VACATION KE NEGERI GAJAH PUTIH – Bagian ke-4 Tamat
Butce/Indonesia Media
ATRAKSI GAJAH
Bagi kita orang Indo, binatang yang dianggap sebagai lambang negara atau mascot kita adalah burung garuda. Nah bagi Thailand binatang tersebut adalah gajah putih. Adanya gajah putih dipercayai akan mendatangkan kemakmuran dan kebahagiaan bagi negara tersebut. ( Barangkali karena bentuknya ya. So bagi kamu yang besar ,gendut dan putih don’t worry itu adalah tanda prosperity dan happiness.)Bedanya nech , kalo burung Garuda yang dipercayai sebagai tunggangan dewa Wisnu ini tidak pernah ada orang yang lihat Sedangkan gajah putih itu benar-benar ada walaupun sangat langka.. Dan biasanya begitu ditemukan mereka harus melaporkannya untuk dicheck lebih lanjut apakah gajah ini layak menjadi “Royal Elephant “ atau tidak.Binatang yang lulus seleksi akan dibawa ke istana untuk menjadi peliharaan raja. Sampai saat ini tercatat 10 gajah putih yang menjadi koleksi dari Raja Bhumipol.
Konon ratu Maya sebelum mengandung Sidharta Gautama (yang kelak menjadi Buddha ) pernah bermimpi. Dalam mimpinya itu dia melihat seekor gajah putih yang memasuki rahimnya. Tidak heran, Thailand yang mayoritasnya beragama Buddha sangat menghormati binatang ini. Binatang ini tidak boleh dikaryakan ( ndak boleh kerja ) padahal makannya banyak dan ndak boleh sembarangan. Sehingga orang biasa bisa bangkrut kalo punya gajah putih.
Ada gossip kalo raja tidak suka sama seseorang,biasanya dia secara halus membangkrutkan orang itu dengan menghadiahkan gajah putih. Biasanya gajah putih yang kualitasnya tidak bagus .. Orang yang menerima sepertinya untung tapi sebenarnya buntung... .Mau ditolak tidak bisa..tapi diterima menjadi beban.
Gajah memang perannya penting sekali di Thailand. Bisa menjadi traktor untuk ngangkatin pohon , jadi tunggangan, bahkan bisa untuk pertunjukkan. Seperti tempat yang kita kunjungi ini, “Elephant show “ Seperti biasa pertunjukkan dibuka dgn parade gajah,diikuti dgn gajah yang bisa berhitung dan memanah. Bahkan pasukan gajah yang bermain bola dan bermacam attraksi lainnya.Mau nyoba message dengan diinjak gajah? Kamu cukup berbaring diselembar tikar, punggung lo di tutup dengan sehelai kain. Dan si gajah dengan senang hati injakin punggung elo dengan sebuah kakinya.
Asal lo jangan bilang , “nap..nap “ ( kerasin dikit ) bisa bisa punggung elo dari krutuk jadi krotok, pada patah semua..bayangin beratnya aja 2 ton.
Terus ada sigajah genit, gajah perempuan yang suka menaruh belalainya dan mengelus-ngelus celana depan orang terutama laki-laki. Saya sempat nyobain mengendarai gajah selama 1 jam. Asik juga pantatnya ndak sakit dan comfortable. Untuk ngendalikannya pakai pacul tajam, karena kulitnya tebal. Kita berjalan melintasi pemukiman penduduk. Sekali-kali gajah gua berhenti mengambil batang-batang jerami untuk dia makan.Setelah itu kita dihibur dengan tari-tarian traditional yang menurut saya unik. Karena penarinya berdiri dengan satu kaki,sedangkan kaki lain ditekuk kebelakang..Menurut saya kayak bangau atau gerakan-gerakan yoga. Kalo lo ndak terbiasa bisa jatuh atau setidaknya bergoyang-goyang.
TIFFANY SHOW
Kalo kamu tour ke Las vegas dari Indonesia, show wajibnya adalah Jubille show di Ballys.
