunya.
Tidak susah mencari campsite di Nellie lantaran
cuma 3. Yang pertama selain
posisinya kurang afdol, terlalu dekat ke portage
dan pemandangannya sempit,
kemungkinan besar tak akan bisa menampung 7
tenda. Campsite yang kuidamkan
karena kutahu luas, ternyata sudah ditutup, ada
tanda no camping disitu.
Jadi kami lalu menempati campsite yang di
tengah-tengah yang kedua sebab
rakyat sudah habis enersinya untuk check yang
ketiga dan terjauh. Not bad
karena muat 7 tenda plus masih ada lahan untuk
main truf :-) dan ngerumpi di
seputar api unggun. Nah, acara makan siang
setelah sampai di campsite Nellie
Lake ini membawa kehebohan. Why? Tunggu di kisah
berikutnya.
... (bersambung) ...
|