PBB nyatakan Soeharto sebagai pencuri nomor satu

Kompas / Indonesia Media

Mantan Presiden Soeharto kembali menjadi perhatian dunia. Bekas penguasa Orde Baru selama 32 tahun menyandang predikat sebagai pemimpin politik dunia yang diperkirakan mencuri kekayaan negara dalam jumlah berkisar 15 miliar dollar hingga 35 miliar dollar AS. Tidak tanggung-tanggung, Soeharto menempati urutan pertama dari sepuluh daftar mantan kepala negara yang dinyatakan sebagai pencuri


Seperti berita yang dilansir kantor berita Antara, daftar ini tercantum dalam buku panduan yang dikeluarkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan Bank Dunia bersamaan dengan peluncuran Prakarsa Penemuan Kembali Kekayaan Yang Dicuri (Stolen Asset Recovery Initiative-STAR) di Markas Besar PBB, New York, Selasa (18/9) WIB.


Peluncuran prakarsa dihadiri Sekjen PBB Ban Ki-moon, Presiden Bank Dunia Robert B. Zoellick, dan Direktur Kantor PBB untuk Masalah Obat-obatan Terlarang dan Kejahatan (UNODC) Antonio Maria Costa. Turut hadir para pejabat tinggi sejumlah negara anggota PBB, termasuk Deputi Wakil Tetap RI untuk PBB Adiyatwidi Adiwoso dan Direktur Perjanjian Internasional Deplu RI Arif Havas Oegroseno.


Daftar tersebut mencamtumkan Mohamad Soeharto (1967-1998) pada urutan teratas tabel “Perkiraan dana yang Kemungkinan Dicuri dari sembilan Negara”, dengan kekayaan yang diperkirakan dicuri Soeharto berjumlah 15 miliar dollar hingga 35 miliar dolllar AS.


Temuan PBB Bank Dunia itu menyebutkan perkiraan total PDB Indonesia setiap tahunnya pada rezim Soeharto. 1970-1998 sebesar 86, 6 miliar dollar AS. Indonesia seperti yang diungkapkan Arif Havas Oegroseno akan mengajukan permintaan bantuan kepada STAR Initiative untuk berusaha mengembalikan kekayaan negara yang diperkirakan dicuri Soeharto.


Menurut rencana, Havas, bertemu dengan pihak Bank Dunia di Washington D.C. untuk membahas rencana Indonesia.tersebut, Jum’at (21/9) . Pembahasan di Washington nanti , kata Havas yang ditemui sebelum peluncuran STAR Initiative, akan berkisar kepada penaksiran kemungkinan mengumpulkan kembali kekayaan yang diperkirakan dicuri Soeharto serta langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan setelah itu. Dengan demikian, saat ini belum diketahui di mana saja kekayaan yang diperkirakan dicuri Soeharto tersebar dan dapat dikumpulkan kembali (Persda Network, 18 September 2007)


* *


Daftar 10 Pencuri Kekayaan Negara

1. Soeharto (Indonesia) 1967-1998 kerugian negara : 15 – 35 miliar dollar AS

2. Ferdinand Marcos (Filipina) 1972-1986 kerugian negara :5-10 miliar dollar AS

3. Mobutu Sese Seko (Zaire) 1965-1997 kerugian negara 5 miliar dollar AS

4.Sani Abacha (Nigeria) 1993-1998 kerugian negara 2-5 miliar dollar AS

5. Slobodan Milosevic (Serbia/Yugoslavia) 1989-2000 kerugian negara 1 miliar dollar AS

6.Jean Claude Duvalier (Haiti) 1971-1986 kerugian negara 300-800 juta dollar AS

7. Alberto Fujimori (Peru) 1990-2000 kerugian negara 600 juta dollar AS

8.Pavlo Lazarenko (Ukraina) 1996-1997 kerugian negara 114-200 juta dollar AS

9. Arnoldo Aleman (Nikaragua) 1997-2002 kerugian negara 100 juta dollar AS

10. Joseph Estrada (Filipina) 1998-2001 kerugian negara 70-80 juta dollar AS



* * *

 

 

       

 


FastCounter by bCentral