'WERTHEIM AWARD 2008'


BENNY G. SETIONO/Indonesia Media

Menjelang akhir 2007 Pengurus Wertheim Foundation < Stichting Wertheim,
Leiden-Amsterdam> memutuskan memberikan 'WERTHEIM AWARD 2008' kepada
BENNY G. SETIONO, sebagai pengakuan dan penghargaan terhadap usaha,
kegiatan dan karya Benny G. Setiono, dalam rangka usaha besar EMANSIPASI
NASION INDONESIA.


Nama Benny G. Setiono, dengan demikian, turut menghiasi daftar nama-nama
tokoh-tokoh Indonesia yang oleh WERTHEIM FOUNDATION telah diberikan
WERTHEIM AWARD. Nama-nama para tokoh Indonesia yang telah diberikan
WERTHEIM AWARD, adalah: Pramoedya Ananta Toer (novelis), S. Rendra
(penyair), Widji Thukul (penyair), Goenawan Mohammad (budayawan) dan
Joesoef Isak (wartawan/publisis).



Menurut rencana, pemberian Wertheim Award kepada Benny G. Setiono akan
dilangsungkan bertepatan pada peringatan SEABAD Prof. W.F. WERTHEIM,
yang akan dilangsungkan bersama oleh Wertheim Foundation dengan IISG,
pada kwartal ke-2 tahun 2008. Penyampaian Wertheim Award, dan seminar
Peringatan Seabad Wertheim, akan mengambil tempat di IISG,
Internationaal Instituut voor Sociaal Geschiedenis - Institut
Internasional untuk Sejarah Sosial - di kota Amsterdam. IISG adalah
sa;ah satu lembaga dokumentasi dan penelitian terbesar di dunia yang
melakukan kegiatan di bidang ilmu sejarah sosial dunia.




SIAPA BENNY G. SETIONO

Benny G Setiono dilahirkan di desa Ceracas, Kabupaten Kuningan, Jawa
Barat, pada 31 Oktober 1943. Ayahnya, Endang Sunarko (Khouw Sin Eng),
adalah seorang penulis. Buku yang ditulisnya a.l. adalah ‘ Tiongkok
Baru, Kawan atau Lawan. Endang Sunarko sering menulis di majalah
'Pantjawarna’ dan harian ‘ Sin Po’. Benny menempuh studinya di Fakultas
Ekonomi Universitas Respublica, Jakarta. Baru mencapai tingkat tiga,
Benny terpaksa ‘drop out’ , karena kampusnya dibakar rombongan
KAMI/KAPPI yang didukung milisia.


Pada tahun 1999 Benny G. Setiono ikut mendirikan Perhimpunan Indonesia
Tionghoa, INTI, dan pada 2002 turut mendirikan Lembaga Kajian Masalah
Kebangsaan (ELKASA).


Untuk lebih mengenal siapa Benny G Setiono, apa dan bagaimana visi dan
misinya, mengenai hasil studi dan analisisnya, barangkali yang terbaik
adalah membaca bukunya yang telah diterbitkan oleh ELKASA di Jakarta, dengan bukunya yang berjudul "Tionghoa dalam pusaran politik".





Bisalah dikatakan dengan pasti, bahwa visi dan misi Benny ialah
untukTERUS memberikan sumbangsihnnya bagi usaha pencerahan masyarakat
kita, mengenai etnis Tionghoa di Indonesia, khususnya pada generasi muda
yang lahir dan dibesarkan dalam periode Orba, bahwa:


ETNIS TIONGHOA DI INDONESIA adalah BAGIAN YANG INTEGRAL DARI BANGSA
INDONESIA.



INDONESIANIS Dr Daniel S. LEV mengenai BENNY G. SETIONO

1 Januari 2003.


Dalam bukunya, tulis Dr. Daniel Lev, ---- Benny G. Setiono mencoba
menggali kembali sejarah (etnis Tionghoa) yang kompleks itu. Buku ini,
tulis Dan Lev dalam Kata Pengantar pada buku Benny, bukan buku pertama
mengenai minoritas etnis Tionghoa di Indonesia. Ada banyak buku lain
yang telah dibuat dan diterbitkan sejak dulu, baik oleh sarjana asing
maupun Indonesia dan penulis awam juga.


Harus saya akui, tulis Dan Lev, bahwa ketika Pak Ben minta apakah saya
rela membaca naskahnya yang belum selesai dan masih mentah, saya agak
ragu karena dia bukan seorang sarjana profesional. (Ini juga pengakuan
arogansi seorang sarjana profesional).



‘Fokus buku ini sebetulnya adalah sejarah Indonesia, dimana minoritas
Tionghoa juga memiliki peranan. Perspektifnya berganti-ganti dan
keseimbangan selalu dicari di antara banyak peserta dalam sejarah yang
serba kompleks.


Tujuannya adalah untuk mendapatkan sebuah gambaran sejarah yang
realistis tentang orang yang sudah lama merupakan bagian dari masyarakat
Indonesia, orang Indonesia yang kebetulan minoritas yang diciptakan
sejarah itu. Demikian a.l. Dr Daniel S. Lev tentang buku Benny.


       

 


FastCounter by bCentral