Sutiyoso: Profile Kontroversial

Arnold Lukito /Indonesia Media

Bertempat di SF Wisma Indonesia pada Jan 4 2008, malam ini SF KJRI mengundang LetJen (purn) Sutiyoso untuk bertemu muka dengan masyarakat Indonesia di San Francisco dan juga disertai dengan jamuan makan malam, beliau adalah seorang mantan Gubernur DKI dari Oktober 1997 sampai 2007.

Kedatangan Pak Sutiyoso ke SF dijelaskan dalam acara tour bersama seluruh keluarganya. Sebagai tokoh yang sangat kontroversial didalam dan diluar negeri, sebutlah dari masalah East Timor, Balibo 5, peraturan larangan merokok, menciptakan Busway dan Waterway systems, pembersihan dan pemagaran Monas, masalah sampah dan polusi udara di Jakarta, bahkan puncak dari segalanya ketika diberikan subpoena pada May 2007, dalam acara undangan ke Australia sebagai tamu negara, dimana 2 Federal Agents memasuki kamar hotelnya dengan kunci master.

Ketika memberikan kata sambutan kepada masyarakat di SF Wisma Indonesia yang hadir pada malam itu, Pak Sutiyoso menyatakan akan mencalonkan dirinya untuk menjadi Presiden Indonesia ditahun 2009. Ditambah dalam percakapan setelah makan malam selesai, beliau juga berkata akan memulai kampanye di Indonesia, dan ketika menjawab pertanyaan apakah akan mencari dukungan negara asing dalam pencalonan dirinya sebagai Capres, beliau menyatakan memang sudah dihubungi oleh seorang wakil dari pemerintah Amerika Serikat.

Dalam kata sambutannya, Pak Sutiyoso mengatakan dahulu rakyat Indonesia dikenal sebagai bangsa yang sopan dan hormat, tetapi sekarang mereka berubah. Kadang-kadang sambil berkelakar bercerita mengenai suka-dukanya sebagai mantan Gubernur DKI. Dimana selama 10 tahun dalam masa jabatannya telah terjadi 4900 demonstrasi, secara humor beliau mengatakan tubuhnya sering merasakan hangat terutama didalam dada, karena sering kali foto-foto dirinya dibakar oleh para protestor. Lalu menambahkan secara humor, bahwa beliau adalah satu-satunya Gubernur didunia yang memegang rekord pernah mengalami penggantian 5 Presiden. Lalu ruanganpun dipenuhi suara ledakan tertawa dari kalangan yang hadir.

Dilanjutkan terlihat dari sikap gaya Cowboynya a’la mantan US Presiden Ronald Reagan dan sikap out-spoken gaya Ali Sadikin.

Pada malam ini LetJen (Purn) Sutiyoso yang sangat open-minded membandingkan dengan rendah hati terhadap minimalnya kesempatan latihan bahkan untuk pasukan elite Indonesia, beliau mengulang kata pasukan elite beberapa kali, yang pernah menjabad sebagai Wakil Komandan Kopassus. Ketika ditanya Pak Sutiyoso menjelaskan karena military budget, mungkin hanya mendapatkan kesempatan satu kali dalam waktu setahun melakukan latihan terjun payung, dibandingkan dengan pasukan Airborne dari British dan Amerika (Pak Sutiyoso beberapa bulan di Fort Brag bersama 82nd Airborne Div pada tahun ‘91) yang mempunyai budget jauh lebih besar, fasilitas penuh, dan kesempatan sehingga dapat mencapai maksimal latihan yang lebih memadai dan dapat mencapai 4 kali latihan terjun payung dalam waktu sebulan. Sedangkan Kopassus hanya satu kali setahun.

