|
|
Perusakan tempat ibadah di Pontianak
G.H./Indonesia Media
Baru saja warga Tionghoa Kalbar dapat bergembira menyambut
terpilihnya dua dari warganya dalam Pilkada yang lalu, masing-
masing menjadi Wagub Kalbar (Christiandy Sanjaya) dan Walikota
Singkawang (Hasan Karman) yang baru, aksi pengrusakan terhadap harta
benda dan tempat ibadahnya (kelenteng) milik warga Tionghoa pada
lokasi tertentu di Pontianak kembali terjadi pada tanggal 6
Desember kemarin seperti yang diberitakan oleh beberapa media massa.
Pemberitaan media massa itu tidak menyebutkan secara eksplisit
kelompok sasaran yang mana yang menjadi target pengrusakan.
Diberitakan oleh beberapa suratkabar dan TV tertentu, peristiwa ini
dicetuskan oleh hal yang sebenarnya sepele, yaitu gara-gara
keserempet mobil katanya.
Buntut dari insiden ini adalah pengrusakkan sebuah rumah di jalan
Tanjung Pura dan puluhan rumah lainnya di Gang Ketapang dan Gang
Kedah termasuk juga mobil-mobil yang diparkir dihalamannya. Selain
itu juga sebuah Vihara yang terletak di di jalan Gajah Mada (Vihara
Panca Dharma) menjadi sasaran pengrusakan.
Karena peristiwa ini, maka Poltabes Pontianak menetapkan status
keamanan kota Pontianak menjadi siaga satu, dan seperti biasanya
disebutkan oleh aparat keamanan bahwa situasi kota Pontianak sudah
kondusif atau istilah lainnya aman terkendali.
Apakah aksi pengrusakan ini sebagai akibat tindakan kriminal murni,
seperti yang dikatakan oleh Wakapolda Kalbar Kombes Pol Winarso,
ataukah sebuah aksi yang mempunyai motivasi politik tertentu, akan
menjadi bahan spekulasi orang, karena aksi-aksi kekerasan terhadap
warga Tionghoa di era reformasi ini hampir jarang terjadi lagi.
| |