Jenak Jenaka
Indonesia Media
Kisah orang bernama Alfred
Ada seorang pegawai negeri Inggris yang berada di gedung, lantai 26. Tiba tiba ada yang berteriak,
"Alfred...! Alfred...! anak perempuanmu mati tertabrak mobil!!"
Pegawai negeri itu kaget dan langsung melompat dari lantai 26.
Saat tubuhnya melewati lantai 14, ia baru sadar kalau ia tak punya anak perempuan.
Saat melewati lantai 5, ia baru sadar kalau ia belum menikah, apalagi punya anak perempuan.
Saat sampai tanah, ia baru ingat kalau namanya itu bukan ALFRED.
Belajar Berhitung Selalu Kelebihan Satu
Untuk melatih pelajaran matematika kepada anak didiknya, Pak Hamid, guru wali kelas dua SD, selalu memberikan pertanyaan matematika sebelum jam pulang. Peraturannya bagi yang bisa menjawab dengan benar baru diperbolehkan pulang.
Pak Hamid : "Coba sapa yang bisa jawab 9 + 8 sama dengan berapa ?"
Santi : "Tujuh Belas pak"
Pak Hamid : "Iya, santi kamu boleh pulang.."
Pak Hamid : "Sekarang 8 + 4 berapa ?"
Bowo : "dua belas Pak Guruuuu....."
Pak Hamid : "Iya, Bowo kamu boleh pulang.."
Pak Hamid : "Sekarang 7 + 7 berapa ?"
Hasan : "Empat belas Pak Guruuuu....."
Pak Hamid : "Iya, Hasan kamu boleh pulang.."
Pertanyaan terus diajukan dan hampir semua murid bisa menjawab. Sekarang tinggal Bondan sendirian, Pak Hamid maklum kalo Bondan ini salah seorang murid yang nakal dan agak tertinggal pelajaran dibanding teman-temannya. Karena kasihan Pak Hamid memberikan pertanyaan yang mudah, hitungannya dibawah sepuluh sehingga bisa dihitung dengan jari.
Pak Hamid : "Bondan, sekarang tinggal kamu... coba sekarang 5+5 berapa?
Bondan tidak langsung menjawab, mulutnya komat-kamit, kedua tangannya dimasukkan kedalam kantong celananya untuk menghitung dengan jarinya. Setelah selesai komat-kamit Bondan menjawab dengan percaya diri ...
Bondan : "Gampang Pak, Sebelassss....!!!"
Pak Hamid : "Salah Bondan... Coba sekarang yang mudah, 4+4 berapa ... "
Bondan kembali komat kamit dengan kedua tangan dalam kantong celana.
Bondan : "Sembilan Pak....."
Pak Hamid : "Salah lagi Daan... Coba sekarang yang lebih mudah, 3+4 berapa ... "
Bondan : "Delapan Pak....."
Pak Hamid : "Adduuuh Bondan kamu harus sering belajar... lagi ya"
"Coba kemari Bapak ingin tahu cara kamu menghitung ..."
Kemudian Bondan mempraktekkan caranya menghitung... Kedua tangan dimasukkan kedalam kantong celananya... Pak Hamid mulai curiga dengan cara menghitungnya, karena selalu selisih satu... Setelah diperiksa... "Coba Bapak lihat celana kamu ..."
Setelah diperiksa oleh pak Hamid. Ternyata kedua kantong celana Bondan sudah bolong. Jadi hitungan dengan jarinya selalu kelebihan satu ...
Cara Turun dari Bus yang Sedang Melaju
Dalam perjalanan ke Madura, di suatu bis yang penuh sesak, terjadilah dialog antara seorang penumpang (yang kebetulan orang Madura) dengan seorang Tentara yang sama-sama tidak kebagian tempat duduk.
orang Madura : "Kalo bis lagi melaju kaya gini cara turun yang paling baik adalah kaki kanan duluan trus badan condong ke belakang..." (tentunya dengan aksen Maduranya)
Tentara yang mendengar kalimat tadi tahu bahwa cara itu salah, mengomentarinya untuk memberitahu cara yang seharusnya.