Pak Sutiyoso pun bercerita tentang TNI, dan berusaha menjelaskan dengan mengambil contoh dari German Sheppard bagaimana dididik mematuhi perintah majikan, dan sangat prihatin mengenai keprofessionalism TNI dalam masalah “disiplin tinggi”, dalam arti agak sulitnya mematuhi perintah atasan. Seperti kapan untuk bertindak dan kapan untuk berhenti, terutama bila sesamanya terlibat dengan POLRI.

Dalam komentarnya beliau juga mengkritik terhadap prestasi POLRI yang harus diperbaiki, terutama dalam masalah melakukan PungLi terhadap pihak korban yang telah memberikan laporan tulis, dimana dijadikan korban kedua kalinya dengan dipungut biaya “ekstra” dari tingkat bawah sampai menuju keatas.

Pak Sutiyoso berjanji bila diangkat menjadi Presiden, maka pertama beliau akan membenahi masalah:

1. Reformasi Administrasi UU Autonomi terhadap daerah yang saling tindih.

2. Memberikan hak Autonomi kepada Gubernur yang selama ini Pusat terlalu sentralisasi, dalam wewenang dan budget.

Contohnya: Selama ini Gubernur Indonesia, tidak mempunyai kuasa untuk mengerahkan Polisi dan TNI dalam keadaan darurat, apakah bila terjadi huru-hara masal seperti halnya di US.

2. Superiority Hukum Indonesia.

3. Mengurangi birokrasi.

4. Meningkatkan system pendidikan, meningkatkan kesejahteraan pegawai negeri.

5. Akan menindak ekstrimis dan teroris secara tuntas agar citra Indonesia dapat dihargai dan dihormati dunia lagi.

6. Memberikan perlindungan terhadap tempat-tempat hiburan sebagai sumber kerja dan ekonomi dari tindakan ormas-ormas yang sering kali bertindak anarkhis.

7. Melindungi tempat-tempat ibadah seperti yang beliau perintahkan selama dalam jabatannya sebagai Gubernur DKI, agar para kaum Muslim berkerja sama dan pro-aktive dalam komunitas untuk menjaga gereja pada saat hari Natal. Pak Sutiyoso katakan penyerangan terhadap tempat ibadah adalah masalah pelanggaran Hak Asasi Manusia yang harus dihukum di Indonesia, bila ingin dunia menghargai dan menyegani Indonesia.

8. Memperbaiki citra diskriminasi terhadap minoritas, sehingga foreign investors akan merasa aman untuk menanam modalnya di Indonesia. Berulang kali Pak Sutiyoso menyesalkan banyaknya calon penanam modal membatalkan karena masalah ini.

9. Pak Sutiyoso pun katakan berulang kali, pilihlah calon yang tepat, bila memang beliau tidak dinilai sebagai kandidat yang dapat memimpin Indonesia, silahkan pilih yang lain. Dan beliau akan tetap mendukung siapapun President yang akan dipilih oleh rakyat.

10. Berjanji akan membuat nama Indonesia baik, dihargai dan disegani oleh dunia.

Selama percakapan Pak Sutiyoso, terlihat sangat open-minded, out-spoken, dan boleh dikatakan beliau sama sekali tidak takut untuk menjawab pertanyaan yang negative mengenai dirinya, semua dijawab seadanya, ditambah dengan kemampuannya mendengarkan aspirasi dari yang hadir menjadikan Pak Sutiyoso seperti “live-magnet” terhadap para pendengar yang datang dalam ruangan itu.

Acara sambutan dimulai dari 19:00 dan Pak Sutiyoso setuju untuk menunda makan malam dengan menyediakan dirinya untuk menjawab beberapa pertanyaan sampai sekitar 21:00, kemudian setelah selesai makan malam karena diskusi dimeja makan tetap berlangsung tanpa berhenti, maka beliau meminta seluruh keluarganya agar pulang awal terlebih dahulu, kemudian tetap melayani dan meneruskan diskusi santai, akhirnya pembicaraan dilanjutkan terus sampai 12:30 pagi.

 

       

 


FastCounter by bCentral