Mengapa Jadi Gemuk?

H/sb/ags/waspada /Indonesia Media

Mengapa jadi gemuk? Tentunya ini menjadi pertanyaan bagi kaum hawa dan adam yang mengalami hal demikian. Berikut adalah penjelasan dari Dr. Phaidon. Menurutnya ada beberapa hal yang menyebabkan orang menjadi gemuk adalah faktor genetika, kelebihan karbohidrat, kelebihan makanan berlemak, kurang beraktivitas dan proses penuaan.

 

Faktor Genetika

Sistem hormon yang ada di dalam tubuh seseorang memang menyebabkan seseorang mudah gemuk dibandingkan dengan orang lain. Meski begitu, bukan berarti orang yang punya garis keturunan gemuk tidak bisa menurunkan berat badan.

 

Kelebihan Karbohidrat

Sumber karbohidrat itu tidak hanya nasi, kentang, mi, dan lain-lain, tetapi juga kue-kue, cake, biskuit, dan es krim. Kelebihan karbohidrat ini diolah tubuh dan disimpan menjadi sel lemak juga.

 

Kelebihan makanan berlemak

Sama halnya dengan kelebihan karbohidrat, kelebihan lemak juga diubah menjadi sel lemak.

 

Kurang aktivitas

Akibatnya kalori makanan yang masuk tidak dipakai dan dibuang, sehingga terjadi kelebihan energi. Kelebihan energi ini ditabung menjadi lemak. Kurang aktivitas juga menjadikan massa otot berkurang, sehingga mesin pembakar lemak menjadi berkurang. Akibatnya, lemak semakin bertumpuk.

 

Proses penuaan

Setelah usia bertambah tua terjadi penurunan produksi hormon-hormon di dalam tubuh yang menyebabkan tubuh lebih mudah menimbun lemak. Proses penuaan ini bukan berarti tidak bisa dicegah atau diperlambat. Gaya hidup sehat dengan mengatur pola makan sehat dan berolahraga teratur bisa menghambat proses penuaan ini.

 

Tidur selamatkan dari gemuk

Begitupun ada yang memberikan pendapat bahwa banyak tidur malam akan menyelamatkan anda dari kegemukan. Menurut hasil studi terakhir, kalau Anda cukup tidur di malam hari, justru menyelamatkan Anda dari kegemukan. Kalau saat ini Anda gemuk, coba ingat-ingat dulu, jangan-jangan selama ini kurang tidur. Di waktu tidur, tubuh kita justru membakar sejumlah kalori. Jadi semakin lama Anda tidur lebih banyak lagi kalori yang dibakar. Karenanya, Anda dianjurkan memiliki pola tidur yang baik di malam hari. Paling tidak cara ini bisa membuat Anda tidak cepat gemuk.

 

Studi yang dilakukan para ilmuwan dari The Columbia University menemukan bahwa mereka yang tidur selama 4 jam atau kurang di malam hari, 73 persen berpeluang jadi gemuk. Yang tidur 5 jam sehari, peluangnya 50 persen menderita kegemukan. Sementara yang tidur 6 jam sehari, peluangnya lebih kecil yakni 23%. Melihat hasil tadi, mereka yang tidur kurang dari empat jam sehari adalah golongan yang paling berisiko menderita obesitas.

 

Mengapa? Tim peneliti dari the Mailman School of Public Health and the Obesity Research Center di Columbia mengamati perilaku 18.000 orang, berusia 32 sampai 59, yang berpartisipasi dalam survei the National Health and Nutrition Examination periode 1980-an.

 

Hasilnya. Jika tidak tidur di malam hari, kita biasanya lebih suka nongkrong di depan televisi atau komputer. Selanjutnya bisa ditebak, sambil nonton atau memelototi komputer kita cenderung mengonsumsi makanan lebih banyak atau ngemil. "Jika seseorang terjaga dalam waktu lama, mereka cenderung makan banyak," kata Dr Stephen Heymsfield yang terlibat dalam penelitian ini.

 

Tak hanya itu, penelitian menunjukkan pula, kurang tidur berhubungan dengan berkurangnya kadar hormon leptin. Hormon yang mengatur nafsu makan, berat badan, dan melaporkan pada otak berapa banyak cadangan makanan yang tersedia dalam tubuh. Selain hormon leptin, kadar hormon grehlin yang fungsinya merangsang nafsu makan, ditemukan meningkat pada orang-orang yang kurang tidur.

 

Hasil penelitian ini diamini Dr. David Haslam dari National Obesity Forum. Dikatakannya, selain faktor depresi, aktivitas fisik, konsumsi alkohol, tingkat pendidikan, umur dan jenis kelamin, dan kurang tidur jelas ikut memicu terjadinya kegemukan. Kuncinya adalah kalau tidak tidur, kita lebih suka berada di depan komputer atau televisi, kemudian makan. Selain itu, stres yang merupakan pengaruh dari pola tidur, diketahui mempengaruhi pula kadar hormon dalam tubuh.

 

       

 


FastCounter by bCentral