Gus Dur Hadiri Peh Cun

(SUARA PEMBARUAN DAILY /IM)

Warga Kota Tangerang memperebutkan bebek dalam rangka perayaan Peh Cun. SP/Dewi Gustiana
[TANGERANG] Puncak perayaan Peh Cun di Vihara Nimmala, dihadiri mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Ketua Dewan Syuro DPP PKB ini, datang ditemani isterinya, Sinta Nuriah, dan didampingi Wakil Wali Kota Tangerang, Dedi Syafei.
Kehadiran Gus Dur dielukan ribuan warga Tionghoa yang memadati Vihara Nirmala dan pinggiran Kali Cisadane. Gus Dur diundang karena dinilai sebagai orang yang paling berjasa menyelenggarakan peringatan Imlek secara nasional, dan menetapkan Khonghucu sebagai salah satu agama yang sah di Indonesia.
"Gus Dur adalah orang yang paling berjasa sehingga pemeluk Khonghucu bisa beribadah dengan tenang. Gus Dur telah berjuang dan berhasil menerbitkan Keppres Nomor 6, dan sekaligus mencabut Inpres Nomor 19 Tahun 1988, yang menjadi tonggak sejarah keberadaan umat Khonghucu di Indonesia," ujar Ketua Umum Umat Khonghucu Indonesia, Budi Santoso.
Sementara, Gus Dur dalam sambutannya mengingatkan warga Kota Tangerang untuk menghargai pluralisme karena dapat menciptakan kedamaian. Menurut Gus Dur, pluralisme penting mengingat bangsa Indonesia ini terdiri dari berbagai macam keturunan. Gus Dur mencontohkan, dirinya yang merupakan keturunan dari Tiongkok, Arab, Jawa, dan India. Oleh karena itu, dia menolak, sikap yang mau menang sendiri. "Setiap orang pasti punya keturunan yang berbeda, sehingga kita jangan menang sendiri," katanya.
Gus Dur juga menekankan dia akan terus berjuang menghilangkan diskriminasi sekalipun sudah tidak menjadi presiden. Untuk itu, dia mendukung gagasan Pancasila. "Kalau kita yakin dengan Pencasila, kita baru bisa bersatu dan baru bisa disebut Indonesia," kata Gus Dur.
Perayaan Peh Cun 2007, diawali dengan persembahyangan Toan Yang atau persembahyangan hari penghidupan di mana saat itu matahari tegak lurus. Persembahyangan itu dipimpin oleh lima orang Bunsu (guru agama umat Khonghucu) di sebuah altar yang tepat menghadap ke sungai. Mantra-mantra dan doa pun dilantunkan. Seribuan jemaah Khonghucu hadir dalam puncak ibadah tersebut.
Upacara Peh Cun ini, juga ditandai dengan pelepasan 1.000 ekor bebek ke Sungai Cisadane. Pelepasan bebak ini diperebutkan ratusan warga dan disaksikan ribuan orang lainnya yang berdiri di sepanjang bantaran Sungai Cisadane.
Pada perayaan Peh Cun ini, pengunjung juga dapat menyaksikan pendirian 108 telur ayam di Pendopo Vihara Nimmala. 108 telur ayam ini didirikan oleh sembilan orang, dalam waktu sembilan menit. Atraksi ini menarik perhatian pengunjung.

       

 


FastCounter by bCentral