U.S. Immigration and Customs Enforcement

Dr.Irawan/Indonesia Media

 

Dalam pertemuan Asian Media Roundtable yang digelar oleh ICE , bagian dari U.S. Departement of Homeland Security, Virginia Kice, Western Region Director of Communications U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE), memperkenalkan jaringan operasinya, di Federal Building, 300 N Los Angles Street di Los Angeles.

 

Pemerintah AS, dalam hal ini ICE menganggap perlunya kerja sama dengan seluruh media Asia guna menanggulangi hal-hal yang muncul akhir-akhir ini demi menjaga keamanan warga AS.

 

Dari segi keamanan : Pemalsuan suku cadang pesawat terbang diperkirakan sebesar 2% yaitu sebanyak 520.000 suku cadang setiap tahunnya, dan ini tentunya mengancam keselamatan penumpang.

 

Pemalsuan suku cadang kendaraan seperti oil filter yang terbuat dari potongan sisa kain, kampas rem dari serbuk gergaji, transmission oil dari minyak yang murah yang diberi pewarna. Semua pemalsuan dari suku cadang kendaraan merugikan negara sebesar $12 milyar pertahunnya.

 

Pemalsuan ini merugikan tenaga kerja di AS rata 750.000 kehilangan pekerjaan setiap tahun.

 

Dalam bidang farmasi; FDA (Food and Drug Administration) memperkirakan 10% dari produk farmasi dunia adalah palsu, menurut U.S. CBP , 14 % dari produk obat-obatan yang diperdagangkan via internet adalah palsu, kedaluwarsa, dan lainnya. FDA juga memastikan 88% dari obat-obatan impor tidak lulus dalam pengujian, bahkan ada beberapa yang mengandung racun yang dapat mematikan.

 

Bahaya lainnya dari barang palsu; Interpol dari Lebanon menemukan pemalsuan rem kendaraan terkait dengan pendanaan untuk terorisme. Interpol juga melacak pendanaan untuk tindak terorisme WTC tahun 1993 dilakukan oleh seorang Sheik dari Mesir dari hasil keuntungan pemalsuan barang. Teroris dari Irlandia Utara juga mendapatkan dana dari hasil pembajakan musik CD dan rokok. Interpol telah mengindikasi pendanaan pemberontak Colombia dari hasil pemalsuan barang.

 

Pelanggaran Intelectual Property Rights (IPR), termasuk pemalsuan dan pembajakan hak cipta telah merugikan negara antara $200 milyar- $250 milyar setahunnya

 

 

Kasus Pendatang ilegal:

Pada tahun 2006 telah diciduk sebanyak 196.707 orang yang mana 45% dari mereka adalah pelaku criminal. Sampai saat ini dalam tahun 2007 tercatat sudah 177.517 telah dipulangkan. Sekarang ada 1,2 juta orang dalam proses deportasi, dimana rata-rata 20.000 orang dikurung setiap harinya. Menurut data base ICE sekarang ini ada 632.189 buronan asing di seluruh AS.

 

ICE sudah bekerja lebih effisien dalam hal pendeportasian yang dulu biasanya harus memakan waktu 90 hari , sekarang hanya memerlukan waktu proses 21 hari untuk dideportasi. Sejak ICE dibentuk tahun 2004 mereka telah memulangkan pendatang illegal lebih dari 400.000 orang, yang mana 210.000 orang mempunyai criminal records.

 

Dari laporan tahun fiscal 2006 angka deportasi tertinggi tercatat sbb:

Paling banyak dari RRT: 684 orang, dari India 505 orang, Philipina 478 orang ,disusul Indonesia dan Korea memegang rekor yang sama yakni masing-masing 283 orang . Prioritas penangkapan illegal immigrant bagi yang buron (fugitive) adalah sebagai berikut: Pertama, Ancaman terhadap keamanan nasional, Kedua, Ancaman terhadap komunitas, Ketiga, Melakukan tindak criminal, Keempat, ada criminal record/History. Kelima, bukan kasus criminal.

 

Pada tanggal 30 Sepetember 1996 Presiden Clinton telah menandatangani Undang-undang Illegal Immigration Reform and Immigrant Responsibility Act, menambahkan pasal 287 (g) yang memberikan wewenang kepada local enforcement untuk menangani masalah imigrasi dari federal.

 

Kepada seluruh majikan diharuskan memeriksa teliti surat-surat yang berkaitan dengan keabsahan calon pekerja sebelum bekerja ditempatnya.

 

Human Trafficking yang terbanyak tetap masih dari perbatasan selatan, tapi manusia container dari RRT juga tidak sedikit yang tertangkap. Dalam peragaan ICE juga tercatat sindikat Human Trafficking dari Indonesia.

 

Akhir kata ICE meminta kerja sama dari masyarakat untuk ikut peduli dengan situasi keamanan yang bisa merugikan negara.

 

 

 

       

 


FastCounter by bCentral