Jambore KKI USA 2007
Densy Chandra /Indonesia Media
Untuk ke-empat kalinya Komunitas Katolik Indonesia (KKI) di Amerika telah menyelenggarakan Jambore KKI USA yang dihadiri oleh umat-umat katolik berasal dari Indonesia yang tinggal di Amerika; bertemakan “Take Heart, Get Up, He Is Calling You.”
Lokasi Jambore kali ini mengambil tempat di Newport Beach, California, dan untuk pertama kalinya Jambore tidak di guyur air hujan. Jambore-jambore yang lalu mengambil tempat di taman nasional yang jauh dari keramaian kota , tapi kali ini berlokasi ditengah kota yang sempat membuat mereka yang sudah kampiun dengan Jambore terhenyak. Panitia pelaksana adalah gabungan dari Komunitas Katolik Indonesia yang berada di Orange, San Bernardino, Los Angeles dan San Diego, diketuai oleh Henry Sandaya.
Kebanyakan besar peserta datang dari jauh, dari luar state dan mereka sempat menikmati hiburan-hiburan bertaraf internasional yang ada di Kalifornia Selatan, sehingga peribahasa “melempar dengan satu batu, dua burung di dapat” telah dibuktikan oleh mereka. Yang paling menyolok mata adalah peserta-peserta berkaos merah karena jumlah mereka yang terbanyak. Mereka datang dari Philadelphia untuk meramaikan Jambore, dan mereka pulang membawa mandat untuk menjadi panitia penyelenggara Jambore KKI USA 2009. Hidup Partai Buruh!
Acara pembukaan berlangsung pada hari Jumat malam, Juni 29, 2007. Misa pembukaan di rayakan oleh Uskup Dominic Luong, uskup pembantu dari keuskupan Orange yang mewakili uskup Orange yang berhalangan hadir. Sebelas romo berasal dari Indonesia beserta 2 romo tamu juga ikut hadir. Tidak ketinggalan seorang bruder berlatar belakang Mexico, bruder Rufino Zaragoza, OFM yang banyak menggubah lagu-lagu rohani bergaya Asia ikut menyemarakkan lagu-lagu yang dinyanyikan pada misa ini.
Seorang rohaniwati Indonesia yang tinggal di Memphis, Sr. Ancilia, CB adalah yang paling bersemangat untuk ikut serta ber-jambore. Diantara 11 pastor yang hadir, dua diantaranya baru menerima tahbishan. Romo John Teguh, CICM sekarang bertugas di North Carolina dan romo Hadi Sasmita, SJ bertugas di Long Island, New York.
Tidak ketinggalan romo Godlif Sianipar, O.Carm membacakan surat ucapan selamat dari Apostolic Nuncio (Dubes Vatikan untuk Amerika), Uskup Agung Pietro Sambi yang pernah berkaya di Indonesia dari tahun 1991- 1998. Juga Konjen KJRI LA yang akrab di panggil Pak Sonny beserta Konsul Cicilia Rusdiharini ikut membuka acara Jambore.
Waktu yang ada untuk Jambore ini lebih pendek dibandingkan dari yang lalu-lalu, sehingga para peserta tidak mempunyai banyak kesempatan untuk dapat menjalin relasi satu dengan lainnya. Beberapa diantaranya sibuk mencari kawan-kawanya yang di harapkan ikut berjambore, dan mereka akhirnya bertemu juga.
Pembagiaan acara katagorial mendapat sambutan baik karena setiap kelompok umur mendapatkan pembagiaan waktu untuk acara yang sesuai untuk mereka. Acara katagorial yang paling banyak dihadiri adalah sesi REFORMASI IMIGRASI yang memang sedang hangat. Sebagai kaum imigran di Amerika, tentu saja hal-hal yang bersangkutkan dengan kehidupan di luar gereja akan ikut memberikan dampak dalam hidup bergereja dan ini mendapat perhatihan sepenuhnya dari Gereja Katolik di Amerika.
Atas saran dari para ketua KKI USA, maka di undang tokoh-tokoh Gereja Katolik Amerika untuk memberikan penjelasan tentang KAMPANYE KEADILAN UNTUK PARA IMIGRANT yang di kenal sebagai Justice For Immigrants (JFI) Campaign (www.justiceforimmigrants.org). Para uskup Katolik Amerika berkampanye untuk membela hak-hak para imigran yang sudah ada di Amerika. Kampanye ini berdasarkan atas ajaran-ajaran sosial Gereja Katolik. Dapat di baca secara seksama ajaran-ajaran sosial Gereja Katolik yang berhubungan dengan masalah migrasi di http://www.justiceforimmigrants.org/social_teachings.html . Maka ajaran-ajaran sosial ini tidak saja memberikan rekomendasi untuk kebijakan dari Kampanye JFI, tetapi juga memberikan inspirasi bagi umatnya untuk mengasihi sesamanya seperti mengasih dirinya sendiri. Ini hanyalah salah satu dari ajaran-ajaran sosial Gereja Katolik yang sudah banyak teruji di dunia.
Sesi Reformasi Imigrasi ini di bawakan oleh Uskup Rutilio del Riego, uskup pembantu dari Keuskupan San Bernardino yang memimpin kampanye JFI ini di keuskupan, Suster Jane Burke, SND yang sengaja datang dari kantor pusat kampanye JFI di Washington DC dan juga Uskup Dominic Luong yang menjadi angota dari Komite yang membawahi Kampanye JFI. Acara tanya jawab menggambarkan keprihatihan bersama akan masalah keimigrasian yang sedang di hadapi di Amerika. Oleh karena itu pembicaraan ini di lanjutkan di Pertemuan Para Ketua KKI USA, terdiri dari 16 KKI yang mendapat panduan dari Marco Raposo yang adalah koordinator Kampanye JFI di keuskupan San Bernardino, Moises Escalante dari Interfaith Coalition For Immigrants Rights dan Suster Jane Burke,SND. Setelah mendengar dan menerima masukkan dari yang hadir, maka para Ketua KKI USA bersepakat untuk mendukung sepenuhnya Kampanye JFI. Informasi up to date akan di sampaikan ke KKI masing-masing oleh para ketua untuk memberikan informasi yang datangnya langsung dari kampanye JFI pusat, hal ini untuk menghidari kerancuhan dan kesimpangsiuran informasi.
Malam gembira di bawah terangnya sinar bulan purnama ikut menyemaraki suana pantai yang indah. Musik melantun sampai batas waktu yang diberikan oleh pengelolah lokasi. Lagu-lagu dinyanyikan silih berganti dari Sabang sampai Merauke, dan tentu saja bermacam-macam tarian seperti poco-poco tidak ketinggalan.
Akhirnya semua harus berakhir, dan sekali lagi acara penutupan di rayakan dalam misa. Uskup Oscar Solis yang memimpin pelayanan ethnis dari Keuskupan Agung Los Angeles merayakan misa penutup dan mengajak umat untuk berdoa memohon bantuan Bunda Maria bagi umat Katolik Indonesia di Amerika.
Sampai berjumpa di Philadelphia 2009.
Penulis sebagai Konsultan Nasional untuk Kerasulan Indonesia dari Wali Gereja Katolik Amerika
Fotographer: Anton Handono, Glen Umbas dan Robert Kho.
|