Menanggapi Orasi Budaya Guruh Sokarnoputra

Yth. Redaksi / Indonesia Media

Menanggapi Guruh berorasi budaya di kota Muntilan Magelang, halaman 5 edisi September 2007. Begitu tertariknya sepenuh hati sanubari saya, bahwa Guruh masih bisa bicara tentang apa itu arti Pancasila yang dikatakan oleh Bung Karno Presiden pertama Indonesia, di Ultah Kemerdekaan RI ke-62 tahun. Bung Karno sudah menata jalan bagi kejayaan Bangsa Indonesia masa mendatang, dengan menggali Pancasila sebagai Falsafah, Ideologi dan Dasar Negara. Pancasila menjadi petunjuk bagi bangsa untuk kemajuan kehidupan masyarakatnya.

 

Tetapi Pancasila telah diobrak-abrik oleh orang-orang yang menjadi kaki-tangan Imperialis. Dan ORBA telah melakukan de-Soekarnoisasi, berupaya mengubur ajaran Soekarno. Apalagi pada Era Reformasi ini masih ada sebagian orang yang menjadi kaki-tangan kepentingan asing. Disini sayapun menanggapi sambutan ibunya lewat Puan Maharani yang mana sayapun ikut kecewa sekali diwaktu ada kesempatan putrinya Bung Karno menjadi Presiden RI, justru tidak meneruskan perjuangan Bapaknya yang agung. Tetapi malahan mensupport konglomerat hitam hidup dan tumbuh subur di Indonesia dan malah tega menjual asset Negara ke negeri tetangga. Terutama tidak membina masyarakat miskin seperti janji yang muluk-muluk sewaktu kampanye. Hukum dirusak sendiri oleh putri Bung Karno. Seluruh rakyat Indonesia menyadari dan melek mata atas kekuasaan putri Bung Karno tersebut: aji mumpung.

 

Berjiwa besarlah yang telah pernah menjadi Presiden RI, bukan mencela dan kritik rendah. Entrospeksi diri, perjuangan apa di tangan putrid Bung Karno diwaktu berkuasa di RI. Teruskan perjuangan Bung Karno yang memakai akal dan pikiran jernih. Sekian, terima kasih dari rakyat kecil yang masih peduli Bangsa.

 

tertanda

Ibu Amie Rivera di Los Angeles

       

 


FastCounter by bCentral