|
|
Usaha Resto di Negeri Perancis Bagian ke-9A
Sub Judul: Warna - warni Resto
Paris / Indonesia Media
Pada akhirnya sesudah dengan sedikit bersusah-payah dan makan-waktu, kami
mendapatkan seorang chef-kok yang mau dan bersedia bekerja di resto kami.
Namanya Cong, seorang pemuda. Dia dulunya memang pernah bekerja sebagai koki
di berbagai resto di Holland , lalu di Jerman di Restaurant Bali di
Köln, Cologne sebutan Perancisnya. Setelah melalui perundingan yang
bersahabat, kami diperkenankan merekrut Cong dan bekerja sebagai pekerja
salaire(yang bergaji-tetap) dengan pangkat chef-kok. Sudah tentu gaji Cong
paling besar dari semua kami, tetapi besarnya itu tetap masih bisa diterima
semua teman, dan masih wajar-wajar saja.
Cong adalah seorang muda yang berwatak keras, mudah terbakar, suka
maki-maki, agak kasar, tetapi selalu terus terang dan jujur. Sangat
bertanggungjawab atas pekerjaannya, dan cepat kerjanya. Tak seorangpun di
antara kami yang bisa disejajarkan dengan Cong kalau bekerja di
dapur. Sekali kerja, dia bisa menyelesaikan banyak masakan, dan dia seorang
pembersih. Dapur selalu bersih kalau ada Cong, dan ini sangat penting.
Kekurangan yang sangat menonjol pada Cong yalah karena dia suka marah-marah
dan maki-maki, dan agak kasar. Tadinya kami belum terbiasa dengan cara dan
watak Cong.
Terasa ada dua dunia yang sangat berlainan, perwatakan kami pada
umumnya dan perwatakan Cong yang memang dari dunia yang samasekali berbeda
dengan kami. Semula memang sangat sukar menghadapi Cong ini. Sering
bentrokan, bertengkar, dan terkadang memanas. Bukan sekali dua, pernah hampir
terjadi hal-hal yang tak dikehendaki, seperti merencanakan perkelahian dan
lain sebagainya. Tetapi kami selalu memikirkan matang-matang sebelum
berbuat, dan pada akhirnya kami bisa meredam perasaan demi kelanjutan usaha
kami bersama ini. Dan lama-lama kami bisa menerima perwatakan Cong yang
sebenarnya sangat asing di kalangan kami. Terkadang kami bisa bergaul rapat dengan Cong, dan terkadang Cong cukup menyenangkan. Karena saling dekat secara wajar dan lama hidup dan bekerjasama begini, antara kami bisa saling membuka pikiran-hidup, terutama Cong bisa bercerita banyak mengenai hal-hal yang agak pribadinya.
Masakan Cong cukup enak. Kecepatan kerjanya kami puji, dan kebersihannya tidak
ada yang menandinginya di antara kami. Dan komunikasi, pergaulan Cong dengan
masarakat luar sangat baik. Yang kumaksudkan sangat baik itu, dia amat
pandai bergaul, peregaulannya luas. Walaupun bahasa Perancisnya agak
tersendat-sendat, tetapi dia berani berbicara, berani ngomong, tidak takut
salah, berusaha agar orang lain mengerti, sehingga lama-lama dia terlatih dan
pada akhirnya bisa mengikuti pergaulan luas. Ini modal yang sangat baik buat
seseorang yang mau bergaul luas dan mau cepat bisa berbahasa.
Cong sebenarnya masak jenis makanan apapun bisa. Tetapi lama kelamaan dia
mendapati dirinya dan menemukan dirinya setelah bertahun-tahun hidup di
Paris, bahwa dia sebenarnya sangat suka akan photographi. Semula memang
hanya hobbynya, tetapi lama kelamaan menjadi kegemaran yang menggebu-gebu.
Uang gajinya boleh dikatakan habis karena membeli kamera, dan kameranya ini
sangat canggih. Pernah dia punya tiga kamera yang baik, tetapi satu tercuri
karena kurang hati-hati. Dan selera membeli kameranya tetap menggebu. Orang
yang datang ke resto kami yang profesinya photographer sangat ngiler melihat aparat kamera Cong.
Setiap hari sesudah kerja di dapur, Cong dengan kameranya menjalani Paris .
Mencari obyek sasaran kamera buat diabadikan. Beberapa fotonya pernah masuk
koran, dimuat di majalah di Paris. Dan bahkan pernah dimuat di beberapa
majalah di Jakarta . Kukatakan padanya bahwa simpan baik-baik itu hasil
jepretanmu, suatu kali malah bisa dijadikan bukti bahwa kau adalah seorang
photographer yang baik. Pernah Cong secara diam-diam dan mencuri beberapa
top-foto-model di Paris. Antaranya Claudia Shiffer dan Cindy
Crawfurd, wanita cantik fotomodel-top kelas dunia, ketika mereka
berpameran-model pakaian di Paris. Dua orang berkebangsaan Jerman dan AS
itu sangat mendapat sambutan di Paris, dan Cong punya hasil jepretannya
sendiri. Tentu saja Cong merasa bangga dan kamipun merasa senang dia dapat
mengembangkan hobbynya dan beruntung dapat sasaran kakapnya.
| |