Perankan Cheng Ho, Yusril Berlatih Silat Selama Setahun
Indonesia Media
Mantan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra dan mantan Meneg Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf kini jadi bintang film. Kedua mantan menteri Kabinet Indonesia Bersatu itu bermain dalam film Admiral Zheng He atau Laksamana Cheng Ho. Berikut laporannya.
YUSRIL Ihza Mahendra hapal betul riwayat Laksamana Cheng Ho. Karena itulah, ia sangat senang ketika mendapat peran sebagai Cheng Ho dalam film berjudul ''Laksamana Cheng Ho''. Untuk peran ini, mantan Mensesneg itu berlatih silat selama 1 tahun. "Cheng Ho adalah legenda," kata dia saat memperkenalkan film Laksamana Cheng Ho di NAM Centre, Jl Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (6/8).
Yusril begitu kagum kepada sosok utusan kaisar China itu. Selain beragama Islam, menurut dia, Cheng Ho adalah pembawa misi perdamaian. "Banyak unsur pendidikan, sejarah dan politik dalam film ini. Karena itu saya tertarik," imbuh Yusril.
Yusril berkisah mengenai sosok Cheng Ho. Sejak umur 10 tahun, Cheng Ho telah menjadi pelayan seorang pangeran dan dikebiri. "Itu dilakukannya demi menolong orang tuanya dari hukuman penjara. Di istana, Cheng Ho belajar dan membaca banyak buku hingga menjadi pintar," ujar Yusril.
Untuk berperan menjadi Cheng Ho memang tidak mudah. Menurut Yusril, dia harus berlatih adegan silat selama 1 tahun. "Syuting di Thailand tanpa memakai stuntman dan menggunakan pedang sungguhan," ungkap Yusril.
Adapun ide awal mengenai film itu, menurut dia, sudah ada sejak 2 tahun lalu kala dirinya masih menjabat menteri. "Waktu itu rencananya aktor Thailand yang akan menjadi Cheng Ho. Karena kalau saya, nanti filmnya akan membutuhkan waktu lama, syutingnya kan mesti libur," jelas dia.
Namun nasib berkata lain. Ternyata dirinya diberhentikan menjadi menteri dan rezeki peran Cheng Ho pun jatuh kepadanya. Jubah merah Cheng Ho pun lantas melekat di tubuhnya. "Film ini tidak komersil, kita tidak dibayar sama sekali dan sebenarnya ini film islami," jelas Yusril.
Lalu apakah ke depannya profesi seni peran akan ditekuninya, Yusril menjawab diplomatis. "Saya lebih tertarik menjadi produser untuk membuat film-film bermutu," tandas dia.
Film Laksamana Cheng Ho ini dibintangi pula oleh mantan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. Film ini rencananya akan tayang pada akhir Januari 2008 di salah satu stasiun tv swasta di Indonesia.
Film berbiaya US$ 3 juta itu dibuat di 6 negara dan melibatkan 6 ribu pemain. Yang terbesar di China 4 ribu pemain serta ikut pula militer China.
Perankan Raja Majapahit
Majapahit sedang mengalami perpecahan kala Cheng Ho mendarat di Bumi Indonesia sekitar tahun 1440-an. Ada dua raja saat itu yang bertikai. Salah satunya bernama Raja Wikramawardana. Peran inilah yang jatuh kepada Saifullah Yusuf alias Gus Ipul.
"Waktu ditawari main film jadi raja Majapahit oleh Pak Yusril saya bilang mau, tapi saya pilih yang hidup (menang)," kata Gus Ipul saat mendampingi Yusril Ihza Mahendra dalam memperkenalkan film tersebut.
Gus Ipul bercerita sekitar 2 bulan yang lalu, dirinya diajak ikut melihat syuting film di Thailand oleh Yusril. "Saya bilang enak juga main film, lalu Pak Yusril menawari jadi raja Majapahit," jelas Gus Ipul.
Namun, Gus Ipul memilih peran Raja Majapahit yang hidup. "Lha gak mau dong, kalau memerankan yang kalah (mati)," ujar Gus Ipul terkekeh.
|