LINGKUNGAN DAN KARAKTER

Suhana Lim / Indonesia Media

Karakter orang Sydney berbeda dengan orang Melbourne . Karakter orang di New York juga tidak sama dengan orang di Boston . Begitu pula orang Medan berbeda dengan orang Manado . Sifat dan karakter orang di Jakarta dan Jogya tidak sama. Orang yang tinggal di Pekalongan juga beda karakternya dengan masyarakat di Pontianak .

 

Kita adalah dimana kita tinggal. Setiap jenis tanah menghasilkan tumbuhan yang berlainan. Begitu pula setiap jenis landskap akan mempengaruhi manusia yang tinggal disana. Inilah mengapa kebanyakan orang yang bermukim di dekat kawasan perdagangan bekerja di bidang perniagaan, sementara mereka yang berdomisili di daerah perkantoran umumnya adalah pegawai kantor.

Masyarakat yang bermukim di pesisir umumnya lebih terbuka dan keras, sementara orang-orang yang tinggal dekat dengan pegunungan lebih lembut dan rileks. Kawasan kering dan banyak pegunungan menghasilkan lebih banyak kesatria berani. Hal ini semua terjadi karena kondisi lingkungan tercermin dari masyarakakat yang tinggal disana. Kondisi lingkungan bukan hanya dalam arti keadaan geografis saja. Dalam analisa feng shui, keadaan temperatur suatu tempat juga akan membentuk karakter masyarakatnya. Orang-orang yang tinggal di daerah dengan suhu tinggi / panas pada umumnya cenderung malas. Daerah bersuhu sejuk , masyarakatnya lebih kalem. Kondisi udara yang nyaman membuat mereka lebih tenang dan stabil. Sementara di negara-negara dengan suhu yang sangat dingin, orang-orang kelihatan kuat dan penuh percaya diri. Hal ini dipengaruhi oleh daya tarik atau polarisasi bumi. Orang yang tinggal di lingkungan dengan feng shui yang baik (gunung dan sungai yang baik) umumnya lebih cantik dan tampan. Sebaliknya kawasan dengan banyak sungai yang alirannya berkelok-kelok tajam, akan menghasilkan individu-individu yang tidak sabaran dan pemarah. Jika bentuk gunung-gunungnya tajam dan tidak beraturan, orang-orang disana akan lebih banyak akal, dan cenderung tidak jujur. Apabila aliran airnya tidak beraturan, hampir dipastikan orang-orangnya tidak setia dan relationship nya tidak baik.

Semua hal diatas menunjukan bahwa kondisi feng shui suatu tempat akan tercermin pada sifat dan karakter orang-orang yang tinggal disana.

 

Masa kini sudah menjadi trend bagi pemilik rumah untuk mendekor rumah dengan selera pribadi. Pemilihan style, model , dan warna-warna ekstrim sudah menjadi hal biasa. Begitu pula dengan jenis, model dan warna perabotan. Teknik dan pemilihan jenis pencahayaan, yang kerapkali sangat kontras. Rumah-rumah yang dipakai untuk reality show Big Brother adalah salah satu contohnya. Hal ini tentunya sah-sah saja karena semua tadi adalah selera dari pemilik rumah. Yang disayangkan, tidak semua style dan warna ekstrim itu baik. Pencahayaan yang berlebih juga bisa berefek negatif. Secara feng shui, sesuatu yang ekstrim itu hanya akan menimbulkan efek negatif. Jadi tinggal di rumah yang penataannya secara ekstrim tidak baik, karena keadaan rumah akan mempengaruhi pola pikiran dan perasaan penghuni. Remaja dan anak muda yang paling cepat terkena efeknya, karena kepribadiannya belum mantap. Dalam kondisi rumah seperti itu, perasaan orang akan cepat berubah-rubah dan tidak mempunyai kekuatan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi. Jadi kita tidak akan bisa menjadi tenang dan stabil. Pada kasus yang ekstrim, malah akan menimbulkan keinginan bunuh diri atau melukai orang lain.

 

Gaya dekorasi yang ekstrim tidak dianjurkan dalam feng shui, karena bertentangan dengan prinsip-prinsip feng shui. Siapa dan bagaimana kita ditentukan dimana kita tinggal. Jika tinggal dilingkungan dan dirumah dengan feng shui yang baik maka kehidupan kita juga akan baik. Begitu pula sebaliknya.

 

       

 


FastCounter by bCentral