Tentara : "Salah bapak, yang betul kaki kiri duluan dan badan agak condong ke depan..!"
Orang Madura : "Oh.. gak bisa. yang betul ya kaki kanan duluan dan badan condong ke belakang."
Tentara : "Kalau cara bapak begitu, bapak akan jatuh. karena bapak tidak punya keseimbangan."
orang Madura : "Ya gak bisa," (katanya gak mau kalah) "Kalau bapak Tentara gak percaya akan saya buktikan. Pak sopir, lapangan depan, saya turun situ pak..!"
Ketika sudah dekat dengan lokasi, orang Madura ini tiba-tiba melompat dengan posisi kaki kanan duluan dan badan condong ke belakang. Dan benar, keseimbangannya hilang dan dianya jatuh terlentang ke belakang. Sialnya kepala bagian belakangnya kena kotoran sapi yang memang banyak merumput di lokasi tersebut.
Tentara : "Gimana.. bapak sih gak percaya.., sudah saya bilangin, kaki kiri duluan badan condong ke depan..!!"
orang Madura : (tetap gak mau kalah) "Goblok sampeyan..!! kalau badan saya condong ke depan lak muka saya yang kena...!!"
Tentara : "??????????
Mabok Istri Selingkuh
Dua orang pemuda Anto dan Andi, yang sedang mabok pulang ke rumah Andi. Mereka bermaksud mengambil uang untuk membeli minuman lagi. Setibanya mereka di rumah Andi, ternyata istri Andi sedang bermesraan di kamarnya dengan seorang pria yang tak dikenal.
Tanpa banyak bicara Andi mengambil uang di lemari lantas ia keluar kamar dan mengajak Anto pergi. Anto yang saat itu merasa bingung bertanya pada Andi.
Anto : "Hei, kok kamu langsung pergi gitu aja sih!?"
Andi : "Ya udahlah, kita beli minuman lagi"
Anto : "Terus gimana dengan laki-laki yang bersama dengan istrimu tadi?"
Andi : "Ga usah dipikirin, biarin aja dia beli sendiri"
Anto : "Oh, ya udah.." (dasar mabok)
Zebra di Kebun Binatang
Ucup dan Umar mengunjungi kebun binatang. Sampai di kandang zebra, Ucup tampak begitu keheranan. Sampai-sampai ia mengamati binatang tersebut lama sekali. Ketika diajak melihat binatang lainnya, Ucup tetap tidak beranjak dari tempatnya.
Tiba-tiba ia berkata, "Sabar dululah. Aku sedang mempelajari binatang yang satu ini. Dari tadi aku tidak habis pikir ...."
"Ah, kau ini. Keanehan apa sih yang ada pada binatang itu ...?"
"Itulah yang sedang kupelajari, apakah kulit binatang ini dasarnya hitam belang-belang putih atau dasarnya putih-putih berbelang-belang hitam ...."
Anjing Siapa yang Lebih Pintar
Dua orang perempuan sedang meributkan anjing-anjing mereka. Keduanya saling menyombongkan kepintaran piaraan mereka itu.
Perempuan 1: "Anjing gua hebat banget, deh. Tiap pagi, ia nungguin tukang koran, dan begitu loper itu datang, anjing gua langsung ngambil korannya dan membawanya ke tempat gua sarapan."
Perempuan 2: "Ya, gua tahu itu."
Perempuan 1: (kaget) "Dari mana lu tahu?"
Perempuan 2: "Anjing gua yang cerita."
Ribut Main Sekolah-Sekolahan di Kamar
Ketika mendengar keempat anak-anaknya sedang ribut di dalam kamar, si mama menengok ke dalam kamar.
"Kalian ini sedang apa sih, kok begitu ributnya, sampai terdengar dari luar?" tanya sang mama.
"Kami sedang main sekolah-sekolahan. Dido jadi ketua kelasnya, Ma," jawab si Dido.
"Masak di sekolah ribut begitu!?"
" Kan, sedang tidak ada gurunya," sahut si Dido nggak mau kalah.
|