|
|
Diserbu Massa
SUARA PEMBARUAN DAILY
/ Indonesia Media
Tujuh Jemaat Gereja HKBP Terluka
[JAKARTA] Tujuh dari 50 jemaat Gereja HKBP Rajeg, Kota Bumi, Tangerang,
Banten mengalami luka serius akibat terkena lemparan batu dan benda keras
lainnya setelah gereja tersebut diserbu oleh massa yang berjumlah puluhan
orang, Minggu (2/9) siang.
Peristiwa perusakan disertai penyerangan Jemaat HKBP itu berlangsung sekitar
pukul 13.00 WIB. Penyerbu lokasi ibadah tersebut datang secara tiba-tiba.
Mereka tidak saja melempari jemaat dengan batu, tetapi juga mengeluarkan dan
merusakkan kursi gereja dengan alasan tempat ibadah itu belum ada izinnya.
Rinsen Sitohang (38), salah satu anggota Jemaat HKBP Rajeg yang dikonfirmasi
SP Senin pagi membenarkan, puluhan warga menyerbu Gereja HKBP Rajeg saat
kebaktian, Minggu siang.
"Saya adalah pemain musik di gereja itu. Kami tidak menduga mendapat
serangan warga. Padahal, saat kebaktian terlihat tiga anggota polisi
termasuk mobil patroli berada di sekitar lokasi. Pengurus gereja telah
menyerahkan persoalan ini kepada petugas keamanan setempat," ujar Rinsen.
Akibat penyerangan ini, sejumlah anggota Jemaat HKBP Rajeg yang terdiri dari
pria dewasa, wanita, dan anak-anak menderita luka-luka.
Sebelum kejadian ini, tidak ada peringatan yang diterima pihak gereja
terkait izin membangun lokasi ibadah di tempat tersebut.
Kapolres Kabupaten Tangerang AKBP Toni Hermanto yang dikonfirmasi terpisah
Senin pagi membenarkan, adanya pengaduan perusakan rumah ibadah di Rajeg
tersebut.
Pernyataan PGI
Sementara itu, Sekretaris Umum Majelis Pekerja Harian Persekutuan
Gereja-Gereja di Indonesia (MPH PGI) Pdt Dr Richard M Daulay dalam
keterangan tertulis yang diterima SP, Senin siang meminta pemerintah
menjamin kebebasan dan kerukunan antarumat beragama sehingga setiap umat
dapat beribadah dengan rasa tenteram.
Richard juga meminta Gubernur Provinsi Banten dan Kapolri Jenderal Polisi
Soetanto untuk segera mengusut dan menindak tegas tindakan anarkis para
pelaku.
Dikatakan, MPH PGI juga menyesalkan dan mengecam terjadinya penyerangan yang
menyebabkan Pdt JAU Doloksaribu beserta beberapa jemaatnya terluka.
Ia meminta permasalahan tersebut segera diselesaikan melalui jalur hukum
yang berlaku agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di masa mendatang.
Selain itu, ia juga berharap agar semua komponen bangsa menjamin dan
memelihara kebebasan dan kerukunan antarumat beragama, sehingga setiap umat
dapat menjalankan ibadah dengan rasa aman.
| |