PIYA TOLANI Kunjungi Indonesia Media
Dr.Irawan /Indonesia Media


Piya Tolani segera akan memasuki tahun ke-20 dalam karyanya di industri hiburan dengan diresmikannya album musiknya yang berjudul “Everyday is Christmas to me”

 

Piya merintis karirnys seperti layaknya kebanyakan aktris yang berkecimpung dalam dunia film dan televise saat ini. Terpilih dari ribuan pelamar ia berhasil dalam audisinya yang pertama untuk peran dalam film “Lupus” ( Indonesia). Keesokan harinya Sutradara Herman mulai menulis skrip tambahan untuk perannya sebagai Meta. Bertolak dari keberhasilannya dalam “Lupus” Piya melanjutkan perannya sebagai Meta dalam “Lupus II” ( Indonesia). Selanjutnya Piya ditawari peran utama dalam beberapa serial televise antara lain “Ayun-Berayun”, “Kembang Prestasi” banyak lagi.

 

Dengan keberhasilannya dalam bidang film dan televisi sudah lumrah bahwa Piya juga dicari oleh kalangan dunia musik. Dia ditawari oleh produser musik kawakan Tommy Soemarni untuk bergadung dalam Grup Billboard Records. Nostalgia ketika di SMP ia ditunjuk sebagai vokalis utama. Grup ini memperoleh sukses dengan hits mereka dalam lagu “Ranking Pertama” dan “Cinta Pertama” yang telah juga membuat debut Piya sebagai penyanyi tunggal dengan hit pertama yang diraihnya.

 

Dengan kemauan yang keras dan ambisi yang tinggi Piya hijrah ke Amerika Serikat dan menyelesaikan pendidikan formalnya di University of Southern California. Ia lulus dari School of Business dengan menyandang title Bachelor of Science dalam Marketing and Management. Kemudian dia terjun berkarir di bidang periklan dengan berkonsentrasi dalam bidang radio dengan perusahaan-perusahaan Fortune 500..

 

Aspek yang sangat menyenangkan dalam advertensi adalah dalam proses kreatifitasnya dengan menciptakan musik dan copy dalam commercial jingles dan kampanye periklanan untuk klien. Setelah memperoleh kedudukan sebagai orang nomer satu sebagai Billing Account Executive ditempatnya bekerja, dia sadar bahwa menghibur masyarakat masih merupakan minatnya yang utama karena dia masih sebagai salah seorang “seniman”.

 

Dalam kesibukan karirnya di stasiun radio Piya masih melanjutkan belajar dalam berakting di Stella Adler School of Acting. Akhirnya dia sadar bahwa ia memerlukan kebebasan dalam menjalani aktivitas yang berkenan dihatinya. Oleh karena itu dia melepaskan karirnya sebagai seorang sales dan membuka usaha advertising agency. Dengan memiliki kebebasan dalam mengatur waktunya akhirnya dia dapat memenuhi impiannya untuk sekali lagi kembali aktif di bidang hiburan.

 

Piya mulai menjalani training yang intensif dengan Coach acting yang terkenal di dunia Aaron Spenser yang menjadi pelatih pribadi dari beberapa aktris Hollywood antara lain Jennifer Lopez, Will Smith, LL Cool J, The Wayans Brothers dan lain-lainnya. Dia memegang lead roles in indie cult classics; “Dr. Chopper”, “Slaughterhouse PHI”, dan “Blood Legend”,

 

Begitu juga dalam penampilan di televisi antara lain dalam “Side Order of Life”, "Sleeper Cell" dan “Grey’s Anatomy”.

 

Proyek Album Natal – “ Everyday is Christmas to me”

 

Bagi yang mengenal Piya akan tahu mengenai kecintaannya pada Natal. Anda akan mendengar dia menyanyi lagu-lagu Natal favoritnya pada hari biasa tanpa mengenal musim. Dia bisa bernyanyi lagu-lagu Natal di musim panas di bar karaoke di hadapan banyak pengunjung. Ketika ditanya jawabnya “Setiap hari adalah Natal bagi saya”

 

Piya menjalani hubungan yang sangat khusus dengan ibunya Miranti (Rebecca), mantan foto model di Indonesia di jaman Soekarno. “Ibuku adalah segalanya bagiku. Ia adalah pahlawan saya dan merupakan orang terkuat yang saya kenal. Ia memiliki hati emas dan sangat dermawan. Dia tahu caranya membuat kamu tertawa dan ia adalah orang yang positif.

 

Ketika semua orang mentertawakannya menyanyi lagu-lagu Natal di bulan Juli, hanya ibunya yang merupakan orang satu-satunya yang menikmati nyanyian Piya sepanjang tahun. Ide untuk menerbitkan CD Natal muncul pada satu hari di musim panas 2007 ketika Piya bersama ibunya sedang berkendaraan ke Rodeo Drive untuk berbelanja dan Piya sedang menyanyikan lagu Natal seperti biasanya. Ketika itu ibunya mengusulkan pada Piya untuk menerbitkan album lagu Natal dan membagi perasaan Natalnya kepada setiap orang di dunia. Album dengan judul “Every Day Is Christmas To Me” ini akan direlease segera untuk Natal 2007 .Album ini juga dapat diakses di iTunes, pada website www.piyatolani.com dan myspace.com/piyatolani dan di toko-toko musik menjelang Natal ini.

 

Dalam suasana Natal yang membuat Piya paling bahagia ialah ketika merasakan suka cita dalam memberi. Menurutnya kita harus memberi setiap hari tidak saja pada saat Natal tiba. Dengan demikian setiap hari adalah Natal. Kehidupan itu sendiri merupakan suatu pemberian. Kita seharusnya saling memberi baik dalam bentuk waktu, perhatian dan pertimbangan. Juga kepada makluk yang paling kecilpun, demikian ujar nona yang tinggal di Beverly Hill itu.

 

Dengan menyebarkan album lagu “Everyday Is Christmas To Me” ke seluruh dunia, Piya mengharapkan dapat memberikan makna kehidupan yang lain kepada masyarakat dengan menyampaikan pesan bahagia dalam memberi cinta, suka cita dan damai sepanjang masa.

(/IM)

       

 


FastCounter by bCentral