|
|
MINYAK BLOK CEPU
Inilah Calon Raja Minyak Baru di Blok Cepu
Yohan Rubiyantoro
/Indonesia Media
Tak lama lagi bakal muncul raja-raja minyak baru dari Blok Cepu. Sederet nama yang akan ikut menikmati semburan minyak Cepu itu antara lain pemilik Media Grup Surya Paloh, pengacara dan politisi Syarif Bastaman, pengusaha properti asal Surabaya Ishadi, hingga Ilham Habibie, putra mantan Presiden B. J. Habibie.
Mereka bisa menikmati rezeki minyak lantaran menjadi mitra badan usaha milik daerah (BUMD) yang mendapat jatah saham di Blok Cepu. Sekadar mengingatkan, Kamis (15/11) lalu, Mobil Cepu dan Pertamina EP Cepu resmi menyerahkan participating interest 10% kepada empat pemerintah daerah penghasil migas itu. Penyerahan jatah saham ini melalui empat BUMD milik mereka.
Nah, sebagai mitra BUMD, mereka juga ikut menyetor modal dan berbagai beban dengan daerah. Sebagai imbalannya, mereka mereka berhak mendapat bagian bagi hasil minyak yang diperoleh daerah.
Ambil contoh Surya Paloh. Ia adalah pemilik PT Surya Energi Raya (SER), mitra PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), BUMD milik Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang memiliki 4,5% saham di Blok Cepu. "Kami siap mengucurkan duit lebih dari Rp 900 miliar atau bahkan 100% kewajiban ADS di Blok Cepu," ungkap Sugeng Suparwoto, Direktur SER, kepada KONTAN, kemarin (16/11). Sebagai imbalannya, SER berhak mendapat 75% dari hasil Blok Cepu yang diperoleh Bojonegoro.
Juragan minyak baru di Blok Cepu lainnya adalah Ishadi, pemilik Kompleks Pertokoan Pasar Atom di Surabaya. Ia berkongsi dengan PT Blora Patragas Hulu (BPH) , BUMD kepunyaan Pemerintah Blora yang mendapat jatah 2,2% saham Blok Cepu.
Ishadi masuk ke Blok Cepu lewat perusahaannya PT Anugerah Bangun Sarana (ABS) yang menjadi partner BPH. Menurut petinggi BPH Blora yang minta namanya tidak ditulis, Ishadi siap membuka keran duitnya buat membiayai proses penggarapan Blok Cepu. "Dia juga sudah mendapat pinjaman dari bank lokal. Pokoknya, modal Pak Ishadi kuat," katanya.
Nama baru yang muncul adalah Syarif Bastaman, pengacara, pengusaha dan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Sumber KONTAN di PT Petro Gas Jatim Utama Cendana (PGJUC) menyatakan, Syarif adalah mitra BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang mendapat jatah saham Blok Cepu sebesar 2,2%.
Sejauh ini, PGJUC masih membantah keikutsertaan Syarif. "Pokoknya mitra kami adalah pengusaha nasional. Setelah due diligence baru kami buka," kata Hadi, Direktur PGJUC.
Ilham Habibie disebut-sebut menjadi mitra PT Sarana Patra Hulu Cepu (SPHC), perusahaan milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia menggandeng SPHC lewat perusahaannya, PT Usaha Tama Mandiri Nusantara, karena SPHC memiliki jatah 1,1% saham Blok Cepu. "Rekan kami ini adalah pengusaha nasional dan bergerak di bidang migas," kata Ita Soenarjo, Direktur Utama SPHC, untuk merahasiakan mitranya.
| |