Hutan RI Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca, Wajar Dikucuri Dana Asing

Anwar Khumaini - detikcom / Indonesia Media

Pemerintah Jerman menghibahkan dana sebesar 20 juta euro atau sekitar Rp 256 miliar kepada Indonesia sebagai bantuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

"Dana tersebut untuk membiayai semua kegiatan dalam rangka mengurangi emisi rumah kaca di Indonesia" kata Menteri Kehutanan MS Kaban.

Hal itu diungkapkan dia usai membuka workshop nasional tentang "Kehutanan dan perubahan iklim di Indonesia" yang diselenggarakan di Hotel Arya Duta, Jl Prapatan, Jakarta Pusat, Senin ( 27/8/2007).

Menurut Kaban, alasan pemerintah Jerman memberikan dana tersebut sebagai insentif karena Indonesia merupakan tempat tersimpannya keanekaragaman hayati dunia.

"Selama ini kita tidak dapat jatah apa pun. Padahal hutan kita bisa mengurangi emisi rumah kaca yang mencapai 30 miliar ton CO2 per tahunnya," ujar Kaban.

Disebutkan Kaban, Indonesia memang pantas mendapatkan dana tersebut karena 10 persen lahan gambut dunia berada di Indonesia. Selain itu Indonesia mempunyai 24 juta hektar lahan konservasi dan total luas semua hutan yang ada mencapai 120,3 juta hektar.

Sementara pemerintah Jerman, yang diwakili oleh Wakil Menteri Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Jerman Karin Kortmann mengatakan, Indonesia sebagai negara pemilik hutan terbesar ketiga di dunia telah berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca.

Oleh karena itu dia berharap bantuan ini bisa membantu mengurangi emisi rumah kaca di Indonesia . Kerjasama ini juga, lanjut Karin akan dikembangkan dalam bidang lain seperti ekonomi dan energi.

 

       

 


FastCounter by bCentral