|
|
KABAR BAIK
Pdt. Dr. Eddy Fances / Indonesia Media
Setiap hari kita melihat atau mendengar kabar yang buruk dari TV, Koran, Majalah, atau Internet. Ada orang tua yang membunuh anaknya, atau sebaliknya. Ada penipuan yang dilakukan oleh direktur. Ada pria yang menculik anak atau membunuhi anak-anak sekolah. Ada juga siswa yang membawa senjata dan menembaki guru-guru dan teman-teman sekolah. Kabar perang yang tidak pernah berhenti, teroris yang semakin mengancam kemanan pribadi, kelompok, dan bangsa. Ditambah dengan berbagai kriminal yang tak terhitung, bencana alam, kecelakaan udara, laut, dan darat, pencemaran dalam berbagai bidang kehidupan, dan sejuta berita buruk lainya.
Mana ada Kabar Baik? Mungkin sekali reaksi Saudara adalah seperti itu, bukan? Memang dari sudut pandang manusia yang terjatuh dalam dosa tidak mungkin bisa menghasilkan sesuatu yang baik. Hati, pikiran, dan perbuatan manusia cenderung kepada yang jahat. Alkitab berkata: “Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak.” (Roma 3:12).
Lalu, darimana kita dapatkan Kabar Baik? Tidak ada jalan lain, kecuali dari pihak Allah. Alkitab juga berkata: “Karena begitu besar kasih Alah akan manusia, sehingga Dia mengaruniakan AnakNya yang Tunggal – yaitu Yesus Kristus yang lahir ke dunia ini – sehingga barang siapa yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16).
Inilah Kabar Baik yang sejati. Bahwa Yesus Kristus diutus oleh Allah lahir ke dunia ini, lebih kurang 2000 tahun lalu. Misinya? Dia menjadi Juruselamat manusia yang menggantikan hukuman dosa yang harus ditanggung oleh manusia. Caranya? Dia rela mati disalibkan membayar ‘upah dosa’ yang harus dibayar manusia. Buktinya? Dia bangkit kembali pada hari yang ketiga. Semua ini ada catatan sejarah yang absolut kebenarannya. Sampai hari ini dokumen-dokumen yang autentik masih bisa dilihat di berbagai museum di dunia ini.
C.S. Lewis, seorang professor di Cambridge University, yang dulunya seorang Agnostik mengatakan bahwa ada cukup banyak orang yang bisa menerima Yesus sebagai “guru moral yang agung”, namun tidak bisa menerimaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat. Jelas pernyataan ini adalah pernyataan orang bodoh. Mana mungkin ada seorang manusia biasa yang sangup berkata dan berbuat seperti Yesus. Apa yang dilakukan dan dikatakan Yesus ketika Dia di dunia ini hanya meninggalkan kita pada pilihan: apakah Dia seorang Anak Allah yang sejati, atau seorang gila, atau yang lebih jelek daripada itu. Setelah mempelajari kehidupan Yesus Kristus, akhirnya C.S. Lewis menerima Yesus Kristus sebagai Tuhannya dan Juruselamatnya.
Bagaimana dengan Saudara? Apakah Saudara sudah mendapatkan Kabar Baik itu? Sudahkah Saudara percaya dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat Saudara? Bila belum, berdoalah sekarang: “Tuhan Yesus, terima kasih atas kematian dan kebangkitanMu yang menyelsaikan dosa-dosa saya. Saya mau bertobat dan menerima Engkau sebagai Juruselamat dan Tuhan saya dan menerima Hidup Yang Kekal. Amin.”
Kiranya Natal tahun ini Saudara sungguh mengalami Kabar Baik dari Tuhan Yesus Kristus yang rindu lahir dan menetap dalam hati Saudara. Dengan mengundangNya ke dalam hidup Saudara, saya yakin Saudara akan dikaruniakan damai sejahtera, sukacita, kasih karunia, dan berkat secara nyata dalam setiap aspek hidup Saudara. Hidup Saudara akan lebih bermakna dan lebih teguh untuk menyelesaikan tahun ini dengan baik, dan siap memasuki tahun 2008 dan seterusnya dengan lebih positif, efektif, dan produktif. Selamat Natal 2007 & Selamat Natal 2008.
| |