Cagar Alam Killarney # 3

Jusni Hilwan / Indonesia Media

"Akhirnya sampai juga kita di Killarney," kata Roli kepada prennya Awi.

Sejak semalamnya ketika masih ngerumpi di muka api unggun Bang Roli sudah

berkata demikian dan diulanginya lagi ketika kami sampai di muka Killarney

Lake. Ya, di ujung portage dari Freeland Lake tersebut, pada umumnya peserta

trip kami yang baru pertama kali melihat Killarney, tidak akan mengedipkan

matanya, memandang ke arah danau dengan air jernih kehijau-kehijauan, kebiru-

biruan dengan nuansa kedua warna itu. Itulah Killarney Lake, impian siang

malam para peserta sejak beberapa bulan terakhir ketika mereka mulai

mempersiapkan diri.

 

Selain pernah melihat beruang di kebun binatang dan sesekali di pinggiran

jalan di Kanada, saya tak pernah berjumpa dengan beruang di cagar alam. Tapi

sekali peristiwa, ketika kami sedang menginap di campsite # 20 di tepi

Killarney Lake, saya mengalaminya. Saat itu Cecilia dan saya sedang menyiapkan

menu makanan pagi berupa bubur ayam. Sambil mengaduk nasi sampai menjadi

bubur, sesekali saya melihat ke tepi danau. Eh eh, si Joel yang cuma pakai

celana kolor, mungkin habis pipis di pagi hari, melambai mengisyaratkan kami

untuk datang mendekat. Dari bahasa tubuhnya maupun pakaiannya keliatan ia

serius, jadi kuhampiri. Cecilia mematikan kompor dan berdua kami memandang

apa yang ia tunjuk. Tak berapa jauh di muka kami, seekor beruang sedang sama

asyiknya memandangi kami dan si Joel. Pernah belajar dari buku-buku untuk

tak boleh gentar menghadapi beruang hitam, kami tetap melotot memandanginya.

Untunglah setelah saling pandang-memandang itu dan merasa kami bukan makanan

yang emphug, si beruang pergi menghindar menjauhi kami, mungkin juga kuatir

kami masukkan ke dalam panci bubur :-). Itu sebabnya saya tak pernah lupa

setiap kali mendayung melewati campsite # 20 tersebut atau bermalam disitu.

 

Hari Sabtu dimana saya melihat beruang di atas memang suatu hari yang

istimewa. Bebek Kanada bernama 'loon' yang suaranya khas membangunkanku di

pagi harinya. Seekor beruang numpang lewat ketika kami sedang mempersiapkan

makanan pagi. Tak lama setelah breakfast, seekor beaver berenang sepanjang

pinggir danau, suatu yang jarang terjadi. Beaver biasanya hanya keluar di

malam hari dan paling kita bisa mendengar suara air danau 'plung...' ketika

mereka menyemplungkan diri ke dalam air. Saya jadi teringat, di suatu hari

ulang tahunku ketika sedang berada di Killarney Lake, suatu formasi Canada

geese, burung bango Kanada, terbang rendah di atas kepalaku ketika saya

sedang mendayung. Seolah-oleh mereka mau mengucapkan "met ultah Bang Jeha".

 

Kalau nasib bernama mujur mendapatkan campsite di Killarney Lake, adalah

mujizat untuk juga bisa mendapatkannya di OSA Lake. Nama berinisial itu

sebetulnya singkatan dari Ontario Society of Artists, satu-satunya danau

memakai nama inisial di Kanada ini sebagai penghormatan kepada paguyuban

artis tersebut. Soalnya apa yang dinamakan Group of Seven (painters) di

propinsi ini merupakan warga OSA dan mereka memang suka melukis di pinggir

danau-danau di cagar Killarney lantaran yah pemandangannya indah sih.

Juga merekalah yang mulai menghimbau pemerintah untuk menjadikan Killarney

suatu cagar alam. Ada satu pulau mungil di OSA Lake yang bisa dijadikan

campsite dan umumnya, kalau belum dihuni, kesanalah tujuan kami. Sebetulnya

ada satu danau lagi di cagar Killarney, Nellie Lake yang tak kalah indah

dan jernih airnya dibandingkan OSA Lake. Tetapi danau tersebut terletak di

ujung barat cagar alias jauh sekali untuk disamperin.

 

Selain bersihnya danau-danau di atas, pantainya berpasir terutama yang di

OSA, airnya juga pas dinginnya karena mereka tidak terlalu dalam atau terlalu

luas seperti ke lima danau besar, The Great Lakes. Jarang sekali saya lebih

suka berenang dibandingkan membaca buku di tepi danau atau bermain Scrabble

dengan Cecilia, tetapi Killarney dan OSA Lake adalah kekecualian. Siapa yang

tidak senang berenang di air jernih berwarna biru hijau turquoise. Jika salah

satu kebahagiaan hidupmu adalah meloncat ke dalam air, jumping and diving,

Killarney adalah tempat yang ideal. Ada beberapa tempat dengan 'diving

platform' dimana di bawahnya airnya dalam sehingga tiada risiko untuk terjun.

Anak-anak yang tidak sepenakut orang dewasa, biasanya hepi sekali main

loncat-loncatan tersebut. Setelah lelah berenang, loncat-loncatan maupun

mendayung kanu, segala macam makanan yang disiapkan di perkempingan selalu

menjadi lezat bin sedap. Itulah salah satu lagi keasyikan suatu camping trip,

keenakan hidangan yang disantap. Apalagi bila menunya Bubur Ayam Cecilia yang

bila Anda ketik di Google, akan keluar kisahnya :-). Sekian dulu, sampai

berjumpa di kisah selanjutnya, bai bai lam lekom.

... (bersambung) ...

 

 

       

 


FastCounter by bCentral