Nellie Lake Second Trip # 6

Indonesia Media

Karena lamanya paddling di creek yang berkelak-kelok, tanpa pemandangan seperti hilir mudiknya cewek-cewek bahenol, ya lama-lama bosen juga mek.Mana perut mulai lapar dan si bos lupa membawa supply 'energy bar' camilan kami, ketinggalan di rumah. Sudah kukatakan, urusan makanan tugasmu yah, dasar nasibku :-). Menjelang jam 12 siang kami sudah masuk daerah cagar alam. Masyalah, papan nama cagar itu sudah diubah dari

Killarney Park, menjadi Kill Me Park. Satu dua tangan jail sudah membuang huruf 'a' dan 'y'nya, menyambungkan huruf 'r' ke 'n' menjadi seperti huruf 'm'. Kalau saja yang

saya ajak bukan wong gendheng semua, mungkin mereka sudah minta balik karena

siapa yang mau dibunuh di cagar alam :-). Portage P210 dengan ecel kami jalani, pengalaman portaging pertama para rookies. Karena jumlah kanu ada 6 dan pack-nya puluhan, kusudah memberikan pita berwarna beda-beda ke para peserta untuk mengidentifikasikan barang mereka ada di kanu yang mana. Akibatnya portagingnya jadi cepet sret sret.

 

Ketambahan, yang lapar pasti bukan saya doang. Setiba di Murray Lake, kami

mencari campsite yang: pertama, muat 7 tenda, kedua, banyak kayu bakarnya,

ketiga, baru keindahannya :-). Pilihanku diikuti rakyat meskipun pastilah ada

yang ngegerundel udah meng-unload pack mereka di campsite sebelumnya. Lantaran adanya 7 tenda kurawa di trip kali ini, meskipun lapar, kami selalu keliling dulu mencari lahan untuk tenda kami. Selesai kira-kira nge-spot mau mendirikan tenda dimana ataupun selesai memasangnya, barulah kami menyantap hidangan lunch a la Herli Awi. Yakni cem-macem tortilla dengan berbagai sayur-mayur dan isi dagingnya. Makanan yang

disantap di outdoor, seberapa sederhananya pun, selalu nikmat dan kalau

perkiraannya bagus seperti yang biasa dilakukan oleh yang pengalaman kemping,

menjadi tidak kebanyakan engga kedikitan. Itulah yang terjadi di menu

lunch Herli Awi. Bravo rek, lain kali pakai isi bulgogi dong, ihik ihik :-).

Tunggu ceritanya kenapa.

 

Sehabis makan siang, barulah tampak betapa energetiknya para kawula muda kita di Kanada ini. Ada yang solo canoeing sambil bernyanyi sendirian kaya wong gendheng :-). Ada yang keliling kota naik delman, maksudnya mengayuh berleha-leha mengelilingi danau yang ternyata banyak ikannya. Sedemikian sehingga mancing dari pantai saja, setiap menit kail kita bisa menggaet ikan jenis yellow perch. Apalagi Awi yang mancing

ke daerah strategis, belajar dari satu pasutri bule yang sengaja ke Murray Lake untuk mancing. Ia mendapat ikan sebesar pahanya, bojoku yang punya fishing license bilang northern pike, tapi kucheck engga ada giginya. Kata bosku, masih bayi :-).

Kalau bayi aja udah segede pahanya Awi, gimana dewasanya. Jadi kesimpulanku

entu pike udah tuwek, pikun dan lupa pakai gigi palsunya :-).

 

Dasar bule memang banyak yang bae, melihat kita membawa anak-anak (yang sering kelaperan :-)) entu pasutri tukang mancing memberikan satu ikan jenis large mouth bass yang sedikit lebih gendut dari paha, eh ikannya Awi. Koki koki dengan sigap memesiangi ikan tersebut dan lalu digoreng asem garam oleh Janti. Wuiihhh sedapnya ikan yang baru

ditangkap tersebut. Tak bau amis sama sekali dan dagingnya seperti ikan kakap.

Jadi untuk dinner malam itu tersedia pilihan, babi kecapnya Bang Herry atau ikan goreng.

 

Sehabis makan malam, isteriku seperti biasa main kartu truf :-) dan saya mensyer pengalaman pertama portaging ke Nellie Lake. Panjangnya portage dan kecuramannya membuat banyak yang mikir, terutama Bang Herry. Seperti apa yang kami dulu lakukan, tidak semua canoe dan makanan dibawa, tetapi hanya untuk yang 2 malam doang di Nellie, ia juga setuju demikian. Saya katakan, dulu canoe ditinggalin sebab kita masih

canoeing lebih ke dalam lagi sehabis dari Nellie Lake, ke beberapa danau lainnya. Kali ini dari Nellie kita langsung cabut pulang dan juga semua canoe dibutuhkan karena

kita muati 3 orang plus barang-barang. Artinya kalau kita pakai caraku dulu, kita akan buang waktu bolak-balik ambil penumpang dan barang. Karena dukungan Benny yang tidak mau sampai di Toronto jam 12 malam lantaran anak-anaknya perlu sekolah besoknya, maka 2 lawan 1 Bang Herry kalah suara. Kukira itu keputusan yang tepat sebab portaging ke dan dari Nellie Lake menurutku sudah membuat para ABG kita lebih

mengapresiasi kehidupan ini.It built character, kata si bule. Sampai kisah selanjutnya.

 

       

 


FastCounter by bCentral