|
|
Usaha Resto Di Negeri Perancis – Bagian ke-12B
(Paris 9 Maret 1999) / Indonesia Media
Karena pekerjaan pokok di bagian adm-keuangan, maka aku diserahi tugas dan bertanggungjawab atas keuangan likid, uang-kontan. Di Paris, umumnya di Perancis, bila seseorang belanja lebih dari seratus francs, maka selalu akan menggunakan kartu-kredit, atau cek. Kartu-kredit itu banyak sekali jenis dan penerbitannya, misalnya visa, master-card, american-ekspres, diners-club, dan lain-lain. Lalu berjenis TR, ticket-restaurant, cukup banyak. Ada dua kali service setiap hari di resto kami. Dari jam 12.00 sampai dengan jam 14.30 dan dari Jam 19.00 sampai dengan jam 23.00.- Setiap akhir penutupan resto hari itu, yang biasanya pada jam 23.30 dan terkadang sampai jam 01.00, keuangan resto harus dihitung buat seluruh hari itu, dua kali service tadi, siang dan malam. Biasanya kalau seluruh pemasukannya katakanlah
sepuluh ribu francs, maka kalau ada 3000 francs saja uang likidnya, sudah baik. Sebab lebih setengahnya bahkan sampai duapertiga harga(keuangan) dibayar dengan kartu-kredit, TR dan lainnya, bukan dengan likid.
Sedangkan kami, aku, memerlukan uang likid ini. Mengapa? Karena harus menyiapkan pembayaran gaji setiap bulannya kepada teman-teman pekerja di resto.
Pembayaran gaji ini biasanya adalah uang-gelap, artinya pembayaran karena ada kelebihan jam-kerja karena overtime, operwerek dan karena memang kami tidak men-deklare seluruh gaji pegawai. Kenapa? Karena harus memperhitungkan pajak! Seharusnya semua di-deklare, diresmikan. Tetapi kalau semua di-deklare, betapa mahalnya pajak yang kami harus bayar. Di pihak lain, kerja-gelap dan pembayaran-gelap, sebenarnya dilarang! Tetapi Jawatan Pajak dan Kementerian Perdagangan dengan aparatnya, semua juga tahu bahwa setiap resto pastilah ada pekerja-gelap dan pembayan-gelapnya! Hanya tahu sama tahulah, maksudnya sama-sama mengerti, tetapi jangan sampai keterlaluanlah. Jangan salah sangka dengan tahu sama tahu tadi, samasekali tidak ada jalan belakang, atau penyogokan!
Di mana berbahayanya? Bila sedang ada kontrol, inspeksi dari Jawatan Pajak atau Bagian Kebersihan-Kota dan "horeca"(Hotel-Restaurant-Cafe) atau Bagian Kesehatan Horeca ini, maka kalau ketahuan banyak pekerja-gelapnya, pengumpulan uang-gelap, kita akan kena denda, dihadapkan ke pengadilan, dan bahkan ada beberapa resto yang harus tutup-total!! Jangan
main-main dengan undang-undang dan peraturan! Kamipun pernah dihadapkan ke pengadilan ini, tetapi masalahnya karena soal kebersihan. Karena ketika itu kami belum punya lemari-khusus untuk pakaian-kerja, dan ada kesalahan-kebersihan, semua barang makanan yang sudah dimasak tidak boleh disatukan dengan yang masih mentah. Sebenarnya semua itu kami tahu. Tetapi
seperti yang kukatakan tadi, kami ketangkap basah! Karena sang inspektur tiba-tiba saja nongol dan langsung masuk resto, periksa semua bagian yang ada di resto. Dan memang beginilah
pekerjaannya, tidak akan mereka mengatakan bahwa pada tanggal sekian dan hari sekian jam sekian mereka akan datang memeriksa.
Pemeriksaan-kontrol semacam ini selalu mendadak dan kita tidak tahu ciri-cirinya dan hukumnya, bagaikan mereka itu kucing dan kita tikus. Mana kucing akan buka rahasia kepada tikus bagaimana cara mereka menangkap tikus dan kapan baiknya! Pekerjaan sang inspektur ini bila mereka "berhasil menemukan banyak pelanggaran" maka tidak jarang resto itu akan
tutup-total, bangkrut karena kelalaian, kesalahannya sendiri. Maka berhati-hatilah, selalulah menuruti peraturan dan undang-undang.
Sebuah contoh kecil saja. Karena kami merasa bosan mendengarkan lagu-lagu yang itu-itu saja, karena tidak ada kaset lain yang bisa kami putar selain dari lagu-lagu dan nyanyian Indonesia melulu, maka kami putar kaset yang lagu Amerika Latin. Semua teman dan pendengar lain, sangat senang mendengarnya. Irama riang-gembira. Rasanya kaki dan badan ini bergoyang
secara otomatis mengikuti lagu tersebut. Tiba-tiba seseorang datang kepada kami, mengatakan apakah kalian tahu peraturan tentang restaurant specialite seperti kalian punya ini? Restaurant specialite tidak boleh memutar dan memperdengarkan lagu-lagu lain, selain lagu-lagu negeri itu, artinya harus lagu Indonesia juga. Dan kami baru tahu bahwa memang dilarang memutar
lagu-lagu asing(selain lagu Indonsia) di sebuah resto specialite, artinya resto-khusus, masakan Indonesia. Untung saja orang itu cukup baik, tidak mengadukan kami ke pada yang berwewenang menangani masalah ini. Dan pengalaman begini tidak hanya satu dua kali itu saja. Ternyata kami
betul-betul belajar dari nol-zero-tulen. Lama-kelamaan barulah kami tahu dari praktek dan pengalamana kongkrit itu. Dan sepanjang perjalanan kehidupan resto, jalin berjalin dengan pengalaman kehidupan kami.
| |