15 Tahun Lagi Hutan Alam Indonesia Habis

Indonesia Media

Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengingatkan, hutan alam yang ada di

Indonesia akan habis hanya dalam waktu 15 tahun lagi. Karena itu perlu langkah

cepat dan konkret dari pemerintah kalau tidak ingin hal itu terjadi. Misalnya

dengan menyatakan darurat hutan alam dan menghentikan penebangan kayu, baik

legal apalagi ilegal.

 

Peringatan itu dikemukakan ketua umumnya, Saifullah Yusuf ketika menyimpulkan

hasil diskusi bertajuk "Hutan Rusak, Siapa Bertanggungjawab?" yang digelar di

Sekretariat GP Ansor, di Jakarta, Kamis (26/7). Direktur Eksekutif Wahana

Lingkungan Hidup (Walhi), Chalid Muhammad juga hadir sebagai pembicara dalam

diskusi itu.

 

Chalid mengungkapkan, berdasarkan data Walhi, setiap tahunnya hutan alam yang

musnah di Indonesia mencapai 2,7 juta hektare (ha). Angka itu sama dengan empat

kali luas Pulau Bali. Atau untuk setiap menit kita kehilangan hutan lima kali

lapangan sepakbola.

 

Angka ini, katanya, diakui berbeda dengan versi Departemen Kehutanan yang

menyebut musnahnya hutan sekitar 1,8 juta ha per tahun. Sedangkan angka versi

FAO adalah 2,2 juta ha hutan per tahun. Namun yang perlu diperhatikan adalah

jumlah hutan yang rusak yang setiap harinya terasa semakin cepat. Di Pulau

Sumatera misalnya, diperkirakan lima tahun mendatang, hutan alam akan musnah. Di

Kalimantan hal serupa akan terjadi sekitar 10 tahun lagi.

 

Walhi juga mengungkapkan, sampai saat ini hutan alam yang sudah rusak dan bahkan

musnah mencapai 72 persen. Dikatakan, Badan planologi Dephut justru

memperkirakan pada 2004, hutan yang rusak mencapai 101,73 juta ha. Namun, lanjut

dia, pada 2005, Dephut mengklaim hutan yang rusak hanya mencapai 59,17 juta ha.

Dicontohkannya di Riau, hutan yang rusak lebih dari 2/3 dari hutan yang ada,

yakni dari delapan juta hektare hutan, saat ini tinggal 1,3 juta hektare.

 

       

 


FastCounter by bCentral