Aceh Dinyatakan Waspada I
irnwaspada/Indonesia Media
Kapolda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Irjen Pol Rismawan menegaskan, dengan munculnya indikasi upaya penggagalan HUT ke-62 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), seperti pencurian bendera Merah Putih di Aceh Utara, Aceh dinyatakan berstatus Waspada I.
Penerapan status Waspada I ini setelah mencermati situasi di lapangan serta laporan intelijen yang masuk. Status Waspada I berlaku hingga 17 Agustus 2007 dan pemberlakuannya sudah disampaikan ke seluruh Polres se-Aceh.
Untuk itu, Polda NAD meningkatkan patroli siang dan malam dengan melibatkan semua pihak termasuk aparat TNI dan unsur terkait lainnya maupun masyarakat sehingga diharapkan puncak peringatan HUT Kemerdekaan RI yang jatuh Jumat (17/8), akan berjalan lancar dan sukses.
“Tidak ada bentuk pengamanan khusus, namun semua Polres diminta untuk meningkatkan patroli siang dan malam,” tegas Kapolda Irjen Pol Rismawan kepada wartawan seusai pelantikan Panitia Ad Hoc, penanganan masalah pertanahan di Gedung Serba Guna Rumah Dinas Kapolda, Selasa (14/8).
LACAK TERSANGKA
Menyangkut bendera Merah Putih yang hilang dicuri beberapa hari lalu, Kapolda menyatakan, pihaknya telah menginstruksikan Kapolres setempat untuk melacak tersangka dan ditindak tegas.
Tindak tegas ini sesuai dengan KUHP. Sebab, bagaimanapun, masalah pencurian bendera Merah Putih melanggar nilai kebangsaan dan kenegaraan di Aceh sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Tidak ada tawar-menawar dengan pelaku pencurian bendera ini,” tegas Kapolda sembari menambahkan, pencapaian kemerdekaan yang diraih bangsa ini bukanlah dengan cara mudah melainkan dengan pengorbanan yang besar dari masyarakat di seluruh Indonesia.
Kapolda tak menargetkan berapa lama tersangka pencuri bendera itu akan tertangkap, namun diharapkan dalam waktu dekat semuanya akan terungkap, siapa yang bermain di dalamnya.
Kapolda juga tak mau menuding satu pihak atau kelompok yang melakukannya, meskipun ada sejumlah mantan GAM mengirim SMS kepadanya menyebutkan aksi itu bukanlah tindakan mereka, tapi orang yang tak puas dengan perdamaian di Aceh.
“Kalau bukan kalian, tolong buktikan. Bantu Polisi untuk ungkap pelakunya,” ujar Kapolda membalas SMS yang dikirim para mantan GAM tersebut.
Lagi pula, di Polres-Polres mereka ada melakukan koordinasi dengan KPA untuk menyukseskan HUT Kemerdekaan RI.
Untuk itu, Kapolda mengimbau masyarakat untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI dengan baik, jangan ada pihak mengotori atau memprovokasi masyarakat untuk menggagalkannya.
“Siapa pun provokator yang ditemukan, nantinya akan berhadapan langsung dengan kepolisian dan akan ditidak tegas tanpa pandang bulu,” ujarnya.
|