Nah kalo di Thailand, show wajibnya adalah “Tiffany show “. Show yang semua pemainnya adalah waria ini kelihatannya sangat popular. Di Thailand para waria diberi sebutan terhormat “Lady boy “ Dari pengamatan saya ladyboy di Thailand ini lebih diterima oleh masyarakat dibandingkan dengan negara-negara lain. Barangkali karena latar belakang agama Buddha mereka yang mengajarkan mengenai Inkarnasi. Jadi walaupun saat ini dia adalah pria, tidak tertutup kemungkinan kehidupannya yang lalu dia adalah wanita. . Dan kalopun dia dilahirkan sebagai waria mereka menganggap itu adalah bagian dari hidup dan merupakan karma yang harus dia jalani. Not necessary a sin. Agak beda ya dengan pandangan dari agama Kristen dan Islam yang mepunyai cerita Sodom dan Gomorah. Ladyboy ini tidak dipandang sebagai beban malah oleh pemerintah daerah mereka dianggap menjadi asset dan menjadi attraksi utama untuk para turis..
Dan memang sich , shownya bagus sekali. Tidak kalah dengan show- show yang pernah saya lihat , seperti Jubilles show di di Las Vegas dan Mouland Rouge di Paris .Kostum mereka banyak menonjolkan kekayaan budaya orang Timur seperti dari kerajaan Ming di Tiongkok. Yang menceritakan penderitaan sang permaisuri yang ditindas oleh mertuanya yang kejam .Dan dipanas-panasi oleh 2 orang pembantunya yang dengki dan jahat. Juga ada legenda mengenai siluman laba-laba yang cantik dan anggung..yang jubahnya hampir memenuhi seluruh panggung. Dia bernyanyi dengan anggung. Betul-betul tidak bisa dibedakan dengan wanita asli.
Tiba-tiba ada seorang laki-laki bertuxedo tampil dari balik tirai , dari sebelah kiri wajah dia adalah seorang laki-laki yang sangat tampan dengan suara baritone, namun dari sebelah kanan wajahnya dia adalah seorang wanita cantik, lengkap dengan suara soprannya. Begitu hebatnya dia bisa membuat ilusi seakan sepasang kekasih yang saling bercumbuan lengkap dengan tangan yang saling meraba kesana –sini.
Saya sempat membaca article di media Indonesia bahwa raja Thailand ,Bhumipol Adulyadej dinyatakan Forbes sebagai orang yang terkaya di dunia bahkan melebih dari raja Arab. Memang sich dari pengamatan saya , banyak pusat-pusat perbelanjaan yang megah-megah dinyatakan dimiliki oleh ratu Srikit. Juga charity-charity yang didanai lansung oleh keluarga kerajaan. Tapi walaupun dengan kekayaan yang sedemikian itu, Raja Bhumipol tetap tampil sederhana and down to earth pada rakyatnya. Konon jam tangan dia adalah jam tangan alba murahan yang digital yang seharga $25..Tidak heran rakyatnya begitu mencintai dan menghormatinya.
Ibu Sunten Manurung yang pernah mendampingi suaminya sebagai dutabesar di Thailand, menceritakan pada saya bahwa dia selalu make sure memakai kebaya disetiap pertemuan dengan anggota keluarga kerajaan. Bukan apa, supaya ketahuan bahwa dia adalah diplomat asing sehingga tidak diharuskan untuk bersujud dihadapan sang raja. “ Tau ndak…para dutabesar Thailand yang menerima surat penunjukkan….terima suratnya itu sampe tiarap dengan tangan diatas kepala….wao..” sahut pak Manurun sambil geleng-geleng kepala dengan kagum.
“ I love my King..” sahut seorang ibu tua dengan mata yang berkaca-kaca. Kedua tangannya dikatubkan dengan mengarahkan pada potret sang raja. Saya menggaruk kepala saya , kita perlu import gajah putih kali ya…supaya negara kita ikut-ikutan makmur dan happy dan presidentnya dicintai oleh rakyatnya..menurut anda gimana…?
|