Nellie Lake Second Trip # 2

Jusni Hilwan/Indonesia Media

Anda yang pernah membaca tulisan saya yang pertama ke Nellie Lake mungkin

masih ingat kenapa danau ini digandrungi kami semua, 11 orang sinting

dari Indonesia bersama 7 anak remaja mereka, calon sintingers juga. Ya,

Nellie Lake adalah danau terjernih secagar alam Ontario dan bermodal pernah

melihat danau-danau di banyak propinsi lainnya di Kanada, kuduga salah satu

terjernih senegeri. Hanya, yang membuatnya tidak terlalu populer bagi

penduduk Toronto, apalagi wong Melayu yang kalau tour mah demennya syoping

doang :-), jauhnya itu dan susahnya kesana. Perjalanan naik mobilnya saja

sudah 450 km, sebagian melewati highway dengan kecepatan maksimum hanya 70

atau 80 km/jam, artinya engga bisa ngebut blas. Itu masih belum apa-apa.

Pendayungan menuju Nellie Lake lumayan beratnya karena berkilometeran melewati

creek atau aliran sungai yang belak-belok ga karu-karuan, sering 180 derajat

karena jalurnya ditumbuhi "eceng gondoknya" Kanada alias water lily. Tetap

belum apa-apa lantaran satu portage trailnya sepanjang 1470 meter, mempunyai

kecuraman gila banget. Mendongak ke atas bak melihat langit atau 70-an

derajat :-). Mendaki trail seperti itu sambil menggotong kanu 50-60-an lbs

sih masih oke untukku. Yang aujubilah alias beta mesti menyebut dulu, Tuhan

kasihanilah hambamu, adalah ketika menggotong kanu yang sama, kita lalu harus

menuruninya. (Hanya kalau Anda pernah portaging canoe akan mengerti sukarnya.)

Untunglah saya tidak sampai jatuh hingga isteriku perlu menjerit "are you OK

honey" :-).

 

"Oom pernah kemping dengan remaja sebanyak ini engga?," tanya Janti, salah

satu peserta trip kami, ibu dari 2 anak remaja. Belum pernah, jawab saya

muanteb. Dengan medan seperti demikian, saya memang extra sinting karena

berani mengajak satu keluarga rookie dengan 3 cowok remajanya plus 2 teenagers

lainnya lagi. Bayangin perilaku ABG jaman sekarang prens. Kalau sampai mereka

ada apa-apa di interior, yang jauhnya berjam-jam pendayungan dari peradaban,

amblaslah artinya anak tersebut. Kembali Tuhan Mahamurah sebab saya atau si

kedua bapak tidak diberiNya percobaan berat. Semua anak-anak remaja yang kami

bawa, 7 orang, selain kompak satu sama lain, juga berperilaku oke punya.

Mereka rajin membantu baik di pendayungan maupun di portage trail. Lebih

rajin lagi mereka membantu menghabiskan bahan makanan kami yang puluhan kilo

beratnya, sehingga 2 sistim katrol yang kupakai masih tetap keberatan dengan

beban ransum 18 orang untuk 4 hari 4 malam.

 

Medannya saya tahu berat karena ku pernah sekali kesana pada saat masih muda

belia :-). Oleh karena itu, bapaknya si rookie teenagers saya interview

beberapa kali, akan seberapa fitnya anaknya. Jawaban si bokap saya percaya

sebab saya lihat ia juga seorang ayah yang fit, perutnya masih kempes :-).

Lagipula ia sudah saya uji bersepeda lewat trail yang cukupan beratnya,

dari Mississauga ke Streetsville, sepanjang 20 km-an. Performance-nya

meyakinkan saya bahwa ia maupun anak-anaknya tidak akan menjadikan beban.

Sebab saya katakan kepadanya, satu orang lemah atau berperkara di dalam

interior trip, dampaknya bisa ke semua warga sebab beban selalu kita panggul

bersama. Kalau yang namanya gotong-royong di dalam masyarakat Indo sudah

menjadi slogan doang, kecuali kerjasama nyolongin duit rakyat, maka di

dalam interior camping canoeing trip, itulah motto utama kami.

 

Tidak pernah saya membawa rookies, orang yang pertama ikut canoeing trip

ke cagar alam Kanada sepanjang 39.7 km pp :-). Itulah data di GPS saya

ketika tiba kembali di apa yang namanya put-in atau tempat launching canoe

di awal trip. Panjang portagingnya jelas diketahui, 210 m dan 1470 m. Karena

membawa banyak anak muda, saya cuma sekali menjalani trail itu, gotong kanu

alias dari data di GPSku, artinya jalan kakinya cuma 4 km-an. Biasanya saya

bolak-balik bawa equipment pack dan daypack-ku. Paddlingnya menjadi 35 km-an.

Untuk rookies, that kind of performance is not bad at all. We are all proud

of you 5 new young sintingers and their bapaks gendheng :-). Sampai berjumpa

di kisah mendatang.

       

 


FastCounter by bCentral